Apakah yang dimaksud dengan Infeksi Oportunistik?
Infeksi oportunistik (IO) merupakan infeksi yang terjadi lebih sering atau lebih parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dibandingkan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Contoh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah ODHIV, pasien kanker, atau orang yang menerima transplantasi organ.

IO juga disebabkan oleh beragam kuman (virus, bakteri, jamur, dan parasit) yang dapat menyebar dengan berbagai cara, baik melalui udara, cairan tubuh, atau air atau makanan yang terkontaminasi.
Sejumlah IO yang biasa ditemukan pada ODHIV adalah kandidiasis, infeksi salmonella, toksoplasmosis, dan tuberculosis (TB). Pada sejumlah kasus, sejumlah orang mungkin sudah memiliki penyakit yang sifatnya inaktif (seperti TB laten) yang menjadi aktif ketika sistem kekebalan tubuh mereka melemah akibat kondisi yang tidak diobati, seperti HIV.
The Guidelines for the Prevention and Treatment of Opportunistic Infections in Adults and Adolescents With HIV (https://clinicalinfo.hiv.gov/en/guidelines/hiv-clinical-guidelines-adult-and-adolescent-opportunistic-infections/whats-new?view=full) memberikan informasi rinci mengenai IO yang berkaitan dengan HIV.
Mengapa ODHIV bisa mengalami IO?
Ketika seseorang terinfeksi HIV, virus tersebut mulai memperbanyak diri dan merusak sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat tubuh sulit melawan IO, yang mengambil kesempatan dari kondisi lemah tersebut.
Obat HIV mencegah HIV merusak sistem kekebalan tubuh. Namun tanpa perawatan dengan obat HIV, HIV secara bertahap merusak sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi AIDS. Kebanyakan IO (seperti bentuk tertentu dari pneumonia dan TB) serta sejumlah kanker merupakan kriteria yang menggambarkan kondisi AIDS, kondisi yang mengancam jiwa bagi ODHIV.
Apakah IO umum terjadi pada ODHIV?
Karena obat HIV secara luas digunakan di AS, kasus IO menjadi semakin berkurang pada ODHIV dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, IO tetap menjadi masalah bagi ODHIV. ODHIV dapat terkena IO karena sejumlah alasan berikut:
- Mereka tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV. Oleh karenanya, mereka tidak mendapatkan perawatan HIV. IO dapat menjadi tanda pertama bahwa mereka terinfeksi HIV.
- Mereka mungkin mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV, namun mereka tidak mendapatkan perawatan HIV.
- Mereka mendapatkan perawatan HIV, namun obat HIV tidak dapat mengendalikan infeksi HIV di tubuh mereka.
Untuk ODHIV, perlindungan terbaik melawan HIV adalah meminum obat HIV sesuai dengan anjuran dokter dan melakukan konsul medis lanjutan secara rutin untuk memastikan bahwa rejimen pengobatan HIV bekerja dengan efektif.
Apa yang dapat dilakukan ODHIV untuk mencegah munculnya IO?
Selain minum obat HIV sesuai anjuran dokter, PDHIV dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko mereka terkena IO.
- Menghindari kontak dengan kuman yang menyebabkan IO
Kuman yang menyebabkan OI menyebar melalui berbagai cara, seperti melalui cairan tubuh atau kotoran. Untuk menghindari infeksi menular seksual (IMS), gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Jika Anda menggunakan narkoba suntik, jangan pernah berbagi jarum suntik atau perangkat menyuntik. Setelah kontak dengan kotoran manusia maupun hewan, cuci tangan dengan air hangat dan sabun.
Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai cara lain untuk menghindari kuman penyebab IO.
- Berhati-hati dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi
Makanan dan minuman dapat terkontaminasi dengan kuman penyebab IO. Untuk amannya, jangan mengonsumsi sejumlah makanan tertentu (termasuk telor setengah matang, produk susu yang tidak dipasteurisasi atau jus buah, atau kecambah mentah) dan jangan minum air langsung dari sungai atau danau.
Untuk kiat-kiat mengenai cara menghindari kuman penyebab IO, baca lembar fakta HIVinfo “HIV and Nutrition and Food Safety” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-nutrition-and-food-safety).
- Bepergian dengan aman
Sebelum melakukan perjalanan, konsultasikan rencana perjalanan dengan dokter Anda untuk mengetahui cara menghindari Anda jatuh sakit. Dokter Anda akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan vaksinasi atau mengonsumsi obat tertentu untuk mencegah IO yang umum terjadi di negara tujuan Anda. Contoh, jika ODHIV bepergian ke wilayah dengan angka malaria tinggi (seperti Brazil atau India), mereka akan disarankan untuk minum mefloquine atau obat antimalaria lainnya sebelum melakukan perjalanan.
Baca lembar fakta CDC “Living with HIV” (https://www.cdc.gov/hiv/living-with/index.html)
- Mendapatkan vaksinasi
Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai vaksin yang mungkin Anda perlukan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hal ini, baca lembar fakta HIVinfo “HIV and Immunizations” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-immunizations) (tautan ke terjemahan lengkap: https://yayasanabhipraya.com/2024/08/16/hiv-dan-immunisasi/).
Apakah IO dapat diobati?
Terdapat banyak obat untuk mengobati IO, termasuk obat antivirus, antibiotik, antijamur, dan antiparasit. Jenis obat yang digunakan bergantung pada jenis kuman yang menyebabkan IO.
Sejumlah obat HIV dan kondisi seperti diabetes atau penyakit ginjal dapat mempengaruhi efektivitas obat IO. Demikian juga, sejumlah obat IO dapat mempengaruhi efektivitas obat HIV. Ketika meresepkan obat IO, dokter perlu mempertimbangkan hal-hal tersebut dan faktor lainnya untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan. Secara umum, obat IO lebih efektif bekerja pada ODHIV yang patuh dengan rejimen pengobatan HIV mereka (oleh karenanya, dapat mengendalikan infeksi HIV di tubuh mereka) dibandingkan dengan ODHIV yang tidak menjalani pengobatan ataupun dengan stadium HIV lanjut.
Ketika IO sukses diobati, ODHIV mungkin perlu terus menggunakan obat yang sama atau berganti ke obat lainnya untuk mencegah IO muncul kembali.
The Clinicalinfo Drug Database (https://clinicalinfo.hiv.gov/en/drugs) berisi informasi mengenai obat-obatan yang digunakan untuk mencegah dan mengobati IO.
| Poin-Poin Penting: Infeksi oportunistik (IO) merupakan infeksi yang terjadi lebih sering atau lebih parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti ODHIV, dibandingkan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.Karena obat HIV mencegah HIV merusak sistem kekebalan tubuh, perlindungan terbaik melawan IO bagi ODHIV adalah meminum obat HIV sesuai dengan anjuran dokter. |
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/what-opportunistic-infection

