Apa yang dimaksud dengan HIV?
HIV, atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik dan perlengkapan suntik, atau semasa kehamilan, persalinan, atau menyusui.
HIV melemahkan sistem kekebalaln tubuh dengan cara menghancurkan sel T CD4+, sejenis sel darah putih yang berperan penting melawan infeksi. Kehilangan sel-sel ini menandakan bahwa orang dengan HIV (ODHIV) lebih rentan terhadap infeksi atau penyakit lainnya.
Saat ini, pengobatan anti-HIV yang efektif membuat ODHIV dapat menjalani hidup lebih lama dan lebih sehat. Ketika obat HIV diminum sesuai anjuran dokter, obat ini harus diminum setiap hari, yang disebut dengan antiretroviral therapy (ART), dapat menekan jumlah virus dalam darah serendah mungkin sehingga tidak dapat terdeteksi oleh tes standar.
Mengapa ODHIV berisiko tinggi mengalami gangguan kejiwaan?
Stres yang berhubungan dengan hidup dengan penyakit atau kondisi serius, seperti HIV, dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. ODHIV berisiko lebih tinggi mengalami gangguan suasana hati (mood), kecemasan, dan kognitif. Sebagai contoh, depresi merupakan salah satu kondisi kesehatan jiwa paling umum dialami oleh ODHIV.
Penting untuk diingat bahwa gangguan jiwa dapat diobati. Orang yang mengalami gangguan jiwa dapat pulih.
HIV dan infeksi terkait juga dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf. Hal ini dapat merubah cara seseorang berpikir dan berperilaku. Selain itu, sejumlah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV mungkin memiliki efek samping yang mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang.
Situasi yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan jiwa seseorang adalah:
> Kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan jiwa
> Kehilangan dukungan sosial, yang mengakibatkan isolasi
> Kehilangan pekerjaan atau kekhawatiran terhadap kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan
> Menghadapi rasa kehilangan, baik dalam hubungan terhadap atau akibat kematian orang yang dicintai
Selain itu, ODHIV juga dapat menghadapi situasi yang secara negatif mempengaruhi kesehatan jiwa mereka, seperti:
> Harus memberi tahu orang lain mengenai diagnosis HIV
> Mengelola obat-obatan dan perawatan medis HIV
> Menghadapi stigma dan diskriminasi terkait HIV/AIDS
Memahami cara hidup dengan HIV dapat mempengaruhi kesehatan jiwa dan mengetahui jenis sumber daya yang tersedia dapat memudahkan ODHIV mengatur kesehatan dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
Komplikasi apa saja yang disebabkan oleh HIV?
HIV dapat menyebabkan infamasi signifikan pada tubuh. Inflamasi tersebut dapat menyebabkan komplikasi neurologis dengan cara merusak sumsum tulang belakang dan otak, yang membentuk sistem saraf pusat.
Meskipun dengan ART yang efektif, ODHIV tetap berisiko mengalami penyakit sistem saraf pusat yang terkait dengan HIV. Penyakit tersebut dapat bersifat neurologis (mempengaruhi sistem saraf) atau neurokognitif (mempengaruhi kognitif atau proses mental).
Gangguan neurologis berat seperti dementia, atrofi otak, dan ensefalitis (radang otak) jarang terjadi pada ODHIV yang minum ART dibandingkan dengan ODHIV yang tidak minum ART. Namun demikian, terdapat sejumlah penyakit sistem saraf pusat yang tidak terlalu parah yang terkait dengan HIV.
Para peneliti terus bekerja untuk lebih memahami cara HIV mempengaruhi sistem saraf pusat. Informasi ini akan membantu dalam mengembangkan pengobatan baru untuk meningkatkan kualitas hidup ODHIV. Memahami jenis sel dalam sistem saraf pusat yang ditarget oleh infeksi HIV dan bagaimana sel-sel tersebut mengalami kerusakan dapat membantu dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan penyembuhan HIV.
Penelitian yang berjalan juga berfokus pada pemahaman mengapa HIV sulit dieliminasi pada sejumlah jaringan dalam tubuh dan strategi apa yang lebih efektif untuk hal tersebut.
Bagaimana ODHIV dapat meningkatkan kesehatan jiwa mereka?
Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan HIV sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah terdiagnosa HIV untuk mencapai hasil kesehatan terbaik. Mengikuti rencana pengobatan, seperti minum obat sesuai anjuran dokter, sangat penting untuk mengendalikan dan menekan virus.
