Luke P Grosvenor, Lisa A Croen, Frances L Lynch, Ben J Marafino, Melissa Maye, Robert B Penfold, Gregory E Simon, Jennifer L Ames

Abstrak
Kepentingan: Peningkatan pemahaman mengenai prevalensi autism spectrum disorder (ASD) seiring waktu dan sepanjang rentang kehidupan dapat menjadi informasi bagi layanan kesehatan mengenai populasi autistik yang semaking meningkat pada anak-anak dan orang dewasa;
Tujuan Penelitian: Untuk mendeskripsikan tren prevalensi diagnosis ASD menggunakan rekam medis dari jejaring sistem kesehatan yang besar di AS.
Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: penelitian ini bersifat potong-lintang dan meneliti angka diagnosis tahunan dalam rekam medis pasien di sistem layanan kesehatan AS dari sejak 1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2022. Individual yang memenuhi kriteria dilibatkan dalam penelitian ini untuk tahun kalendar tertentu jika mereka terdaftar dalam sistem kesehatan yang berpartisipasi setidaknya selama 10 bulan dalam tahun tersebut. Data diekstraksi dari 12 site yang berpartisipasi dalam the Mental Health Research Network, sebuah konsorsium pusat penelitian yang terintegrasi dalam sistem layanan kesehatan yang besar dan beragam.
Hasil dan Pengukuran Utama: Diagnosis ASD diperoleh menggunakan kode revisi International Classification of Diseases, Ninth Revision (ICD-9) dan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, Tenth Revision (ICD-10). Angka diagnosis tahunan dihitung sebagai jumlah anggota unik yang terdiagnosis dibagi dengan jumlah total anggota yang terdaftar.
Hasil Penelitian: Sebanyak 12.264.003 orang terdaftar pada tahun 2022 (2.359.359 anak berusia 0 – 17 tahun [19,2%]; 6.400.222 perempuan [52,2%]; 93.002 penduduk Asli Amerika atau Alaska [0,8%], 1.711.950 Asia [14,0%], 952.287 Kulit Hitam atau Afrika-Amerika [7,8%], 2.971.355 Hispanik [24,2%], 166.144 penduduk Asli Hawaii atau Kepulauan Pasifik [1,4%], dan 6.462.298 Kulit Putih [52,7%]). Angka diagnosis ASD paling tinggi terjadi pada kelompok usia 5 – 8 tahun sepanjang periode studi, dan meningkat sebesar 175% pada keseluruhan sampel, dari 2,3 per 1.000 pada tahun 2011 menjadi 6,3 per 1.000 pada tahun 2022. Peningkatan relatif terbesar dalam tingkat diagnosis dari tahun 2011 – 2022 terjadi pada kelompok usia 26 – 34 tahun (450%), dan peningkatan tersebut lebih besar pada individu perempuan dibandingkan laki-laki, baik pada kelompok anak-anak (305% [estimated annual percentage change (EAPC)], 13,62 poin persentase; CI 95%, 12,49 – 14,75 poin persentase] berbanding 185% [EAPC, 9,63 poin persentase; CI 95%, 8,54–10,72 poin persentase]) maupun pada kelompok dewasa (315% [EAPC, 13,73 poin persentase; CI 95%, 12,61–14,86 poin persentase] berbanding 215% [EAPC, 10,33 poin persentase; CI 95%, 9,24–11,43 poin persentase]). Peningkatan relatif lebih besar pada kelompok minoritas ras dan etnis dibandingkan dengan individu kulit putih di kalangan anak-anak, namun tidak pada orang dewasa.
Kesimpulan dan relevansi: Pada penelitian potong-lintang ini, angka diagnosis ASD mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2011 – 2022, khususnya pada kelompok dewasa muda, anak perempuan dan wanita dewasa, serta anak-anak dari sejumlah rasa tau kelompok etnis minoritas. Tren prevalensi diagnosis yang dihasilkan menggunakan data sistem kesehatan dapat digunakan untuk mengalokasikan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan layanan pada populasi dengan kompleksitas medis yang terus meningkat.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39476234/
Kalimat Kutipan: Grosvenor LP, Croen LA, Lynch FL, Marafino BJ, Maye M, Penfold RB, Simon GE, Ames JL. Autism Diagnosis Among US Children and Adults, 2011-2022. JAMA Netw Open. 2024 Oct 1;7(10):e2442218. doi: 10.1001/jamanetworkopen.2024.42218. PMID: 39476234; PMCID: PMC11525601.

