Apa itu PEP?
PEP merupakan singkatan dari post-exposure prophylaxis atau profilaksis pasca-pajanan. Kata “profilaksis” berarti mencegah atau mengendalikan penyebaran infeksi atau penyakit. PEP berarti meminum obat HIV dalam kurun waktu 72 jam (3 hari) setelah kemungkinan terjadinya paparan HIV untuk mencegah infeksi tersebut.
PEP hanya digunakan dalam situasi kegawatdaruratan; tidak ditujukan untuk penggunaan rutin bagi orang yang terpapar HIV secara rutin. PEP tidak menggantikan penggunaan rutin dari metode pencegahan HIV lainnya, seperti penggunaan kondom yang rutin dan tepat selama berhubungan seks atau pre-exposure prophylaxis (PrEP). PrEP berbeda dari PEP, dimana untuk PrEP orang yang berisiko tertular HIV meminum obat HIV setiap hari atau suntikan setiap dua bulan sekali untuk mencegah HIV.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca terjemahan dari Dasar-dasar Pencegahan HIV dan Profilaksis Pra-Pajanan
Siapa yang perlu mempertimbangkan penggunaan PEP?
PEP diresepkan bagi orang dengan HIV negatif atau bagi mereka yang tidak mengetahui status HIV-nya, dan bagi mereka yang dalam 72 jam terakhir:
• Mungkin terpapar HIV dari hubungan seks
• Berbagi jarum suntik atau peralatan menyuntik lainnya ketika menggunakan narkoba suntik
• Mengalami kekerasan seksual
• Mungkin terpapar HIV di tempat kerja (paparan akibat pekerjaan)
Jika Anda berpikir bahwa Anda terpapar HIV baru-baru ini, segera konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter IGD mengenai PEP.
Jika Anda berpikir bahwa PrEP tepat bagi Anda, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.
Seorang tenaga kesehatan yang mungkin terpapar HIV harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Kapan harus memulai PEP?
PEP harus segera dimulai dalam kurun waktu 72 jam (3 hari) setelah kemungkinan paparan terhadap HIV. Semakin cepat PEP diberikan setelah paparan terhadap HIV terjadi, semakin baik. Setiap jam sangat berharga. Berdasarkan penelitian, PEP tidak bekerja mencegah infeksi HIV ketika diberikan lebih dari 72 jam setelah seseorang terpapar HIV.
Ketika Anda diresepkan PEP, Anda akan minum obat HIV setiap hari selama 28 hari.
Obat HIV apa yang digunakan untuk PEP
CDC memberikan pedoman mengenai obat HIV yang diresepkan untuk PEP. Pedoman tersebut mencakup rekomendasi bagi populasi tertentu, termasuk remaja dan orang dewasa, anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan masalah ginjal.
Rekomendasi PEP terbaru dapat dilihat pada laman CDC: PEP Resources
Penyedia layanan kesehatan atau dokter IGD akan mendiskusikan dengan Anda mengenai jenis PEP yang tepat untuk Anda.
Seberapa efektif PEP bekerja?
PEP efektif mencegah HIV ketika digunakan dengan tepat, namun tidak 100% efektif. Semakin cepat PEP diberikan setelah kemungkinan terjadinya paparan HIV, semakin baik. Setiap jam berharga. Ketepatan efektivitas PEP sulit untuk diukur, namun penelitian observational (pengamatan pasif) menunjukkan bahwa PEP dapat mengurangi risiko tertular HIV lebih dari 80%. Tingkat efektivitas PEP sangat bergantung pada kepatuhan (minum PEP setiap hari selama 28 hari) dan pada kasus paparan bukan-karena-pekerjaan, tidak ada paparan lebih lanjut terhadap HIV. Tingkat efektivitas tersebut cenderung lebih tinggi dari 80% jika PEP digunakan secara konsisten sesuai anjuran dokter.
Ketika meminum PEP, metode pencegahan HIV lainnya tetap perlu dilakukan, seperti penggunaan kondom yang konsisten dan tepat (hubungan seks) serta hanya menggunakan jarum suntik steril atau peralatan menyuntik lainnya bagi pengguna narkoba suntik.
Apakah PEP menimbulkan efek samping?
Obat HIV yang digunakan untuk PEP dapat menimbulkan efek samping pada sejumlah orang. Efek samping tersebut dapat diobati dan tidak mengancam jiwa. Jika Anda minum PEP, konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami efek samping yang menganggu ataupun tidak kunjung sembuh.
Poin-Poin Penting:
> Post-exposure prophylaxis (PEP) adalah penggunaan obat HIV dalam kurun waktu 72 jam (3 hari) setelah kemungkinan terjadinya paparan terhadap HIV untuk mencegah infeksi tersebut.
> PEP hanya digunakan untuk situasi kegawatdaruratan; bukan untuk penggunaan rutin bagi orang yang sering terpapar HIV. PEP bukanlah pengganti bagi penggunaan rutin metode pencegahan HIV lainnya seperti PrEP.
> PEP harus segera diberikan dalam kurun waktu 72 jam setelah kemungkinan paparan terhadap HIV. Semakin cepat PEP diberikan setelah paparan terjadi, semakin baik. Setiap jam sangat berharga.
> Jika Anda diresepkan PEP, Anda akan minum obat HIV setiap hari selama 28 hari.
> PEP sangat efektif dalam mencegah infeksi HIV ketika diminum sesuai anjuran dokter.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/post-exposure-prophylaxis-pep

