Apa yang dimaksud bunuh diri?
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Pada tahun 2021, bunuh diri merupakan penyebab kematian ke-11 di seluruh negara bagian di Amerika Serikat (AS), yang merenggut nyawa lebih dari 48.100 orang. Bunuh diri memang rumit dan tragis, namun dapat dicegah. Mengetahui tanda-tanda peringatan bunuh diri dan cara mendapatkan bantuan dapat menyelamatkan jiwa.
Bunuh diri terjadi ketika orang melukai dirinya sendiri dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya, dan mereka meninggal sebagai akibat dari aksi tersebut.
Upaya bunuh diri terjadi ketika orang melukai dirinya sendiri dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya, tetapi mereka tidak mati.
Hindari penggunaan kata-kata seperti “bunuh diri”, “bunuh diri yang berhasil”, atau”bunuh diri yang gagal” ketika merujuk kepada bunuh diri dan upaya bunuh diri, karena istilah-istilah tersebut seringkali mengandung makna negatif.
Apa saja tanda-tanda peringatan bunuh diri?
Tanda-tanda peringatan bahwa seseorang mungkin mencoba untuk bunuh diri meliputi:
– Berbicara tentang keinginan untuk mati atau ingin bunuh diri
– Berbicara tentang perasaan hampa atau putus asa atau tidak punya alasan untuk hidup
– Berbicara tentang perasaan terjebak atau merasa tidak ada solusi
– Merasa sakit fisik atau emosional yang tak tertahankan
– Berbicara tentang menjadi beban bagi orang lain
– Menjauh dari keluarga dan teman
– Memberikan barang-barang pribadi yang penting
– Mengucapkan selamat tinggal kepada teman dan keluarga
– Menata urusan, seperti membuat surat wasiat
– Mengambil risiko besar yang dapat menyebabkan kematian, seperti mengemudi dengan sangat cepat
– Sering berbicara atau memikirkan kematian
Tanda-tanda peringatan serius lainnya bahwa seseorang mungkin mencoba bunuh diri adalah:
– Menunjukkan perubahan suasana hati yang ekstrem, tiba-tiba berubah dari sangat sedih menjadi sangat tenang atau gembira
– Membuat rencana atau mencari cara untuk bunuh diri, seperti mencari metode yang mematikan secara daring, menimbun pil, atau membeli senjata
– Berbicara tentang perasaan bersalah atau malu yang besar
– Lebih sering menggunakan alkohol atau narkoba
– Bertindak cemas atau gelisah
– Mengubah kebiasaan makan atau tidur
– Menunjukkan kemarahan atau berbicara tentang keinginan membalas dendam
Bunuh diri bukanlah respon normal terhadap stres. Pikiran atau tindakan bunuh diri merupakan tanda perasaan tertekan yang ekstrim dan tidak boleh diabaikan. Jika tanda-tanda peringatan tersebut berlaku bagi Anda atau orang yang Anda kenal, segera dapatkan bantuan, terutama ketika perilaku tersebut baru atau meningkat akhir-akhir ini.
Berikut ini adalah rangkuman tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membantu seseorang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri:
– ASK (tanya)
– BE THERE (hadir untuknya)
– HELP KEEP THEM SAFE (pastikan orang tersebut aman)
– HELP THEM CONNECT (bantu orang tersebut terhubung dengan orang lain)
– FOLLOW UP (tindak lanjut)
Untuk lebih lengkapnya mengenai 5 aksi untuk pencegahan bunuh diri, kunjungi laman NIMH: https://www.nimh.nih.gov/health/publications/5-action-steps-to-help-someone-having-thoughts-of-suicide
Apa saja faktor risiko bunuh diri?
Orang dari semua jenis kelamin, usia, dan etnis berisiko bunuh diri. Perilaku bunuh diri sifatnya kompleks, dan tidak ada penyebab tunggal. Faktor risiko utama bunuh diri adalah:
– Depresi, gangguan jiwa lainnya, atau gangguan penyalahgunaan narkoba
– Nyeri kronis
– Riwayat pribadi percobaan bunuh diri
– Riwayat keluarga dengan gangguan jiwa atau penyalahgunaan narkoba
– Riwayat keluarga dengan bunuh diri
– Paparan kekerasan dalam rumah tangga, termasuk pelecehan fisik atau seksual
– Keberadaan senjata api atau senjata api lainnya di dalam rumah
– Baru saja dibebaskan dari penjara
Paparan langsung ataupun tidak langsung terhadap perilaku bunuh diri orang lain – seperti anggota keluarga, teman sebaya, atau selebriti – dapat meningkatkan risiko orang dengan pikiran bunuh diri.
