Kathryn E Lancaster, Irving F Hoffman, Brett Hanscom, Tran Viet Ha, Kostyantyn Dumchev, Hepa Susami, Scott Rose, Vivian F Go, Sarah A Reifeis, Katie R Mollan, Michael G Hudgens, Estelle M Piwowar-Manning, Paul Richardson, Sergii Dvoriak, Zubairi Djoerban, Tetiana Kiriazova, Oleksandr Zeziulin, Samsuridjal Djauzi, Chu Viet Ahn, Carl Latkin, David Metzger, David N Burns, Jeremy Sugarman, Steffanie A Strathdee, Susan H Eshleman, William Clarke, Deborah Donnell, Lynda Emel, Lisa E Sunner, Laura McKinstry, Nirupama Sista, Erica L Hamilton, Jonathan P Lucas, Bui D Duong, Nguyen Van Vuong, Riza Sarasvita, William C Miller; HPTN 074 Study Team
Pendahuluan
Mempertimbangkan kompleksitas dalam mengurangi stigma dan risiko legal serta menyediakan layanan pengurangan dampak buruk yang efektif, penasun sering tidak dilibatkan dalam penelitian pencegahan HIV. Meskipun HIV Prevention Trials Network (HPTN) 052 menunjukkan manfaat dari terapi obat ARV sedini mungkin pada ODHA untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual, namun uji klinis tersebut tidak melibatkan penasun aktif.
Perilaku menyuntik diantara penasun setelah memulai obat ARV dapat berubah akibat perubahan dalam perilaku berisiko atau perhatian akan masalah kesehatan yang meningkat sehingga mengarah kepada pengurangan risiko terkait perilaku menyuntik atau peningkatan penggunaan alat suntik steril. Penggunaan NAPZA yang berkelanjutan dapat mengarah kepada retensi dan tingkat kepatuhan minum obat ARV, kegagalan pengobatan, dan kemungkinan penularan strain virus yang resisten terhadap obat ARV.
HPTN 074 dirancang untuk menentukan kelayakan, hambatan, serta serapan dari intervensi yang terintegrasi dengan menggabungkan rujukan dukungan dan konseling psikososial singkat bagi keterikatan dini dalam pengobatan ARV dan adiksi bagi penasun dengan HIV. HPTN 074 melibatkan jejaring penasun dengan status HIV-diskordan bagi penasun dengan HIV positif yang memiliki jumlah viremia yang tinggi dan pasangan menyuntik mereka yang HIV negatif di 3 wilayah yang berbeda secara geografis dan budaya: Indonesia, Ukraina, dan Vietnam.
Metode Penelitian
Penelitian ini melibatkan penasun di 3 wilayah geografis berbeda yang memiliki data epidemik HIV pada penasun: Jakarta, Indonesia; Kyiv, Ukraina; dan, Thai Nguyen, Vietnam. Populasi penelitian ini adalah jejaring penasun dengan dua tipe partisipan: partisipan indeks dengan HIV positif dan viremia yang tinggi (> 1000 kopi/mL) dan pasangan menyuntik mereka yang HIV negatif. Partisipan indeks pada kelompok intervensi menerima paket pengurangan dampak buruk standard serta intervensi yang terintegrasi yang meliputi: (1) Navigator Sistem, untuk memfasilitasi keterikatan, retensi, dan kepatuhan dalam pengobatan HIV dan adiksi; (2) Konseling Psikososial, untuk memfasilitasi kepatuhan terhadap pengobatan HIV dan adiksi; dan (3) Rujukan ke pengobatan ARV tanpa melihat nilai CD4. Partisipan indeks di kelompok layanan standard menerima paket layanan standar WHO untuk penasun, termasuk tes dan konseling HIV serta rujukan untuk obat ARV, diagnose dan pengobatan infeksi menular seksual, Hepatitis B dan C, serta Tuberkulosis, yang sesuai.
Hasil Penelitian
Data baseline, meliputi partisipan indeks dan pasangan menyuntiknya, menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan adalah laki-laki (87,3%) dengan site Ukraina memiliki partisipan perempuan terbanyak. Usia rerata pada saat enrolmen adalah 34 tahun (IQR: 30, 38). Tidak seperti site Indonesia dan Vietnam, sebagian besar partisipan di site Ukraina berstatus sudah menikah atau tinggal dengan pasangan seksual (57,7%). Secara keseluruhan, 54,7% partisipan di Indonesia dan 41,8% di Ukraina adalah lulusan perguruan tinggi atau sekolah tinggi teknik, dibandingkan dengan site Vietnam, 4,8%. Sebagian besar partisipan di Ukraina tidak bekerja (65%), sementara partisipan di Indonesia (73,6%) dan Vietnam (77,5%) bekerja penuh ataupun paruh waktu. Zat yang paling sering disuntikkan adalah metadon yang diproduksi secara ilegal untuk site Ukraina (84,2%), dan heroin untuk site Indonesia (81,8%) dan Vietnam (99,5%). Ukuran jejaring menyuntik bervariasi berdasarkan wilayah; angka median untuk pasangan menyuntik dari indeks adalah 3 (IQR:2, 5) di Indonesia, 5 (IQR: 3, 10) di Ukraina, dan 3 (IQR: 2, 4) di Vietnam. Konsumsi alkohol yang berbahaya, dinilai menggunakan the Alcohol Use Disorders Identification Test – Alcohol Consumption Questions (AUDIT-C), banyak dilaporkan di Ukraina (54,7%) dan Vietnam (26,4%). Perilaku seksual berisiko yang dilaporkan dalam sebulan terakhir, termasuk memiliki dua atau lebih pasangan seksual serta memberi/menerima uang atau NAPZA sebagai alat tukaruntuk hubungan seksual, merupakan hal yang tidak umum dilakukan oleh partisipan penelitian di seluruh site. Hampir separuh (46,5%) partisipan di Indonesia, lebih dari separuh di Ukraina (53,2%), dan lebih dari ¾ partisipan di Vietnam (77,4%) melaporkan tidak pernah mengakses layanan metadon atau program Pengobatan-dengan-Bantuan-Obat (Medication-Assisted Treatment; MAT) sebelum masuk ke dalam penelitian ini.
Kesimpulan
Meskipun terdapat perbedaan regional dalam perilaku berisiko, penasun khususnya di Ukraina membutuhan perhatian mendesak terkait strategi pengurangan perilaku berisiko. Perbedaan regional yang penting dalam perilaku berisiko membutuhkan pengobatan serta intervensi pencegahan yang fleksibel dan disesuaikan bagi populasi penasun.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30350406/
Kalimat Kutipan:
Lancaster KE, Hoffman IF, Hanscom B, Ha TV, Dumchev K, Susami H, Rose S, Go VF, Reifeis SA, Mollan KR, Hudgens MG, Piwowar-Manning EM, Richardson P, Dvoriak S, Djoerban Z, Kiriazova T, Zeziulin O, Djauzi S, Ahn CV, Latkin C, Metzger D, Burns DN, Sugarman J, Strathdee SA, Eshleman SH, Clarke W, Donnell D, Emel L, Sunner LE, McKinstry L, Sista N, Hamilton EL, Lucas JP, Duong BD, Van Vuong N, Sarasvita R, Miller WC; HPTN 074 Study Team. Regional differences between people who inject drugs in an HIV prevention trial integrating treatment and prevention (HPTN 074): a baseline analysis. J Int AIDS Soc. 2018 Oct;21(10):e25195. doi: 10.1002/jia2.25195. PMID: 30350406; PMCID: PMC6198168.

