Infeksi Menular Seksual
Seri 8: HPV & Kanker
| Sekilas pandang: Human papillomavirus atau HPV dapat menimbulkan beberapa jenis kanker. |
Tinjauan
Kanker merupakan sebuah penyakit yang ditimbulkan oleh pertumbuhan sel tubuh di luar kendali.
HPV genital merupakan IMS yang paling banyak ditemukan di AS. Lebih dari 40 jenis HPV dapat mengakibatkan infeksi di area kelamin pria dan wanita, seperti kulit penis, vulva (area di luar vagina), dan anus, serta lapisan vagina, serviks, dan rektum. Seluruh jenis tersebut dapat mengakibatkan infeksi pada lapisan mulut dan tenggorokan.
Jenis HPV risiko tinggi dan rendah
HPV terbagi ke dalam dua kategori, yaitu “non-onkogenik” (menyebabkan kutil) atau “onkogenik” (menyebabkan kanker), berdasarkan besar risiko virus tersebut menimbulkan kanker. The International Agency for Research on Cancer menemukan bahwa 13 jenis HPV dapat menimbulkan kanker serviks, dan setidaknya salah satu tipe tersebut dapat menimbulkan kanker pada vulva, vagina, penis, anus, dan jenis kanker leher dan kepala tertentu (khususnya, orofaring yang meliputi pangkal tenggorokan, pangkal lidah dan tonsil). Jenis-jenis HPV yang dapat menimbulkan kutil kelamin tidak sama dengan jenis HPV yang menimbulkan kanker.
Umumnya, HPV diperkirakan mengakibatkan lebih dari 90% kanker serviks dan kanker anus, sekitar 70% kanker vulva dan vagina, dan 60% kanker penis. Kanker pangkal tenggorokan (orofaring) seringkali disebabkan oleh alkohol dan tembakau, namun banyak penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60 – 70% kanker orofaring berkaitan dengan HPV; sebagian besarnya disebabkan oleh kombinasi dari tembakau, alkohol, dan HPV.
Kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus tersebut. Biasanya, sistem kekebalan tubuh melawan dan menghancurkan infeksi HPV secara alami dalam kurun waktu dua tahun. Hal ini berlaku bagi HPV jenis non-onkogenik dan onkogenik. Menginjak usia 50 tahun, setidaknya 4 dari 5 wanita pernah terinfeksi HPV pada satu waktu dalam kehidupannya. HPV juga sering terjadi pada pria dan seringkali muncul tanpa gejala.
Bagaimana infeksi HPV dapat menimbulkan kanker?
Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang tidak dapat mengalahkan infeksi HPV dari jenis onkogenik, infeksi tersebut dapat bertahan lama dalam tubuh dan mengubah sel normal menjadi normal dan kanker. Sekitar 10% wanita dengan infeksi HPV pada serviks akan mengalami infeksi HPV jangka panjang yang membuat mereka berisiko terkena kanker serviks.
Serupa dengan di atas, ketika HPV risiko tinggi bertahan lama dalam tubuh dan menginfeksi sel vulva, vagina, penis, atau anus, hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan sel yang disebut tahap prekanker yang pada akhirnya akan berkembang menjadi kanker jika mereka tidak menemukan dan membuangnya tepat waktu. Kanker-kanker tersebut sangat jarang terjadi dibandingkan dengan kanker serviks. Masih sedikit yang diketahui mengenai berapa banyak orang dengan HPV yang akan berkembang menjadi kanker di area tersebut.
Tautan ke artikel asli: https://www.cdc.gov/cancer/hpv/basic-information.html

