Expanding substance use treatment options for HIV prevention with buprenorphine-naloxone: HIV Prevention Trials Network 058
David S Metzger, Deborah Donnell, David D Celentano, J Brooks Jackson, Yiming Shao, Apinun Aramrattana, Liu Wei, Liping Fu, Jun Ma, Gregory M Lucas, Marek Chawarski, Yuhua Ruan, Paul Richardson, Katherine Shin, Ray Y Chen, Jeremy Sugarman, Bonnie J Dye, Scott M Rose, Geetha Beauchamp, David N Burns; HPTN 058 Protocol Team
Abstrak
Latar Belakang: Penggunaan opioid suntik berperan penting dalam penularan infeksi HIV di banyak komunitas serta beberapa wilayah di dunia. Akses terhadap pengobatan berbasis bukti ilmiah untuk gangguan penggunaan opioid masih sangat terbatas.
Metode penelitian: HIV Prevention Trials Network 058 (HPTN 058) merupakan uji klinis acak yang terkendali (randomized controlled trial) yang didisain untuk membandingkan dampak dari 2 strategi medication-assisted treatment (MAT; pengobatan dengan bantuan obat) terhadap insidens atau kematian akibat HIV pada pengguna opioid suntik.
Pengguna opioid suntik tanpa infeksi HIV direkrut dari 4 komunitas di Thailand dan China yang memiliki prevalensi HIV yang tinggi secara historis pada pengguna narkoba suntik. Sebanyak 1.251 partisipan dikelompokkan secara acak ke kelompok studi (1) intervensi 1 tahun yang terdiri dari 2 kesempatan untuk detoksifikasi 15 hari dengan buprenorphine/naloxone (BUP/NX) yang dikombinasikan dengan 21 sesi konseling perilaku mengenai narkoba dan risikonya [pengobatan dengan bantuan obat jangka pendek (ST-MAT)] atau (2) dosis 3x seminggu selama 48 minggu dengan BUP/NX dan 21 sesi konseling [pengobatan dengan bantuan obat jangka panjang (LT-MAT)] yang diikuti dengan pengurangan dosis. Setiap partisipan diikuti selama 52 minggu setelah perawatan selesai untuk menilai ketahanan dampak intervensi.
Hasil penelitian: Meskipun penelitian dihentikan lebih awal karena kejadian titik akhir primer lebih rendah dari yang diharapkan, data yang tersedia cukup untuk menilai dampak intervensi pada penggunaan narkoba dan perilaku menyuntik berisiko. Pada minggu ke-26, 22% peserta ST-MAT memiliki hasil tes urin negatif untuk opioid dibandingkan dengan 57% pada LT-MAT (P < 0,001). Perbedaan menghilang pada tahun setelah pengobatan: pada minggu ke-78, 35% pada ST-MAT dan 32% pada LT-MAT memiliki hasil tes urin negatif. Perilaku menyuntik berkurang secara signifikan pada kedua kelompok setelah randomisasi.
Kesimpulan: Partisipan yang menerima BUP/NX 3 kali seminggu cenderung mengurangi perilaku menyuntik opioid saat menjalani pengobatan aktif. Kedua strategi pengobatan tersebut tergolong aman dan dikaitkan dengan penurunan perilaku menyuntik berisiko. Data tersebut mendukung penggunaan BUP/NX 3 kali seminggu sebagai cara untuk mengurangi paparan terhadap infeksi HIV. Akses berkelanjutan ke BUP/NX mungkin diperlukan untuk mempertahankan penurunan penggunanan opioid.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25564105/
Kalimat Kutipan:
Metzger DS, Donnell D, Celentano DD, Jackson JB, Shao Y, Aramrattana A, Wei L, Fu L, Ma J, Lucas GM, Chawarski M, Ruan Y, Richardson P, Shin K, Chen RY, Sugarman J, Dye BJ, Rose SM, Beauchamp G, Burns DN; HPTN 058 Protocol Team. Expanding substance use treatment options for HIV prevention with buprenorphine-naloxone: HIV Prevention Trials Network 058. J Acquir Immune Defic Syndr. 2015 Apr 15;68(5):554-61. doi: 10.1097/QAI.0000000000000510. PMID: 25564105; PMCID: PMC4382671.

