Slow Cooker dan Keamanan Pangan
Kapanpun sepanjang tahun, slow cooker (pemasak lambat), membuat hidup menjadi lebih nyaman karena perencanaan di awal, Anda dapat menghemat waktu. Membuka pintu depan di malam musim dingin dan disambut dengan aroma sedap sup daging sapi atau sup mie ayam dari slow cooker bisa menjadi impian setiap orang. namun, musim dingin bukan hanya satu-satunya waktu dimana slow cooker bermanfaat. Di musim panas, penggunaan alat masak ini dapat menghindari panas dari oven yang panas. Dan, penggunaannya mengonsumsi lebih sedikit listrik dibandingkan oven.
Apakah slow cooker aman?
Ya, slow cooker, alat listrik yang diletakkan di meja dapur, memasak makanan secara perlahan pada temperatur rendah – umumnya antara 170° (76,6°C) hingga 280°F (137,8°C). Panas rendah tersebut membantu potongan daging yang lebih murah dan rendah lemak menjadi empuk dan tidak banyak menyusut.
Panas langsung dari panci, waktu memasak yang lama, dan uap yang dihasilkan dalam wadah yang tertutup rapat semuanya bekerja sama untuk menghancurkan bakteri dan membuat slow cooker sebagai proses memasak makanan yang aman.
Awalan yang aman
Mulai dengan membersihkan cooker, peralatan memasak, dan membersihkan area memasak. Cuci tangan sebelum dan selama persiapan memasak.
Simpan makanan yang mudah rusak di dalam kulkas hingga tiba waktu persiapan memasak. Jika Anda memotong daging dan sayuran di awal, simpan mereka secara terpisah di kulkas. Slow cooker memerlukan waktu beberapa jam untuk mencapai suhu aman untuk memusnahkan bakteri. Pendinginan yang konstan memastikan bakteri, yang bermultiplikasi secara cepat di suhu ruangan tidak akan mendapatkan “head start” (awalan) selama beberapa jam awal proses memasak.
Melunakkan bahan makanan yang beku (thawing)
Selalu lunakkan daging merah atau daging unggas sebelum menempatkannya di slow cooker. Pilih makanan dengan kandungan kelembapan tinggi seperti cabai, sup, semur, atau saus spageti. Jika menggunakan makanan beku siap masak untuk panci masak lambat yang dijual di pasaran, siapkan sesuai petunjuk produsen.

Gunakan jumlah makanan yang tepat
Sayur dimasak lebih lambat dalam slow cooker dibandingkan daging merah atau daging unggas. Jadi jika ingin memasak keduanya, masukkan sayuran terlebih dahulu.
Ingat!
- Pastikan untuk selalu melunakkan daging merah atau daging unggas sebelum dimasak di slow cooker
- Pastikan slow cooker terhubung ke listrik dan dinyalakan
- Pasang tutup slow cooker di tempatnya
Potongan daging merah dan daging unggas ukuran besar dapat dimasak di slow cooker dengan aman. Akan tetapi, slow cooker tersedia dalam berbagai ukuran, periksa lembar instruksi untuk ukurang daging yang tepat untuk ukuran slow cooker yang digunakan.
Kemudian, masukkan potongan daging dan jumlah air yang diperlukan berdasarkan resep, seperti untuk kaldu, air, atau saus barbekyu. Pastikan tutup slow cooker terpasang dengan baik, buka tutup hanya untuk mengaduk makanan atau memeriksa tingkat kematangan.
Pengaturan
Sebagian besar cooker memiliki dua atau lebih pengaturan. Makanan memerlukan waktu yang berbeda untuk dimasak bergantung pada pengaturan yang dipilih. Tentunya, makanan akan dimasak lebih cepat pada suhu tinggi dibandingkan pada suhu rendah. Namun, untuk pengaturan masak-seharian atau untuk potongan setengah lunak, Anda dapat memilih pengaturan rendah.
Jika memungkinkan, pilih pengaturan tinggi di satu jam pertama waktu memasak kemudian ubah ke pengaturan rendah atau pengaturan yang sesuai dengan resep yang Anda pilih. Namun demikian, memasak dengan pengaturan rendah sepanjang waktu memasak merupakan pilihan yang aman – contoh, jika Anda harus berangkat kerja dan waktu persiapan makanan terbatas.
Jadi, ketika makanan sedang dan telah selesai dimasak, makanan akan tetap aman di dalam slow cooker selama cooker tetap menyala.
Listrik padam
Jika Anda tidak di rumah selama proses memasak perlahan dan listrik padam, buang makanan di slow cooker tersebut meskipun terlihat matang.
Jika Anda di rumah, segera selesaikan proses memasak dengan memasak di kompor gas, panggangan luar ruangan, atau di rumah yang listriknya masih menyala.
Ketika Anda di rumah, dan makanan sudah matang sepenuhnya sebelum listrik padam, makanan tetap aman dalam slow cooker hingga dua jam meskipun listrik mati.
Menangani sisa makanan
Simpan sisa makana dalam wadah tertutup yang dangkal dan dinginkan di kulkas dalam waktu dua jam setelah proses memasak selesai. Memanaskan kembali sisa makanan dalam slow cooker tidak dianjurkan. Makanan yang sudah dimasak dapat dipanaskan kembali menggunakan kompor, dalam microwave, atau oven konvensional hingga mencapai suhu sekitar 74°C. Kemudian, makanan panas tersebut dapat ditempatkan di slow cooker yang sudah dipanaskan sebelumnya untuk menjaga makanan tetap panas saat disajikan – setidaknya sekitar 60°C yang diukur dengan termometer makanan.
Tautan ke artikel asli: https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/slow-cookers-and-food-safety

