Association of Semaglutide With Tobacco Use Disorder in Patients With Type 2 Diabetes : Target Trial Emulation Using Real-World Data
William Wang, Nora D Volkow, Nathan A Berger, Pamela B Davis, David C Kaelber, Rong Xu
Abstrak
Latar Belakang: Laporan mengenai penurunan hasrat untuk merokok pada pasien yang menerima pengobatan semaglutide, obat agonis reseptor peptida mirip gukagon (GLP-1RA) untuk penyakit Diabetes Melitus tipe-2 (T2DM) dan obesitas, meningkatkan minat untuk meneliti potensi manfaatnya bagi gangguan penggunaan tembakau (tobacco use disorder; TUD).
Tujuan Penelitian: Untuk menguji hubungan antara semaglutide dengan tindakan perawatan terkait TUD pasien dengan T2DM dan TUD komorbid.
Disain Penelitian: Uji target emulasi berdasarkan basis data catatan kesehatan elektronik pasien berdasarkan populasi nasional.
Lokasi Penelitian: Amerika Serikat, 1 Desember 2017 sampai dengan 31 Maret 2023.
Partisipan Penelitian: Tujuh uji target diemulasikan di antara pasien yang memenuhi syarat dengan T2Dm dan TUD komorbid dengan membandingkan penggunaan baru semaglutide versi 7 dengan obat antidiabetes lainnya (insulin, metformin, inhibitor dipeptidyl-peptidase-4, inhibitor sodium-glucose cotransporter-2, sulfonilurea, tiazolidinedion, dan GLP-1RA lainnya).
Pengukuran: Tindakan perawatan terkait TUD (pertemuan medis untuk diagnosis TUD, resep obat untuk berhenti merokok, dan konseling untuk berhenti merokok) yang terjadi dalam follow-up 12 bulan dianalisa menggunakan analisa Cox proportional hazards dan Kaplan-Meier survival.
Hasil Penelitian: Penelitian ini membandingkan 222.942 pengguna baru obat antidiabetes, termasuk 5.967 pengguna semaglutide. Semaglutide dikaitkan dengan risiko yang signifikan rendah bagi konsultasi medis untuk diagnosis TUD dibandingkan dengan obat antidiabetes lainnya, dan paling kuat dibandingkan dengan insulin insulins (hazard ratio [HR], 0.68 [95% CI, 0.63 to 0.74]) dan paling lemah meskipun secara statistic paling signifikan dibandingkan dengan GLP-1RA lainnya (HR, 0.88 [CI, 0.81 to 0.96]). Semaglutide dikaitkan dengan berkurangnya resep obat penghentian merokok dan konseling. Temuan serupa diamati pada pasien dengan atau tanpa diagnosis obesitas. Untuk sebagian besar perbandingan kelompok, perbedaan terjadi dalam kurun waktu 30 hari sejak dimulainya resep.
Keterbatasan: Bias dokumentasi, faktor penganggu residual, missing data mengenai perilaku merokok saat ini, indeks massa tubuh, dan kepatuhan pengobatan.
Kesimpulan: Semaglutide dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk tindakan perawatan pada pasien dengan T2DM dan TUD dibandingkan dengan obat antidiabetes lainnya termasuk jenis GLP-1Ra lainnya, terutama dalam jangka waktu 30 hari setelah resep diberikan. Temuan ini menunjukkan perlunya uji klinis untuk mengevaluasi potensi semaglutide untuk pengobatan TUD.
Sumber Pendanaan Utana: National Institute of Health
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23426798/
Kalimat Kutipan:
Wang W, Volkow ND, Berger NA, Davis PB, Kaelber DC, Xu R. Association of Semaglutide With Tobacco Use Disorder in Patients With Type 2 Diabetes : Target Trial Emulation Using Real-World Data. Ann Intern Med. 2024 Aug;177(8):1016-1027. doi: 10.7326/M23-2718. Epub 2024 Jul 30. PMID: 39074369.

