Myron S Cohen, Ying Q Chen, Marybeth McCauley, Theresa Gamble, Mina C Hosseinipour, Nagalingeswaran Kumarasamy, James G Hakim, Johnstone Kumwenda, Beatriz Grinsztejn, Jose H S Pilotto, Sheela V Godbole, Sanjay Mehendale, Suwat Chariyalertsak, Breno R Santos, Kenneth H Mayer, Irving F Hoffman, Susan H Eshleman, Estelle Piwowar-Manning, Lei Wang, Joseph Makhema, Lisa A Mills, Guy de Bruyn, Ian Sanne, Joseph Eron, Joel Gallant, Diane Havlir, Susan Swindells, Heather Ribaudo, Vanessa Elharrar, David Burns, Taha E Taha, Karin Nielsen-Saines, David Celentano, Max Essex, Thomas R Fleming; HPTN 052 Study Team
Abstrak
Latar Belakang: Terapi antiretroviral (antiretroviral therapy; ART) yang mengurangi replikasi HIV dapat membatasi penularan HIV tipe-1 pada pasangan serodiskordan
Metode Penelitian: Di sembilan negara, tim peneliti melibatkan 1,763 pasangan dimana salah satu pasangan adalah HIV-1 positif dan pasangannya adalah HIV-1 negatif; 54% partisipan berasal dari Afrika, dan 50% pasangan yang terinfeksi adalah laki-laki. Partisipan yang terinfeksi HIV-1 serta memiliki jumlah CD4 berkisar dari 350 – 550 sel/mm2 dimasukkan ke dalam kelompok penelitian secara acak dengan rasio 1:1 untuk menerima ART, baik sesegera mungkin (terapi dini) atau setelah terjadinya penurunan sel CD4 atau timbulnya gejala infeksi HIV-1 (terapi tertunda). Titik akhir pencegahan utama adalah penularan HIV-1 pada pasangan yang HIV-1 negatif. Titik akhir klinis utama adalah kejadian awal tuberculosis paru, infeksi bakteri parah, HIV stadium 4 berdasarkan standar WHO, atau kematian.
Hasil penelitian: Pada tanggal 21 Februari 2011, sebanyak 39 kasus penularan HIV-1 teramati (incidence rate, 1.2 per 100 person-years; 95% confidence interval [CI], 0.9 to 1.7); dari jumlah tersebut, 28 kasus diantaranya memiliki hubungan virology dengan pasangannya yang sudah terinfeksi HIV-1 (incidence rate, 0.9 per 100 person-years, 95% CI, 0.6 to 1.3). Dari 28 kasus tersebut, hanya 1 kasus yang terjadi pada kelompok terapi dini (hazard ratio, 0.04; 95% CI, 0.01 to 0.27; P<0.001). Partisipan penelitian yang menerima terapi dini memiliki titik akhir pengobatan yang lebih sedikit (hazard ratio, 0.59; 95% CI, 0.40 to 0.88; P=0.01).
Kesimpulan: Inisiasi dini ART mengurangi angka penularan HIV-1 secara seksual dan mengurangi kejadian klinis, yang menunjukkan manfaat bagi kesehatan pribadi dan masyarakat dari terapi tersebut.
(Didanai oleh the National Institute of Allergy and Infectious Diseases dan lainnya; nomor HPTN 052 ClinicalTrials.gov, NCT00074581.).
Tautan ke artikel lengkap:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21767103/
Kalimat Kutipan:
Cohen MS, Chen YQ, McCauley M, Gamble T, Hosseinipour MC, Kumarasamy N, Hakim JG, Kumwenda J, Grinsztejn B, Pilotto JH, Godbole SV, Mehendale S, Chariyalertsak S, Santos BR, Mayer KH, Hoffman IF, Eshleman SH, Piwowar-Manning E, Wang L, Makhema J, Mills LA, de Bruyn G, Sanne I, Eron J, Gallant J, Havlir D, Swindells S, Ribaudo H, Elharrar V, Burns D, Taha TE, Nielsen-Saines K, Celentano D, Essex M, Fleming TR; HPTN 052 Study Team. Prevention of HIV-1 infection with early antiretroviral therapy. N Engl J Med. 2011 Aug 11;365(6):493-505. doi: 10.1056/NEJMoa1105243. Epub 2011 Jul 18. PMID: 21767103; PMCID: PMC3200068.

