Screen Use and Emotional, Behavioral, and Social Development in Children

Abstrak

Nilai Penting: Hubungan antara penggunaan layar elektronik dan perkembangan psikososial pada anak masih belum jelas. Masih sedikit penelitian yang melihat hubungan longitudinal atau penyesuaian penuh untuk kovariat penting seperti fungsi keluarga.

Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi hubungan potong-lintang antara penggunaan waktu layar dan perkembangan psikososial pada anak-anak usia 5, 10, dan 15 tahun serta asosiasi longitudinal antara penggunaan layar pada usia 5 tahun dengan perkembangan psikososial pada usia 10 dan 15 tahun.

Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Analisis sekunder ini menggunakan data dari kohor kelahiran Skotlandia yang besar, dengan follow-up pada usia 5, 10, dan 15 tahun sejak 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2020. Data diperoleh dan dianalisis mulai April 2025 hingga Maret 2026.

Paparan yang diteliti: Penggunaan waktu layar di luar jam sekolah yang dilaporkan oleh orangtua atau partisipan pada usia 5, 10, dan 15 tahun.

Hasil dan Pengukuran Utama: Perkembangan psikososial diukur menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk orangtua pada setiap poin waktu. Skor SDQ dianalisis secara berkelanjutan dan dikategorikan secara dikotomi berdasarkan ambang batas yang telah ditetapkan untuk skor total kesulitan di atas rata-rata (total difficulties score; TDSs; skor ≥14) dan skor prososial di bawah rata-rata (skor <8). Model regresi linear dan logistik multivariabel digunakan untuk menilai hubugan potong-lintang pada setiap kelompok usia serta hubungan longitudinal antara penggunaan layar pada usia 5 tahun dan skor SDQ pada usia 10 dan 15 tahun.

Hasil Penelitian: Sebanyak 3.786 anak berpartisipai pada usia 5 tahun (median [IQR] usia, 58 [58-58] bulan; 1.929 [51,0%] laki-laki dan 1.857 [49,0%] perempuan), 3.126 anak pada usia 10 tahun (median [IQR] usia, 122 [120-125] bulan; 1.578 [50,5%] laki-laki dan 1.548 [49,5%] perempuan), dan 2.598 anak pada usia 15 tahun (median [IQR] usia, 175 [172-179] bulan; 1.289 [49,6%] laki-laki dan 1.308 [50,3%] perempuan). Penggunaan layar harian meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pola yang bervariasi berdasarkan jenis layar. Analisis potong-lintang (cross-sectional) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan layar dan TDS pada usia 5 atau 10 tahun. Pada usia 15 tahun, bermain game lebih dari 5 jam/hari dikaitkan secara signifikan dengan kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki TDS di atas rata-rata dibandingkan dengan kurang dari 1 jam/hari (rasio odds [OR] 2,61; IK 95% 1,49-4,57). Sebaliknya, penggunaan media sosial dan layanan pesan lebih dari 1 jam/hari dikaitkan dengan kemungkinan lebih rendah untuk memiliki TDS di atas rata-rata dibandingkan dengan kurang dari 1 jam/hari (berkisar antara OR 0,57 [IK 95% 0,39-0,84] hingga 0,61 [IK 95% 0,38-1,00] untuk penggunaan layar selama 1-2 jam/hari). Secara longitudinal, penggunaan layar lebih dari 5 jam/hari pada usia 5 tahun dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan TDS di atas rata-rata pada usia 10 tahun (OR 2,68; IK 95% 1,25-5,76), namun hubungan ini tidak lagi ditemukan pada usia 15 tahun maupun dalam analisis sensitivitas. Tidak ditemukan adanya hubungan terkait skor prososial.

Kesimpulan dan Relevansi: Dalam studi kohort ini, penggunaan waktu layar tidak berhubungan secara konsisten dengan hasil negatif pada anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panduan yang hanya fokus pada penggunaan waktu layar mungkin hanya memiliki dampak terbatas pada luaran psikososial.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42545698/                  

Kalimat Kutipan: McQuaid F, Skafida V, McQuillan R, Lee B. Screen Use and Emotional, Behavioral, and Social Development in Children. JAMA Netw Open. 2026 Aug 3;9(8):e2626804. doi: 10.1001/jamanetworkopen.2026.26804. PMID: 42545698.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *