Apa yang dimaksud dengan penyakit kronis?
Penyakit kronis merupakan kondisi yang berlangsung setidaknya satu tahun dan membutuhkan perhatian medis berkelanjutan atau membatasi aktivitas kehidupan sehari-hari atau keduanya. Contoh penyakit kronis: penyakit autoimun, diabetes, kanker, epilepsi, penyakit jantung, HIV/AIDS, hipotirodisme, sklerosis multipel, dan nyeri.
Apakah penyakit kronis dapat menimbulkan depresi?
Orang dengan penyakit kronis berisiko tinggi mengalami depresi, yang dapat dipicu oleh:
– Kecemasan, stres, atau tantangan lain yang disebabkan oleh penyakit kronis
– Perubahan otak akibat penyakit kronis (seperti penyakit Parkinson atau stroke)
– Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kronis
– Riwayat pribadi atau keluarga tentang depresi atau bunuh diri
– Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki penyakit kronis dan depresi cenderung memiliki gejala yang lebih parah dari kedua penyakit tersebut.
Apakah depresi dapat menimbulkan penyakit kronis?
Orang dengan depresi berisiko tinggi menderita penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, nyeri, osteoporosis, dan penyakit Alzheimer. Hal tersebut dapat disebabkan oleh:
– Tantangan dalam menyelesaikan tugas yang baik untuk kesehatan, seperti makan dengan baik dan berolahraga, karena gejala seperti kelelahan.
– Tantangan dalam mengakses perawatan medis yang dapat membantu mencegah, mendeteksi, atau mengobati masalah kesehatan fisik sejak dini dan menghindari perkembangan penyakit kronis.
– Perubahan dalam cara tubuh berfungsi karena depresi, seperti peningkatan inflamasi, berkurangnya sirkulasi darah dan kontrol detak jantung, serta kelainan pada hormon stres.
Apa saja tanda dan gejala depresi?
Tanda dan gejala depresi yang umum dialami adalah:
– Suasana hati sedih, cemas, atau “kosong” yang terus-menerus
– Perasaan putus asa atau pesimis
– Perasaan mudah tersinggung, frustrasi, atau gelisah
– Perasaan bersalah, tidak berharga, atau tidak berdaya
– Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi dan aktivitas
– Kelelahan, kekurangan energi, atau merasa melambat
– Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan
– Kesulitan tidur, bangun terlalu pagi, atau tidur berlebihan
– Perubahan nafsu makan atau perubahan berat badan yang tidak direncanakan
– Nyeri fisik, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas yang tidak hilang dengan pengobatan
– Pikiran tentang kematian atau bunuh diri atau upaya bunuh diri
Tidak setiap orang yang mengalami depresi memiliki seluruh gejala tersebut. Sejumlah orang dapat mengalami sejumlah gejala, sementara orang lain mengalami lebih banyak gejala. Gejala depresi menganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan tekanan signifikan bagi orang yang mengalaminya.
Jika Anda mengalami tanda atau gejala depresi yang terus berlanjut atau tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan.
Bagaimana cara mengobati depresi?
Depresi dapat diobati – bahkan jika Anda juga memiliki penyakit kronis.
Pengobatan depresi, umumnya, melibatkan psikoterapi (tatap muka atau virtual), obat-obatan, atau keduanya.
Penyedia layanan kesehatan dapat membantu Anda memilih rencana pengobatan yang tepat berdasarkan kebutuhan, pilihan, dan kondisi medis yang Anda miliki. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan tersebut mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi dan pengobatan yang sedang Anda jalani untuk menghindari adanya interaksi obat.
Jika Anda tidak dapat atau tidak ingin mengonsumsi obat antidepresan, pengobatan berbasis bukti ilmiah lainnya juga tersedia, seperti psikoterapi, terapi stimulasi otak, dan terapi cahaya.
Anda mungkin perlu mencoba sejumlah pengobatan sebelum menemukan yang terbaik untuk Anda. Dengan pengobatan, Anda dapat merasa lebih baik. Pelajari lebih lanjut mengenai “pengobatan untuk depresi”: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/depression (tautan ke terjemahan: https://yayasanabhipraya.com/2024/08/02/depresi/).
Penelitian menunjukkan bahwa “Pendekatan Layanan Kolaboratif” dapat meningkatkan kesehatan penderita depresi secara keseluruhan. Dalam pendekatan ini, penyedia layanan primer, manajer perawatan, dan konsultan psikiatri bekerja sama memberikan layanan kesehatan fisik dan mental di lokasi yang sama. Layanan kolaboratif belum tersedia di seluruh pusat atau klinik layanan primer – konsultasikan dengan dokter Anda jika opsi ini tepat untuk Anda.
Bagaimana saya bisa mendapatkan bantuan?
Jika Anda khawatir dengan kondisi kesehatan mental Anda, konsultasikan dengan tenaga profesional di bidang kesehatan jiwa seperti psikolog, psikiatri, atau tenaga sosial klinis, yang dapat membantu Anda menentukan langkah pengobatan selanjutnya.
Tautan ke artikel asli: https://www.nimh.nih.gov/health/publications/chronic-illness-mental-health

