William C Miller, Irving F Hoffman, Brett S Hanscom, Tran V Ha, Kostyantyn Dumchev, Zubairi Djoerban, Scott M Rose, Carl A Latkin, David S Metzger, Kathryn E Lancaster, Vivian F Go, Sergii Dvoriak, Katie R Mollan, Sarah A Reifeis, Estelle M Piwowar-Manning, Paul Richardson, Michael G Hudgens, Erica L Hamilton, Jeremy Sugarman, Susan H Eshleman, Hepa Susami, Viet Anh Chu, Samsuridjal Djauzi, Tetiana Kiriazova, Duong D Bui, Steffanie A Strathdee, David N Burns
Ringkasan
Studi HPTN 074 dilaksanakan di tiga negara yang memiliki kasus adiksi dengan prevalensi tinggi: Indonesia, Vietnam, dan Ukraina. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai kelayakan dari uji klinis terkendali di masa depan berdasarkan pada insidens HIV, enrolmen, retensi, dan serapan intervensi, serta efikasi dari intervensi yang fleksibel dan terintegrasi untuk penggunaan obat ARV, supresi virus, dan penggunaan obat MAT.
Uji klinis ini bersifat terkontrol dan random serta dilaksanakan di Kyiv, Ukraine (satu pusat komunitas), Thai Nguyen, Vietnam (dua puskesmas), dan Jakarta Indonesia (satu rumah sakit). Penasun dengan HIV (partisipan indeks) dan pasangan menyuntiknya yang HIV negatif direkrut sebagai unit jejaring penasun dan layak untuk diskrining jika mereka berusia 18-45 tahun (diperbaharui menjadi 18-60 tahun, 8 bulan setelah studi berjalan) serta merupakan penasun yang aktif. Kriteria kelayakan lainnya bagi partisipan indeks meliputi angka viral load 1.000 kopi/mL atau lebih, keinginan dan kemampuan untuk merekrut setidaknya satu orang pasangan menyuntik yang mau berpartisipasi dalam studi. Partisipan indeks ditetapkan secara acak melalui sekuensi komputerisasi yang diakses melalui portal web yang aman (3:1) ke dalam kelompok layanan standar atau intervensi, distratifikasi berdasarkan site. Penutupan penetapan kelompok tidak dapat dilakukan karena sifat intervensi. Paket intervensi terdiri dari: navigasi sistem, konseling psikososial, dan ART tanpa melihat angka CD4. Layanan MAT dan ART local menjadi tempat rujukan. Partisipan ditindaklanjuti selama 12-24 bulan.
Di ketiga site, periode skrining dimulai tanggal 5 Februari 2015 sampai dengan 3 Juni 2016, sebanyak 3.343 partisipan indeks yang potensial berhasil diskrining, dan 504 penasun dengan HIV (15%) berhasil dienrol sebagai partisipan indeks; dua orang dikeluarkan karena alas an tidak memenuhi kriteria kelayakan. Dari 502 partisipan indeks tersebut, 194 penasun (39%) dienrol di site Thai Nguyen, Vietnam, 187 orang (37%) di site Kyiv, Ukraina, dan 121 orang (24%) di site Jakarta, Indonesia. Sebanyak 1.171 pasangan menyuntik dirujuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 810 (69%) berhasil dienrol; sebanyak 4 orang pasangan menyuntik dikeluarkan dari studi karena alas an tidak memenuhi kriteria kelayakan. Oleh karenanya, hanya 806 pasangan menyuntik yang termasuk dalam analisa data.
Partisipan indeks dikelompokkan secara acak ke kelompok intervensi (126 [25%]) dan kelompok layanan standar (376 [75%]). Pada minggu ke-52, sebagian besar partisipan indeks yang hidup (389 [86%] dari 451) dan pasangan menyuntik (567 [80%] dari 710) tetap mengikuti penelitian. Penggunaan obat ARV yang dilaporkan secara mandiri juga tinggi pada partisipan indeks dari kelompok intervensi dibandingkan pada kelompok layanan standard (probability ratio [PR] 1·7, 95% CI 1·4–1·9). Penggunaan obat MAT di minggu ke-52 pada partisipan indeks di kelompok intervensi dilaporkan lebih banyak dibandingkan pada kelompok layanan standard (PR 1·7, 95% CI 1·3–2·2). Sebanyak 7 insidens infeksi HIV terjadi sepanjang studi berlangsung; seluruh kasus insidens tejadi pada pasangan menyuntik di kelompok layanan standar (insidens pada kelompok intervensi 0·0 per 100 orang-tahun, 95% CI 0·0–1·7; insidens pada kelompok layanan standar 1·0 per 100 orang-tahun, 95% CI 0·4–2·1; perbedaan angka insidens –1·0 per 100 orang-tahun, 95% CI –2·1 to 1·1). Tidak terdapat kasus kejadian yang tidak diinginkan terjadi akibat intervensi yang dilakukan.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30191830/
Kalimat Kutipan:
Miller WC, Hoffman IF, Hanscom BS, Ha TV, Dumchev K, Djoerban Z, Rose SM, Latkin CA, Metzger DS, Lancaster KE, Go VF, Dvoriak S, Mollan KR, Reifeis SA, Piwowar-Manning EM, Richardson P, Hudgens MG, Hamilton EL, Sugarman J, Eshleman SH, Susami H, Chu VA, Djauzi S, Kiriazova T, Bui DD, Strathdee SA, Burns DN. A scalable, integrated intervention to engage people who inject drugs in HIV care and medication-assisted treatment (HPTN 074): a randomised, controlled phase 3 feasibility and efficacy study. Lancet. 2018 Sep 1;392(10149):747-759. doi: 10.1016/S0140-6736(18)31487-9. PMID: 30191830; PMCID: PMC6299325.

