Overdose, Behavioral Health Services, and Medications for Opioid Use Disorder After a Nonfatal Overdose
Christopher M Jones, Carla Shoff, Carlos Blanco, Jan L Losby, Shari M Ling, Wilson M Compton
Abstrak
Nilai Penting: Mengetahui dan menyediakan layanan bagi individu yang berisiko tinggi mengalami overdosis narkoba sangat penting dalam menangani krisis overdosis narkoba.
Tujuan Penelitian: Untuk meneliti penerimaan pengobatan bagi gangguan penyalahgunaan opioid (MOUD), nalokson, dan layanan kesehatan perilaku dalam 12 bulan setelah kejadian overdosis narkoba non-fatal dan hubungan antara penerimaan intervensi tersebut dengan overdosis narkoba fatal.
Desain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Studi kohort ini dilakukan di AS sejak Januari 2020 sampai dengan December 2021 menggunakan data klaim, demografi, mortalitas, dan data lainnya dari the Centers for Medicare & Medicaid Services, the Centers for Disease Control and Prevention, dan sumber lainnya. Kohort tersebut terdiri dari penerima manfaat Medicare fee-for-service berusia 18 tahun ke atas dengan International Statistical Classification of Diseases, Tenth Revision, kode Modifikasi Klinis bagi overdosis narkoba non fatal. Analisa data dilakukan dari Februari hingga November 2023.
Paparan: Karakteristik demografi dan klinis, gangguan penyalahgunaan narkoba, dan komorbiditas psikiatrik.
Hasil dan Pengukuran Utama: Penerimaan MOUD, nalokson, dan layanan kesehatan perilaku serta overdosis narkoba, baik fatal maupun non-fatal, berikutnya.
Hasil Penelitian: Kohort ini terdiri dari 136.762 penerima Medicare (80.140 perempuan [58,6%]; usia rata-rata (SD) 68,2 [15,0] tahun) yang mengalami overdosis obat non-fatal pada tahun 2020. Mayoritas individu memiliki ras dan etnis Hispanik (5,8%), kulit hitam non-Hispanik (10,9%), dan kulit putih non-Hispanik (78,8%) dan tinggal di wilayah metropolitan (78,9%). Dalam 12 bulan setelah kejadian overdosis non fatal pertama yang mereka alami, 23.815 penerima manfaat (17,4%) mengalami setidaknya 1 overdosis non-fatal berikutnya dan 1.323 (1,0%) meninggal karena overdosis fatal. Opioid merupakan penyebab overdosis fatal terbanyak (72,2%). Di antara kohort tersebut, 5.556 (4,1%) menerima MOUD dan 8.530 (6,2%) mengisi resep nalokson dalam 12 bulan setelah overdosis obat yang tidak fatal. Pengisian resep nalokson (adjusted odds ratio [AOR], 0.70; 95% CI, 0.56-0.89), setiap persentase hari menerima metadon (AOR, 0,98; 95% CI, 0,98-0,99) atau buprenorfin (AOR, 0,99; 95% CI, 0,98-0,99), dan menerima penilaian kesehatan perilaku atau layanan krisis (AOR, 0,25; 95% CI, 0,22-0,28) semuanya dikaitkan dengan penurunan adjusted odds kejadian overdosis fatal dalam 12 bulan setelah kejadian overdosis non-fatal pertama.
Kesimpulan dan Relevansi: Penelitian kohort ini menemukan bahwa, meskipun diketahui ada hubungan antara penurunan risiko overdosis fatal, hanya sebagian kecil penerima Medicare menerima MOUD atau mengisi resep nalokson dalam 12 bulan setelah kejadian overdosis nonfatal. Upaya untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan perilaku, MOUD, dan strategi pencegahan overdosis, seperti peresepan nalokson dan menghubungkan individu-individu tersebut ke layanan kesehatan berbasis komunitas untuk perawatan berkelanjutan, dibutuhkan.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38884975/
Kalimat Kutipan:
Jones CM, Shoff C, Blanco C, Losby JL, Ling SM, Compton WM. Overdose, Behavioral Health Services, and Medications for Opioid Use Disorder After a Nonfatal Overdose. JAMA Intern Med. 2024 Aug 1;184(8):954-962. doi: 10.1001/jamainternmed.2024.1733. PMID: 38884975; PMCID: PMC11184500.

