Poin-poin untuk diingat
- Ganja merujuk pada daun kering, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa or Cannabis indica.
- Tanaman tersebut mengandung senyawa THC yang dapat merubah pikiran dan senyawa terkait lainnya.
- Orang menggunakan ganja dengan cara merokok, memakan, meminum, atau menghisapnya.
- Saat ini, merokok dan vaping ekstrak yang kaya akan THC dari tanaman ganja sedang populer.
————————————————————————————
THC secara berlebihan mengaktivasi reseptor tertentu di otak, yang mengakibatkan efek berikut:
- Indera yang berubah
- Perubahan mood
- Gangguan gerakan tubuh
- Kesulitan dalam berpikir dan memecahkan masalah
- Gangguan memori dan belajar
————————————————————————————
Ganja dapat mengakibatkan efek kesehatan, mencakup:
- Halusinasi dan paranoia
- Masalah pernapasan
- Kemungkinan kerusakan otak pada janin, untuk wanita hamil
————————————————————————————–
- Kadar THC dalam ganja terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, menimbulkan efek yang lebih berbahaya bagi sejumlah orang.
- Kecil kemungkinannya seseorang gagal dalam tes narkoba atau mendapatkan efek “high” dari paparan pasif karena menghirup asap ganja secara pasif
- Tidak ada laporan mengenai remaja ataupun orang dewasa yang meninggal hanya karena ganja, namun penggunaan ganja dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang tidak menyenangkan, seperti kecemasan dan paranoia, dan, dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi psikotik yang ekstrim.
- Penggunaan ganja dapat mengarah ke gangguan penyalahgunaan narkoba, yang dapat berkembang menjadi adiksi, dalam kasus yang parah.
- Saat ini, tidak ada pengobatan yang tersedia untuk mengobati gangguan penggunaan ganja, namun terapi perilaku dapat memberikan hasil efektif.
————————————————————————————
Sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana

