Apa itu hepatotoksisitas?
Hepatotoksisitas merupakan istilah medis untuk kerusakan pada hati yang disebabkan oleh obat, zat kimia, suplemen herbal atau suplemen gizi. Hepatotoksisitas merupakan efek samping dari sejumlah obat HIV.
Gunakan laman Clinicalinfo: https://clinicalinfo.hiv.gov/en/drugs untuk mencari informasi mengenai obat HIV tertentu, termasuk informasi mengenai potensi efek samping yang dimiliki obat terkait.
Apakah ada faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas?
Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas akibat obat HIV:
> Memiliki infeksi virus Hepatitis B (HBV) dan/atau infeksi virus Hepatitis C (HCV).
> Minum obat lain yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
> Konsumsi alkohol, dapat menyebabkan kerusakan hati.
> Kondisi kerusakan hati yang telah ada (sebelum minum obat HIV).
Apa saja gejala-gejala hepatotoksisitas?
Gejala-gejala hepatotoksisitas adalah sebagai berikut:
> Ruam
> Nyeri perut
> Mual dan muntah
> Kelelahan
> Urin berwarna gelap
> Feses berwarna terang
> Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
> Kehilangan nafsu makan
> Demam
Orang yang minum obat HIV dengan efek samping hepatotoksisitas harus mengetahui gejala-gejalanya. Pada sejumlah kasus, hepatotoksisitas dapat mengancam jiwa. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter Anda.
Apakah ada tes untuk menentukan saya berisiko mengalami hepatotoksisitas akibat minum obat HIV?
Sebelum minum obat HIV, ODHIV harus menjalani sejumlah tes, yang meliputi tes darah untuk memeriksa kerusakan hati dan infeksi HBV dan HCV. Jika hasil tes dan informasi lainnya menunjukkan bahwa pasien tersebut berisiko mengalami hepatotoksisitas, mereka dapat menghindari konsumsi obat HIV yang dapat menimbulkan kondisi tersebut.
Bagaimana cara mengobati hepatotoksisitas?
Ketika ODHIV mulai minum obat HIV, mereka terus dipantau untuk tanda-tanda hepatotoksisitas. Obat HIV yang menyebabkan hepatotoksisitas berat dan mengancam jiwa harus dihentikan penggunaannya sesegera mungkin. Namun, ODHIV tidak boleh berhenti minum obat HIV kecuali atas instruksi dokter.
Memilih obat HIV lainnya untuk menggantikan obat yang menimbulkan hepatotoksisitas bergantung pada kebutuhan individual seseorang. Kabar baiknya, terdapat banyak jenis obat HIV yang tersedia untuk disertakan ke dalam rejimen pengobatan HIV.
Jika Anda sedang minum atau berencana untuk minum obat HIV, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai risiko hepatotoksisitas.
Poin-Poin Penting:
– Hepatotoksisitas merupakan istilah medis untuk kerusakan pada hati yang disebabkan oleh obat, zat kimia, suplemen herbal atau suplemen gizi. Hepatotoksisitas merupakan efek samping dari sejumlah obat HIV.
– Gejala hepatotoksisitas meliputi ruam, nyeri perut, mual dan muntah, kelelahan, urin berwarna gelap, feses berwarna terang, penyakit kuning (mata dan kulit kuning), hilang nafsu makan, dan demam.
– Orang yang minum obat HIV dengan efek samping hepatotoksisitas harus mengetahui gejala-gejalanya. Pada sejumlah kasus, hepatotoksisitas dapat mengancam jiwa.
– Obat HIV yang menyebabkan hepatotoksisitas berat dan mengancam jiwa harus dihentikan penggunaannya sesegera mungkin. Namun, ODHIV tidak boleh berhenti minum obat HIV kecuali atas instruksi dokter.
———————————–
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-hepatotoxicity

