Apa yang dimaksud dengan vaksin pencegahan HIV?
Semua jenis vaksin “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh manusia untuk mengenali dan secara efektif melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Contoh vaksin yang telah ada meliputi vaksin polio, tetanus, dan campak. Meskipun vaksin pencegahan telah tersedia untuk berbagai jenis infeksi virus, namun vaksin pencegahan HIV belum ada.
Jika tersedia, vaksin pencegahan HIV akan diberikan kepada orang-orang yang tidak terinfeksi HIV, dengan tujuan untuk mencegah infeksi virus tersebut jika orang-orang ini terpapar dengan HIV. Vaksin pencegahan HIV mengajarkan sistem kekebalan untuk melindungi tubuh dari HIV jika terjadi paparan terhadap virus tersebut.
Apakah ada vaksin pencegahan HIV yang telah disetujui oleh FDA?
Belum ada. Namun demikian, para peneliti masih terus berupaya untuk mendapatkan strategi inovatif dalam mendisain vaksin HIV untuk mencegah ataupun mengobati infeksi HIV.
Karena belum adanya vaksin tersebut, eksperimen vaksin HIV hanya dilakukan dalam konteks uji klinis dan bukan untuk dipasarkan di AS.
Sejauh ini, penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil yang menjanjikan terkait potensi vaksin pencegahan HIV. Contohnya, uji RV144 menunjukkan kemampuan mengurangi infeksi HIV sebanyak 31%.
Uji RV144 ini mendorong penelitian lanjutan terkait pencegahan HIV, termasuk Antibody-Mediated Prevention (AMP) Studies, yang menemukan bahwa antibodi yang dinetralisasi secara luas (broadly-neutralizing antibodies; bNAbs) dapat mengurangi infeksi HIV hingga 75% – namun hanya berlaku pada sejumlah strain virus HIV.
Upaya yang sedang berjalan bertujuan untuk mengembangkan metode pencegahan HIV yang lebih efektif dari yang sudah ada.
Apa bedanya vaksin pencegahan HIV dari vaksin pengobatan HIV?
Tujuan vaksin pencegahan HIV adalah mencegah orang terinfeksi HIV sebelum paparan terjadi. Jika tersedia, vaksin tersebut akan diberikan kepada orang yang tidak terinfeksi HIV.
Berbeda dari vaksin pencegahan HIV, vaksin pengobatan HIV akan diberikan kepada orang yang terinfeksi HIV. Tujuan dari vaksin pengobatan HIV adalah untuk memperkuat respon sistem kekebalan tubuh alami seseorang terhadap virus yang telah berada di dalam tubuh.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai vaksin pengobatan HIV, baca lebih lanjut dalam lembar fakta HIVinfo di “What is a Therapeutic HIV Vaccine?”
Apakah seseorang akan terinfeksi HIV dari vaksin pencegahan HIV?
Tidak, seseorang tidak akan terinfeksi HIV dari vaksin pencegahan HIV. Tidak seperti vaksin-vaksin lainnya (seperti vaksin flu), yang menggunakan virus yang tidak aktif atau dilemahkan untuk membangun sistem kekebalan tubuh terhadap virus terkait, vaksin pencegahan HIV tidak mengandung HIV.
Masing-masing vaksin pencegahan HIV diuji menggunakan disain atau strategi yang sedikit berbeda satu sama lainnya untuk membangun imunitas terhadap HIV, namun tidak ada dari vaksin tersebut yang secara nyata menularkan HIV. Contoh, vaksin pencegahan HIV yang terdahulu menargetkan gen, protein, dan bNAbs virus untuk meningkatkan imunitas terhadap HIV.
Dari sekitar 30.000 orang yang berpartisipasi dalam studi vaksin HIV di seluruh dunia selama 25 tahun terakhir, tidak ada yang tertular HIV dari vaksin yang diuji.
Mengapa vaksin pencegahan HIV menjadi penting?
Pilihan pengobatan infeksi HIV telah mengalami peningkatan dalam 40 tahun terakhir, yang memberikan cara efektif dalam menangani infeksi virus dan mencegah penularan. Namun demikian, penggunaan obat HIV (yang dikenal sebagai terapi antiretroviral [ART]) atau obat pencegahan (yang dikenal sebagai pre-exposure prophylaxis [PrEP]) yang harus diminum seumur hidup masih menjadi tantangan.
Seperti halnya dengan obat-obatan untuk penyakit kronis lainnya, obat HIV terkadang sulit diakses di sejumlah wilayah serta memiliki efek samping dan biaya yang tinggi. Selain itu, ART jangka panjang memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap jadwal minum obat, yang mungkin sulit dilakukan oleh banyak orang.
Ketika orang-orang kesulitan untuk mematuhi jadwal minum obat, mereka dapat mengalami resistensi obat terhadap jenis obat HIV tertentu dan harus mengganti obat tersebut dengan jenis obat HIV yang lain untuk menjaga HIV tetap terkendali.
Para peneliti meyakini bahwa vaksin pencegahan HIV akan menjadi cara yang paling efektif dalam mengendalikan atau menghilangkan infeksi HIV baru dengan cara mengatasi batasan-batasan yang ada dari obat HIV.
Penelitian apa saja yang sedang berjalan terkait vaksin pencegahan HIV?
Sejumlah bidang kajian yang sedang diteliti dalam uji klinis meliputi:
- Berbagai cara pemberian vaksin pencegahan, seperti penggunaan jarum dibandingkan dengan perangkat tanpa jarum
- Respons imun yang muncul pada orang yang menerima vaksin pencegahan
- Keamanan vaksin pencegahan
- Apakah vaksin pencegahan memberikan perlindungan terhadap infeksi HIV
- Apakah vaksin tersebut berkontribusi terhadap supresi virus jika seseorang yang mengikuti studi terkait terinfeksi HIV
Dimana orang dapat memperoleh informasi mengenai uji klinis yang meneliti vaksin pencegahan HIV?
Database online tentang uji klinis yang meneliti vaksin pencegahan HIV tersedia di rangkuman penelitian di laman ClinicalTrials.gov (https://clinicaltrials.gov/). Klik judul masing-masing uji klinis untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penelitian tersebut.
Jika Anda tertarik untuk berpartisipasi dalam studi vaksin pencegahan HIV, Anda dapat menghubungi Health Vaccine Research Center NIH dengan menghubungi nomor berikut: 866-833-LIFE (5433) atau dengan mengirimkan email ke alamat berikut: vaccines@nih.gov.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai uji klinis HIV, baca lembar fakta HIVinfo “HIV and AIDS Clinical Trials”.
Apa yang dimaksud dengan TasP?
TasP merujuk kepada penggunaan obat HIV untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual. TasP merupakan salah satu pilihan yang sangat efektif dalam mencegah penularan HIV.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/what-preventive-hiv-vaccine