Menjalani rencana pengobatan menjadi tantangan tersendiri, namun terdapat sejumlah strategi yang dapat membantu, seperti mematuhi rencana pengobatan, menciptakan rutinitas, mengatur alarm, dan mengunduh aplikasi pengingat di telepon genggam.
Memulai ART dapat mempengaruhi kesehatan jiwa dalam berbagai cara. ART terkadang dapat meredakan kecemasan karena mengetahui bahwa Anda dapat menjaga diri sendiri memberikan rasa aman. Namun, menghadapi kenyataan hidup dengan penyakit kronis seperti HIV menjadi tantangan tersendiri. Dan, sejumlah obat-obatan antiretroviral dapat menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan gangguan tidur serta dapat memperburuk masalah kesehatan jiwa yang ada.
Karena alasan tersebut, penting bagi ODHIV untuk berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan jiwa mereka sebelum memulai ART. Topik ini sebaiknya terus dibahas selama pengobatan.
ODHIV sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait perubahan apapun yang terjadi terhadap kesehatan jiwa mereka, seperti cara mereka berpikir atau bagaimana perasaan mereka mengenai diri sendiri dan kehidupan pada umumnya. ODHIV juga harus mendiskusikan dengan dokter mengenai penyalahgunaan alkohol atau narkotika.
ODHIV juga harus menyampaikan obat bebas apapun atau obat resep yang sedang mereka gunakan kepada dokter, termasuk obat untuk masalah kesehatan jiwa, karena sejumlah obat-obatan tersebut dapat berinteraksi dengan obat antiretroviral.
Berpartisipasi dalam penelitian HIV – Kesehatan Jiwa
Uji klinis merupakan penelitian yang mencari cara baru untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati suatu penyakit dan kondisi, termasuk penyakit jiwa. Tujuan dari uji klinis adalah untuk menentukan apakah suatu tes atau pengobatan berhasil dan aman untuk digunakan.
Meskipun partisipan penelitian dapat memperoleh manfaat dengan berpartisipasi dalam sebuah uji klinis, partisipan juga harus menyadari bahwa tujuan utama dari sebuah uji klinis adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah baru sehingga orang dapat lebih terbantu di masa depan.
Peneliti di NIMH dan di seluruh AS melakukan banyak penelitian yang melibatkan pasien dan partisipan sehat. Kita memiliki pilihan pengobatan baru dan lebih baik saat ini karena hasil yang diperoleh dari uji klinis beberapa tahun yang lalu.
Jadilah bagian dari terobosan medis di masa depan. Bicaralah dengan dokter Anda mengenai uji klinis, manfaat dan risikonya, dan jika ada uji kilnis yang tepat untuk Anda.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai atau menemukan uji klinis untuk Anda, kunjungi laman berikut:
> NIMH’s Clinical Trials webpage: Informasi mengenai partisipasi dalam uji klinis
> ClinicalTrials.gov: HIV/AIDS and Depression : Daftar uji klinis yang didanai oleh NIH yang sedang berlangsung
> Join a Study: Adults – HIV/AIDS Issues: Daftar penelitian yang sedang berlangsung di the NIH Campus di Bethesda, MD
Pelajari Lebih Lanjut
Sumber Federal
– Centers for Disease Control and Prevention (CDC): HIV Basics
– HIV.gov: Mental Health and HIV
– HIV.gov: HIV Basics
– HIVinfo.NIH.gov: HIV and Mental Health
– National Institute of Allergy and Infectious Diseases: HIV/AIDS
– National Institute of Neurological Diseases and Stroke: Neurological Complications of AIDS
Brosur Gratis
Depression: brosur ini berisi informasi mengenai depresi, termasuk jenis depresi, tanda dan gejala, cara mendiagnosa, pilihan pengobatan, dan cara menemukan dukungan bagi Anda atau orang yang Anda cintai.
Chronic Illness & Mental Health: Recognizing and Treating Depression: brosur ini berisi informasi mengenai depresi dan kesehatan jiwa pada orang yang hidup dengan penyakit kronis, termasuk anak-anak dan remaja. Brosur ini membahas tentang gejala, faktor risiko, dan pilihan pengobatan.
Tips for Talking with A Health Care Provider About Your Mental Health: lembar fakta ini memberikan lima tips yang membantu mempersiapkan dan mengarahkan Anda mengenai cara berbicara dengan dokter Anda mengenai masalah kesehatan jiwa dan mendapatkan hasil terbaik dari konsultasi tersebut.
Riset dan Statistik
Tautan ke artikel asli: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/hiv-aids

