Polusi Udara Menghambat Perkembangan Otak dan Kognitif Remaja

Breathing polluted air is linked to lagging brain and cognitive growth in young teenagers

Penelitian terkini, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Developmental Cognitive Neuroscience, membuktikan bahwa menghirup udara yang tercemar cenderung memperlambat perkembangan otak normal dan mental pada remaja. Para ilmuwan menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kadar partikel halus atau ozon permukaan yang tinggi menunjukkan penurunan maturasi struktur otak dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih rendah selama periode dua tahun dibandingkan dengan remaja seusianya yang tinggal di linkungan yang lebih bersih.

“Pengaruh lingkungan dapat membentuk berbagai aspek perkembangan otak dan kognitif,” ujar Omid Kardan, asisten profesor di University of Michigan dan juga penulis utama dari artikel tersebut. “Saya sangat tertarik untuk memisahkan paparan lingkungan fisik dan sosial karena keduanya dapat memberikan kesempatan dan skala yang berbeda bagi intervensi yang potensial. Polusi udara merupakan faktor lingkungan fisik yang menjadi perhatian khusus, karena penelitian pada hewan telah menunjukkan berbagai jalur yang dapat mempengaruhi otak dan perkembangannya.”

Tautan ke berita lengkap: Breathing polluted air is linked to lagging brain and cognitive growth in young teenagers

Tautan ke artikel ilmiah terkait: Neighborhood air pollution is associated with attenuated neurocognitive maturation over early adolescence

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *