Apakah obat HIV dapat menyebabkan efek samping?
Obat HIV membantu ODHIV hidup lebih sehat dan lebih lama serta mengurangi risiko penularan HIV. Namun terkadang, obat HIV menimbulkan efek samping. Sebagian besar efek samping yang disebabkan oleh obat HIV dapat ditangani, namun beberapa dapat menimbulkan efek berat.
Secara keseluruhan, manfaat obat HIV jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Selain itu, obat-obatan HIV terbaru menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan obat-obatan HIV yang digunakan di masa lalu. Seiring dengan terus membaiknya pengobatan HIV, orang cenderung tidak mengalami efek samping dari obat HIV.
Sebelum memulai pengobatan HIV, ODHIV dapat berkonsultasi dengan dokter mereka mengenai kemungkinan efek samping obat HIV. Dokter dan pasien bekerja sama dalam menentukan rejimen pengobatan HIV berdasarkan kebutuhan individual seseorang.
Apakah semua obat HIV menyebabkan efek samping yang sama?
Obat HIV yang berbeda dapat menyebabkan efek samping yang berbeda. Dan, orang yang minum obat HIV yang sama dapat memiliki efek samping yang berbeda.
Efek samping obat HIV dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Contoh: mual, rasa lelah, dan sulit tidur merupakan sejumlah efek samping jangka pendek dari obat-obat HIV.
Efek samping lain dari obat HIV dapat menimbulkan masalah yang tidak akan terlihat selama beberapa bulan atau beberapa tahun setelah mulai minum obat HIV. Contoh: kadar kolesterol tinggi merupakan efek samping dari sejumlah obat-obatan HIV. Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Keberadaan kondisi medis lainnya atau minum obat lain dapat meningkatkan risiko efek samping obat HIV. Interaksi obat-obat antara obat HIV dan obat lainnya yang diminum seseorang juga dapat menimbulkan efek samping.
Gunakan laman Clinicalinfo: Drug Database untuk mempelajari lebih lanjut mengenai obat HIV yang Anda gunakan, termasuk kemungkinan efek sampingnya.
Apa saja cara untuk mengatasi efek samping obat HIV?
Sebelum memulai pengobatan HIV, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kemungkinan efek samping.
Bergantung pada obat-obatan HIV dalam rejimen pengobatan HIV Anda, dokter Anda akan:
> Memberitahu Anda efek samping tertentu yang perlu diperhatikan.
> Memberikan saran mengenai cara menangani efek samping obat HIV. Contoh: untuk mengatasi rasa mual dan muntah, makan dalam porsi kecil dan hindari makanan pedas.
> Memberitahu Anda mengenai tanda-tanda efek samping yang membahayakan jiwa dan memerlukan perawatan medis segera. Contoh: pembengkakan di mulut dan lidah.
Saat Anda mulai pengobatan HIV, beritahukan dokter Anda mengenai efek samping yang Anda alami. Dokter Anda akan merekomendasikan cara untuk menangani atau mengobati efek samping tersebut.
Pada sejumlah kasus, obat HIV mungkin perlu diganti akibat efek samping yang ditimbulkannya. Namun demikian, jangan pernah mengurangi, melewatkan, ataupun menghentikan konsumsi obat HIV kecuali atas anjuran dokter Anda. Untungnya, ada banyak obat HIV yang tersedia untuk dimasukkan dalam rejimen pengobatan HIV seseorang. Pilihan obat HIV untuk menggantikan obat yang menimbukan efek samping bergantung pada kebutuhan individual seseorang.
Poin-Poin Penting:
Obat HIV membantu ODHIV hidup lebih sehat dan lebih lama serta mengurangi risiko penularan HIV. Namun terkadang, obat HIV menimbulkan efek samping. Sebagian besar efek samping yang disebabkan oleh obat HIV dapat ditangani, namun beberapa dapat menimbulkan efek berat.
Secara keseluruhan, manfaat obat HIV jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Selain itu, obat-obatan HIV terbaru menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan obat-obatan HIV yang digunakan di masa lalu. Seiring dengan terus membaiknya pengobatan HIV, orang cenderung tidak mengalami efek samping dari obat HIV.
Obat HIV yang berbeda dapat menyebabkan efek samping yang berbeda. Dan, orang yang minum obat HIV yang sama dapat memiliki efek samping yang berbeda.Orang yang mulai minum obat HIV dapat berkonsultasi dengan dokter mereka mengenai kemungkinan efek samping dan cara mengatasinya.
——————————————–
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-medicines-and-side-effects

