Adult psychiatric outcomes of bullying and being bullied by peers in childhood and adolescence
William E Copeland, Dieter Wolke, Adrian Angold, E Jane Costello
Abstrak
Kepentingan: Baik pelaku maupun korban bullying berisiko mengalami masalah psikiatrik di masa kanak-kanak, namun tidak jelas apakah peningkatan risiko ini berlanjut hingga masa dewasa muda.
Tujuan Penelitian: Untuk menguji apakah pelaku dan/atau korban bullying di masa kanak-kanak dapat memprediksi masalah psikiatrik dan kecenderungan bunuh diri di masa dewasa muda setelah memperhitungkan masalah psikiatrik di masa kanak-kanak dan kesulitan keluarga.
Disain Penelitian: prospektif, studi berbasis populasi.
Setting: Sampel komunitas dari 11 daerah di North Carolina bagian Barat.

Partisipan: Sebanyak 1.420 partisipan yang menjadi korban maupun pelaku bullying yang dinilai 4 hingga 6 kali antara usia 9 – 16 tahun. Partisipan dikategorikan sebagai pelaku bullying, korban bullying, pelaku dan korban bullying (selanjutnya disebut sebagai pelaku/korban), atau tidak keduanya.
Ukuran Hasil Utama: Hasil psikiatrik, yang meliputi depresi, kecemasan, gangguan kepribadian antisocial, gangguan penyalahgunaan narkoba, dan kecenderungan bunuh diri (termasuk pikiran berulang tentang kematian, ide bunuh diri, atau upaya bunuh diri) dinilai pada masa dewasa muda (19, 21, dan 24-26 tahun) dengan menggunakan wawancara diagnostik terstruktur.
Hasil Penelitian: Korban dan pelaku/korban mengalami peningkatan gangguan psikiatrik di masa dewasa muda, namun juga tingkat gangguan kejiwaan anak-anak dan kesulitan keluarga yang lebih tinggi. Setelah mengendalikan faktor masalah psikiatrik di masa kanak-kanak atau kesulitan keluarga, kami menemukan bahwa korban bullying terus memiliki prevalensi agorafobia yang lebih tinggi (odds ratio [OR], 4.6 [95% CI, 1.7-12.5]; P < .01), kecemasan umum (OR, 2.7 [95% CI, 1.1-6.3]; P < .001), dan gangguan panik (OR, 3.1 [95% CI, 1.5-6.5]; P < .01). Pelaku/korban mengalami peningkatan risiko depresi di masa dewasa muda (OR, 4.8 [95% CI, 1.2-19.4]; P < .05), gangguan panik (OR, 14.5 [95% CI, 5.7-36.6]; P < .001), agorafobia (hanya pada perempuan; OR, 26.7 [95% CI, 4.3-52.5]; P < .001), dan kecenderungan bunuh diri (hanya pada laki-laki; OR, 18.5 [95% CI, 6.2-55.1]; P < .001). Pelaku bullying hanya berisiko mengalami gangguan kepribadian antisosial (OR, 4.1 [95% CI, 1.1-15.8]; P < .04).
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23426798/
Kalimat Kutipan:
Copeland WE, Wolke D, Angold A, Costello EJ. Adult psychiatric outcomes of bullying and being bullied by peers in childhood and adolescence. JAMA Psychiatry. 2013 Apr;70(4):419-26. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2013.504. PMID: 23426798; PMCID: PMC3618584.

