Extended-Release vs Sublingual Buprenorphine in Pregnancy

Extended-Release vs Sublingual Buprenorphine in Pregnancy Through 12 Months Post Partum: A Randomized Clinical Trial

T John WinhusenMichelle R LofwallFrankie KroppDaniel LewisMarcela C SmidJessica L YoungCandace HodgkinsElizabeth E KransZachary HansenElisha M WachmanDavida M SchiffConstance GuilleVania RudolfTara ChowdhuryLawrence LeemanMitra LewisAbigail G MatthewsGerald CochranJacquie KingChristine WilderCarmen Rosa 

Abstrak

Nilai Penting: Pengobatan gangguan penggunaan opioid (opioid use disorder; OUD) selama kehamilan dengan metode buprenorfin sublingual merupakan praktik berbasis bukti ilmiah, namun metode tersebut memiliki kekurangan yang dapat diatasi dengan pemberian formulasi buprenorfin extended-release.

Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan buprenorfin extended-release dibandingkan dengan buprenorfin sublingual pada kasus OUD selama kehamilan hingga 12 bulan pasca persalinan.

Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Uji klinis acak ini merupakan uji klinis 2-kelompok, label-terbuka, dan non-inferioritas, yang dilaksanakan dari 2 Juli 2020 hingga 30 Oktober 2024 pada orang dewasa dengan OUD dan kehamilan tunggal berusia 6 – 30 minggu di 13 unit rawat jalan lintas disiplin untuk pengobatan OUD di masa peripartum.

Intervensi: Randomisasi ke dalam kelompok buprenorfin sublingual atau buprenorfin extended-release (formulasi mingguan selama kehamilan, formulasi bulanan yang opsional untuk pasca persalinan jika tidak menyusui).

Hasil dan Pengukuran Utama: Hasil primer dan sekunder dari uji klinis ini adalah abstinens opioid selama periode kehamilan dan pasca persalinan, yang didefinisikan sebagai proporsi dari sampel urin mingguan yang negatif terhadap opioid. jika noninferioritas ditunjukkan pada marjin 0,15, uji superioritas akan dilaksanakan. Hasil sekunder utama pada bayi dari rekam medis adalah pengobatan opioid bagi neonatal opioid withdrawal syndrome (NOWS, ya atau tidak) dan jumlah hari perawatan opioid bagi kasus NOWS.

Hasil Penelitian: Pada 140 partisipan penelitian, rerata usia (SD) adalah 31,2 (4,6) tahun. Terdapat 10 partisipan berkulit hitam (7,1%), 10 partisipan Hispanik (7,1%), 116 partisipan berkulit putih (82,9%), dan 14 partisipan (10,0%) yang termasuk dalam kelompok lain. Kecuali 2 partisipan, partisipan lainnya sebelumnya telah diresepkan buprenorfin sublingual. Tingkat penyelesaian studi mencapai 98% hingga masa kehamilan (137 partisipan) dan 81% hingga 12 bulan pasca persalinan (114 partisipan). Tingkat abstinensopioid lebih tinggi selama kehamilan pada partisipan yang menerima buprenorfin extended-release dibandingkan sublingual (82,5% vs 72,6%; mean difference, 9,84 [CI 95%, 1,72 hingga 17,95] percentage points; P = 0,009). Tingkat abstinen pasca persalinan menurun dan serupa pada kedua kelompok (60,2% vs 59,5%; mean difference, 0,65 [CI 98%, -12,72 hingga 14,02] percentage points; P = 0,45). Partisipan yang menerima buprenorfin extended-release mengalami lebih sedikit kejadian tidak diinginkan yang serius selama kehamilan (8,7% vs 26,8%; P = 0,007) dan pasca persalinan (6,0% vs 18,6%; P = 0,04). Tingkat kejadian tidak diinginkan yang tidak serius tidak berbeda antar-kelompok, namun lebih banyak kejadian yang dinilai terkait dengan pengobatan pada partisipan kelompok extended-release selama kehamilan (26,1% vs 7,0%; P = 0,003). Tidak terdapat perbedaan pada bayi yang terpapar buprenorfin extended-release dibandingkan buprenorfin sublingual terkait kebutuhan akan pengobatan opioid (30,2% vs 26,5%; relative risk, 1,14 [CI 98%, 0,54 hingga 1,99]; P = 0,64) ataupun rerata (SE) lama pengobatan (10,9 [2,2] vs 14,8 [3,0] hari; relative risk, 0,73 [CI 98%, 0,36 hingga 1,51]; P = 0,28). Saat lahir, neonatus yang terpapar buprenorfin extended-release memiliki rerata (SE) lingkar kepala yang lebih besar dibandingkan mereka yang terpapar buprenorfin sublingual (34,0 [0,2] vs 33,4 [0,2] cm; mean difference, 0,63 [IK 95%, -0,00 hingga 1,26] cm; P = 0,049).

Kesimpulan dan Relevansi: Hasil uji klinis ini mendukung penggunaan buprenorfin extended-release mingguan bagi pengobatan OUD selama kehamilan.

Registrasi Penelitian: Nomor identifikasi ClinicalTrials.gov: NCT03918850

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41837971/                   

Kalimat Kutipan: Winhusen TJ, Lofwall MR, Kropp F, Lewis D, Smid MC, Young JL, Hodgkins C, Krans EE, Hansen Z, Wachman EM, Schiff DM, Guille C, Rudolf V, Chowdhury T, Leeman L, Lewis M, Matthews AG, Cochran G, King J, Wilder C, Rosa C. Extended-Release vs Sublingual Buprenorphine in Pregnancy Through 12 Months Post Partum: A Randomized Clinical Trial. JAMA Intern Med. 2026 May 1;186(5):533-543. doi: 10.1001/jamainternmed.2026.0057. Erratum in: JAMA Intern Med. 2026 May 1;186(5):646. doi: 10.1001/jamainternmed.2026.1462. Erratum in: JAMA Intern Med. 2026 May 1;186(5):646. doi: 10.1001/jamainternmed.2026.1719. PMID: 41837971; PMCID: PMC12993732.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *