Apa itu PrEP?
PrEP merupakan singkatan dari pre-exposure prophylaxis atau profilaksis pra-pajanan. Kata “profilaksis” berarti mencegah atau mengendalikan penyebaran infeksi atau penyakit.
Tiga obat HIV telah disetujui penggunaannya oleh FDA sebagai PrEP: Truvada, Descovy, dan Apretude. Obat HIV yang akan digunakan sebagai PrEP oleh seseorang ditentukan oleh situasi dan kondisi masing-masing.
Jika seseorang terpapar HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik, keberadaan obat PrEP dalam darah dapat menghentikan HIV mengendalikan dan menyebar dalam tubuh. Akan tetapi, jika PrEP tidak digunakan sesuai anjuran, jumlah obat HIV dalam darah tidak akan cukup untuk memblokir virus tersebut.
Apakah saya perlu mempertimbangkan penggunaan PrEP?
PrEP digunakan oleh orang yang tidak terinfeksi HIV, namun berisiko tinggi tertular HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik. Jika Anda sudah terinfeksi HIV, PrEP bukanlah obat HIV untuk Anda.
Lebih khusus, CDC merekomendasikan bahwa Anda perlu mempertimbangkan penggunaan PrEP jika Anda HIV negatif, melakukan hubungan seksual anal maupun vagina dalam 6 bulan terakhir, serta:
• Memiliki pasangan seksual yang HIV positif (terutama jika pasangan Anda tersebut tidak diketahui jumlah virusnya ataupun memiliki viral load yang terdeteksi), atau
• Tidak menggunakan kondom secara konsisten, atau
• Terdiagnosa PMS dalam 6 bulan terakhir.
PrEP juga direkomendasikan jika Anda menggunakan narkoba suntik serta:
• Memiliki pasangan menyuntik yang HIV positif, atau
• Berbagi jarum suntik, syringe, atau peralatan menyuntik lainnya.
PrEP juga perlu dipertimbangkan bagi orang yang tidak terinfeksi HIV namun diresepkan Non-Occupational Post-Exposure Prophylaxis (nPEP) dan:
• Melaporkan perilaku berisiko yang berkelanjutan, atau
• Telah menggunakan PEP beberapa kali
Jika Anda berpikir bahwa PrEP tepat bagi Anda, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.
Seberapa efektifkah PrEP?
PrEP oral paling efektif bekerja ketika diminum secara konsisten setiap hari. CDC melaporkan bahwa penelitian terkait efektivitas PrEP menunjukkan bahwa penggunaan PrEP yang konsisten mengurangi risiko penularan HIV melalui hubungan seksual sekitar 99% dan melalui penggunaan narkoba suntik setidaknya 74%.
Saat ini, suntikan Apretude tidak direkomendasikan bagi pengguna narkoba suntik. Descovy tidak digunakan pada wanita (yang jenis kelaminnya ditentukan sejak lahir) yang berisiko tertular HIV melalui hubungan seksual karena efektivitas obat tersebut belum diteliti.
Dengan menambahkan metode pencegahan lainnya, seperti penggunaan kondom, bersama dengan PrEP dapat menurunkan risiko Anda tertular HIV secara signifikan.
Apakah PrEP memiliki efek samping?
Pada sejumlah orang, PrEP dapat menimbulkan efek samping, seperti rasa mual, diare, sakt kepala, pusing, depresi, insomnia, dan lainnya. Seluruh efek samping tersebut tidak serius dan akan hilang seiring waktu.
Jika Anda mengonsumsi PrEP, hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping yang menganggu ataupun yang tidak kunjung hilang.
Apa yang harus Anda lakukan jika Anda merasa PrEP dapat membantu Anda?
Jika Anda merasa bahwa PrEP mungkin tepat bagi Anda, konsultasikan dengan dokter. PrEP hanya dapat diresepkan oleh seorang dokter. Jika dokter Anda setuju bahwa PrEP dapat mengurangi risiko Anda tertular HIV, langkah selanjutnya adalah melakukan tes HIV. Hasil tes tersebut harus negatif sebelum Anda dapat memulai PrEP.
Apa yang terjadi ketika Anda memulai PrEP?
Ketika Anda memulai PrEP oral (Truvada atau Descovy), Anda harus meminum obat PrEP tersebut setiap hari. PrEP menjadi kurang efektif ketika tidak diminum setiap hari sesuai anjuran.
Demikian halnya dengan Apretude, Anda tidak boleh melewatkan jadwal obat suntik tersebut. Melewatkan jadwal suntikan akan meningkatkan risiko Anda tertular HIV.
Tetap gunakan kondom saat Anda telah menggunakan PrEP. Meskipun PrEP harian dapat menurunkan risiko Anda tertular HIV secara signifikan, obat tersebut tidak dapat melindungi Anda dari PMS, seperti gonore dan klamidia. Menggabungkan penggunaan kondom dan PrEP akan menurunkan risiko Anda tertular HIV secara signifikan, serta melindungi Anda dari PMS.
Anda juga harus melakukan tes HIV setiap 3 bulan sekali ketika Anda dalam program PrEP, jadi Anda harus melakukan konsultasi lanjutan rutin dengan dokter Anda. Jika Anda mengalami kendala dalam meminum obat PrEP setiap hari atau Anda ingin berhenti menggunakannya, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.
Jika Anda ODHIV, Anda harus minum obat HIV lainnya untuk pengobatan HIV. Protokol dan pengobatan PrEP tidak disetujui untuk pengobatan bagi ODHIV.
Poin-Poin Penting:
> Pre-exposure prophylaxis (PrEP) adalah obat HIV yang diminum untuk mengurangi risiko tertular HIV. PrEP diperuntukkan bagi orang yang tidak terinfeksi HIV, namun memiliki risiko tinggi tertular HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik.
> Ketika diminum sesuai anjuran dokter, PrEP dapat melindungi Anda dari penularan HIV jika kondom bocor, tidak digunakan dengan benar, atau tidak menggunakan kondom setiap berhubungan seksual.
> Dua jenis obat HIV oral (pil) telah disetujui penggunaannya oleh FDA sebagai PrEP: Truvada dan Descovy. Agar obat HIV tersebut bekerja efektif, Anda harus meminumnya secara konsisten setiap hari.
> FDA telah menyetujui obat PrEP suntik yang bekerja (untuk periode) yang lama: Apretude. Obat tersebut diberikan sebagai suntikan setiap dua bulan sekali. Seperti obat PrEP lainnya, Anda harus mendapatkan PrEP suntikan pada waktu yang ditentukan agar obat PrEP suntik tersebut dapat bekerja efektif.
> Penting untuk diketahui bahwa PrEP tidak melindungi Anda dari penularan penyakit menular seksual (PMS) lainnya sehingga PrEP dan kondom harus selalu digunakan.
> CDC melaporkan bahwa penelitian tentang efektivitas PrEP menunjukkan bahwa penggunaan PrEP yang konsisten menurunkan risiko penularan HIV melalui hubungan seksual hingga 99% serta dari penggunaan narkoba suntik setidaknya 74%.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/pre-exposure-prophylaxis-prep

