Adhitya Sigit Ramadianto, Irmia Kusumadewi, Feranindhya Agiananda & Natalia Widiasih Raharjanti
Abstrak
Latar Belakang
Depresi dan kecemasan merupakan masalah kesehatan jiwa yang banyak dialami oleh mahasiswa kedokteran karena berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan medis. Masalah-masalah tersebut tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup mereka, namun juga perkembangan akademik dan profesi. Strategi koping dan ketahanan merupakan dua faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa mahasiswa tersebut. Data mengenai kesehatan jiwa mahasiswa kedokteran di Indonesia sangat jarang sehingga menghambat upaya untuk mengatasi masalah tersebut secara sistematis. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi gejala depresi dan kecemasan pada mahasiswa kedokteran di Indonesia serta kaitannya dengan strategi koping dan ketahanan mereka.
Metode Penelitian
Mahasiswa S1 kedokteran dari setiap tahun studi (Preklinis tahun 1 – 4, Klinis tahun 1 – 2) di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia dipilih secara acak untuk berpartisipasi dalam penelitian potong-lintang ini. Kuesioner penelitian meliputi karakteristik sosial-demografis, Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur gejala depresi dan kecemasan, Brief COPE untuk mengukur strategi koping, dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur ketahanan. Skor untuk gejala depresi dan kecemasan dianalisa dengan membandingkannya antara kelompok sosial-demografis yang berbeda dan dengan mengukur korelasi mereka dengan strategi koping dan ketahanan. Analisa multiple regresi dilakukan untuk mengidentifikasi prediktor gejala depresi dan kecemasan.
Hasil Penelitian
Dari 532 responden, 22,2% melaporkan gejala depresi dan 48,1% melaporkan gejala kecemasan, termasuk 3% mengalami depresi sangat parah dan 8.1% mengalami kecemasan sangat parah. Mahasiswa kedokteran yang tidak tinggal bersama keluarga dekat memiliki skor depresi yang tinggi; mahasiswi kedokteran dan mereka yang berada di tingkat Preklinis Tahun 1 dan Klinis Tahun 1 menunjukkan skor kecemasan yang tinggi. Strategi koping yang disfungsional dan rendahnya ketahanan merupakan prediktor akan tingginya gejala depresi dan kecemasan.
Kesimpulan
Mahasiswa kedokteran menunjukkan tingkat gejala depresi dan kecemasan yang berbeda, yang menunjukkan tingkat kebutuhan dukungan kesehatan jiwa yang berbeda-beda dari promosi kesehatan jiwa universal hingga pengobatan psikiatrik. Program pencegahan dapat ditargetkan pada mahasiswa kedokteran yang memiliki faktor risiko, seperti tidak tinggal dengan keluarga dekat, menjalani tahun pertaman studi preklinis atau rotasi klinis, menghadapi strategi yang tidak berfungsi, dan memiliki tingkat ketahanan yang rendah. Sebagai tambahan, pendidik kedokteran harus menyadari faktor-faktor lainnya diluar mahasiswa yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka, seperti desain kurikulum dan pengalaman belajar.
Kata Kunci: Kecemasa, strategi koping, depresi, pendidikan kedokteran S1, mahasiswa kedokteran, ketahanan
Tautan ke artikel lengkap: https://link.springer.com/article/10.1186/s12888-022-03745-1
Kalimat kutipan:
Ramadianto, A.S., Kusumadewi, I., Agiananda, F. et al. Symptoms of depression and anxiety in Indonesian medical students: association with coping strategy and resilience. BMC Psychiatry 22, 92 (2022). https://doi.org/10.1186/s12888-022-03745-1

