Smartphone Use on School Nights in the Adolescent Brain Cognitive Development Study

Jason M NagataKristen E KimAlicia W LeongDimitri A ChristakisFiona C BakerLauren Hale 

Abstrak

The American Academy of Pediatrics dan the American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan untuk tidak menggunakan perangkat media digital sebelum, selama, dan setelah waktu tidur karena hal tersebut dapat menunda, mengubah, atau mengganggu tidur. Data objektif mengenai penggunaan ponsel pada remaja di waktu malam hari sekolah masih terbatas. Menggunakan data sensing pasif dari aplikasi ponsel, kami meneliti penggunaan ponsel di malam hari sekolah berdasarkan kategori aplikasi dan korelasi sosiodemografis-nya pada sampel remaja dari survei berskala nasional yang besar.

Data dikumpulkan dari the Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) Study. Penggunaan ponsel pintar dinilai pada subsampel menggunakan aplikasi *Effortless Assessment Research System* (EARS) yang dirilis oleh ABCD 6.1, yang secara pasif mencatat penggunaan aplikasi latar depan Android selama periode pengumpulan data yang singkat. Analisis dibatasi pada peserta yang memiliki data setidaknya dua hari kerja (periode malam sebelum hari sekolah, yaitu hari Minggu hingga Kamis) antara bulan September 2022 dan Mei 2024, dengan mengecualikan hari libur nasional dan hari libur sekolah.

Sampel analisis melibatkan 657 remaja (rerata usia [SD], 15,29 [0,90] tahun; 388 [59,1%] laki-laki dan 269 [40,9%] perempuan yang berasal dari beragam ras, etnis, dan status demografi. Remaja menghabiskan rerata (SD) 50,1 (54,7) menit menggunakan ponsel di malam hari sekolah, dengan 164 remaja menghabiskan waktu setidaknya 71,8 menit. Kategori 5 aplikasi yang paling banyak digunakan adalah media sosial, hiburan, games, komunikasi, dan music. Rerata (SD) waktu malam hari sekolah paling banyak digunakan untuk aplikasi sosial media (misal, YouTube, Instagram, TikTok; 32,7 [40,1] menit; dengan 165 remaja menghabiskan waktu setidaknya 49,4 menit), diikuti oleh aplikasi hiburan (misal, Netflix, Disney Plus; 8,5 [18,4] menit) dan games (misal, Roblox, Clash Royale; 7,6 [19,1] menit).

Pada studi potong-lintang ini, rerata waktu remaja menggunakan ponsel adalah 50 menit selama malam hari sekolah, dengan lebih dari 65% remaja menghabiskan waktu di aplikasi media sosial. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan durasi tidur secara bertahap, sedikitnya 10 – 15 menit, dikaitkan dengan performa kognitif dan keluaran kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini mengisyaratkan bahwa hasil temuan ini memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang signifikan. Pola penggunaan malam hari ini melengkapi hasil temuan ABCD-EARS selama jam-jam sekolah, yang juga mengidentifikasi media sosial sebagai salah satu kategori yang paling banyak digunakan. Perbedaan sosiodemografi dan kontekstual dalam penggunaan layar di malam hari dapat memperparah kesenjangan yang teramati terkait waktu dan durasi tidur remaja.

Untuk lebih memahami risiko penggunaan ponsel di malam hari, penelitian mengenai ponsel ke depannya sebaiknya menghubungkan penggunaann (misal, waktu penggunaan, jenis aplikasi) dengan waktu tidur, kesejahteraan, dan hasil akademis remaja.

Tautan ke artikel lengkap: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC13184770/              

Kalimat Kutipan: Nagata JM, Kim KE, Leong AW, Christakis DA, Baker FC, Hale L. Smartphone Use on School Nights in the Adolescent Brain Cognitive Development Study. JAMA Pediatr. 2026 May 18:e261707. doi: 10.1001/jamapediatrics.2026.1707. Epub ahead of print. PMID: 42149585; PMCID: PMC13184770.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *