Expert Opinion: Funding for HIV Program in Indonesia
Pemerintah Indonesia berusaha untuk membiayai program penanggulangan HIV di Indonesia. Hal ini terlihat dari semangat mandiri Indonesia dalam pengadaan obat HIV yang dibiayai oleh APBN sejak tahun 2005 serta produksi obat HIV generik dalam negeri pun mulai dilakukan. Untuk obat HIV yang masih dalam masa paten, pemerintah Indonesia mengeluarkan keputusan presiden bahwa obat tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas dan tidak untuk diperjual belikan. Selain pendanaan mandiri untuk program HIV, pemerintah Indonesia juga membuka diri dengan menerima bantuan dari luar negeri.
The Government of Indonesia has been striving to self-financing HIV programs in the country. It could be seen from the commitment in procuring HIV medicines with self-reliance scheme through the national budget plan (APBN). The country has also started domestically produced generic HIV medicines. For the medicines that are still under patent, the government issued a presidential decree declared that those medicines are intended solely for public interest and are not to be sold for profit. Aside from the self-reliance, the government of Indonesia welcomed funding from international donor agencies.
Ketika badan-badan dunia mengurangi dana bantuan penanggulangan AIDS secara nyata, banyak negara di Asia yg mengalami kesulitan pembiayaan. Indonesia juga terpengaruh namun tidak terlalu berat.
Nevertheless, when these donors reduced their contribution for global HIV program significantly, there are many countries in Asia that are facing financial challenges to run the HIV programs. Indonesia also got affected, but not severely.
Sekarang dana bantuan asing utk program AIDS menurun tajam pengaruhnya juga terasa di Indonesia terutama pada koinfeksi Hepatitis C serta program PrEP karena kedua program tersebut belum dianggarkan dalam APBN. Penghematan belanja di berbagai kementerian juga mempengaruhi dana pemberantasan HIV dan sedikit banyak mempengaruhi logistik terutama untuk obat dan reagen seperti reagen VL (viral load).
In recent days, international funding for HIV/AIDS program has been cut significantly which affected many countries, including Indonesia. It is prominently could be seen on programs such as Hepatitis C co-infection and pre-exposure prophylaxis (PrEP) since they are not budgeted in the APBN. Spending cuts across the ministries also affected HIV programs, and to some extent, influenced the HIV logistics, especially for medicines and reagent,s e.g., reagents for viral load test.
Untunglah, para pengambil kebijakan di negeri ini dari dulu tidak menyandarkan program penanggulangan AIDS sepenuhnya pada bantuan luar. Saat ini, lebih dari seratus ribu penerima obat ARV gratis masih dapat menikmati obat tersebut meski dana bantuan asing banyak berkurang.
Fortunately, the policymakers of the country have been avoiding full-reliance on international funding for HIV programs. Currently, there are more than one hundred thousand HIV patients who still receive free HIV medicines amid the global funding cuts for HIV program.
Samsuridjal Djauzi
Tautan berita terkait:

