
Omid Kardan, Chacriya Sereeyothin, Kathryn E Schertz, Mike Angstadt, Alexander S Weigard, Marc G Berman, Mary M Heitzeg, Monica D Rosenberg
Abstrak
Masa remaja merupakan periode penting dalam maturasi neurokognitif. Paparan tingkat tinggi dari polutan udara telah dikaitkan dengan perbedaan otak pada kaum muda, meskipun relevansi temuan-temuan tersebut terhadap perilaku seperti perkembangan kognitif masih belum jelas.
Dalam penelitian ini, kami menggunakan ambang batas US Environmental Protection Agency untuk tingkat partikulat halus yang tidak sehat (PM2.5), ozon (O3), dan NO2 untuk membandingkan kaum muda yang terpapar kadar tinggi dari masing-masing polutan tersebut dan membandingkannya dengan remaja seusianya yang terpapar kadar rendah polutan-polutan tersebut, dengan mempertimbangkan tingkat sosial ekonomi, selama periode dua tahun dalam studi Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD).
Tidak ada remaja dalam studi ABCD ditemukan berada pada atau di atas ambang batas tidak sehat untuk NO2. Analisis multivariate menunjukkan variabel laten neurokognitif korelasi positif secara konsisten terhadap maturasi fungsional kortikal dan performa kerja, serta menunjukkan korelasi negatif pada ketebalan materi abu-abu (grey matter) kortikal pada rentang usia 9 – 12 tahun. Kami menemukan perbedaan yang signifikan pada variabel laten maturasi neurokognitif seiring berjalannya waktu antara kelompok yang terpapar polutan tingkat tinggi (PM2.5: N = 348, O3: N = 355) dan kelompok kontrol (PM2.5: Nkontrol = 279; O3: Nkontrol = 324), seperti maturasi jaringan kortikal, peningkatan performa kerja, dan penipisan kortikal secara signifikan lebih tinggi pada kelompok kontrol. Hasil penelitian ini telah disesuaikan dengan faktor-faktor seperti pendapatan dan pendidikan orangtua dan variabel laten pada remaja seperti usia, jenis kelamin, ras/etnis, lokasi penelitian, pergerakan kepala, scanner, faktor-faktor umum (psikopatologi, status pubertas, dan indeks deprivasi wilayah), selain penyelerasan faktor sosial-ekonomi antara kelompok paparan dan kelompok kontrol.
Sebagai kesimpulan, paparan kadar tinggi PM2,5 dan O3 berkaitan dengan keterlambatan dalam maturasi neurokognitif normative pada masa remaja awal.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41934709/
Kalimat Kutipan: Kardan O, Sereeyothin C, Schertz KE, Angstadt M, Weigard AS, Berman MG, Heitzeg MM, Rosenberg MD. Neighborhood air pollution is associated with attenuated neurocognitive maturation over early adolescence. Dev Cogn Neurosci. 2026 Jun;79:101719. doi: 10.1016/j.dcn.2026.101719. Epub 2026 Apr 2. PMID: 41934709; PMCID: PMC13089174.