Sebagian besar orang yang memiliki faktor risiko tidak akan mencoba bunuh diri, dan sulit untuk mengatakan siapa yang akan melakukan bunuh diri berdasarkan pikiran yang dimilikinya. Meskipun faktor risiko bunuh diri penting untuk diingat, seseorang yang secara aktif menunjukkan tanda-tanda peringatan bunuh diri lebih berisiko terhadap bahaya dan memerlukan bantuan segera.
Peristiwa hidup yang penuh tekanan (seperti kehilangan orang yang dicintai, masalah hukum, atau kesulitan finansial) dan pemicu stres interpersonal (seperti rasa malu, pelecehan, bullying, diskriminasi, atau masalah hubungan) dapat berkontribusi terhadap risiko bunuh diri, terutama ketika terjadi bersamaan dengan faktor risiko bunuh diri.
Keluarga dan teman sering kali menjadi yang pertama mengenali tanda-tanda peringatan bunuh diri, dan mereka dapat mengambil langkah pertama untuk membantu orang tersebut menemukan perawatan kesehatan jiwa. Lihat halaman NIMH dengan beragam sumber untuk menemukan bantuan bagi penyakit jiwa https://www.nimh.nih.gov/health/find-help, jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana.
Mengidentifikasi orang yang berisiko bunuh diri
Skrining universal: Penelitian menunjukkan bahwa alat bantu skrining tiga-pertanyaan membantu staf IGD mengidentifikasi orang dewasa yang berisiki bunuh diri. Para peneliti menemukan bahwa melakukan skrining pada seluruh pasien IGD – tanpa melihat penyebab kedatangan ke unit IGD – menggandakan jumlah pasien yang teridentifikasi berisiko bunuh diri. Para peneliti tersebut mengestimasi bahwa alat bantu skrining bunuh diri dapat mengidentifikasi lebih dari tiga juta orang dewasa yang berisiko bunuh diri setiap tahun. Tautan ke artikel ilmiah: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26654691/
Memprediksi risiko bunuh diri menggunakan rekam medis elektronik: Para peneliti NIMH bersama dengan VA dan peneliti lainnya mengembangkan program komputer yang dapat membantu mengidentifikasi peningkatan risiko bunuh diri pada veteran penerima layanan kesehatan VA. Sistem layanan kesehatan lainnya juga mulai menggunakan data dari rekam medis elektronik untuk membantu mengidentifikasi orang dengan risiko bunuh diri.
tautan ke berita lengkap: https://news.va.gov/press-room/va-reach-vet-initiative-helps-save-veterans-lives-program-signals-when-more-help-is-needed-for-at-risk-veterans/
Pengobatan dan terapi apa yang tersedia untuk orang yang berisiko bunuh diri?
Intervensi berbasis bukti ilmiah yang efektif tersedia untuk membantu orang yang berisiko bunuh diri.
Intervensi singkat (brief intervention)
Perencanaan keselamatan (safety planning): perencanaan keselamatan yang dipersonalisasi telah terbukti membantu mengurangi pikiran dan tindakan bunuh diri. Pasien bersama penyedia layanan kesehatan mengembangkan rencana yang menjabarkan cara untuk membatasi akses ke sarana yang mematikan seperti senjata api, pil, atau racun. Rencana tersebut juga memuat strategi dan orang serta sumber daya yang dapat membantu di saat krisis.
Telepon tindak lanjut Intervensi singkat (follow-up phone calls): penelitian telah menunjukkan bahwa ketika pasien yang berisiko bunuh diri menerima telpon dari orang yang peduli, yang mencakup monitoring risiko dan mereka didorong untuk mengikuti pengobatan dan perilaku aman, risiko bunuh diri mereka menurun.
Psikoterapi
Beragam jenis intervensi psikoterapi telah ditemukan untuk membantu individu yang berusaha bunuh diri. Jenis intervensi tersebutd dapat mencegah seseorang melakukan upaya bunuh diri lainnya.
Cognitive behaviour therapy (CBT) membantu orang mempelajari cara baru dalam menangani kejadian yang penuh dengan tekanan. CBT membantu orang mengenali pola piker mereka dan mempertimbangkan tindakan alternative ketika muncul pikiran bunuh diri.
tautan ke artikel ilmiah: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16077050/
Dialectical behaviour therapy (DBT) telah terbukti mengurangi perilaku bunuh diri pada remaja. DBT juga terbukti mengurangi risiko upaya bunuh diri pada orang dewasa dengan borderline personality disorder, penyakit jiwa yang ditandai dengan dengan pola suasana hati, citra diri, dan perilaku yang terus berubah yang sering kali mengakibatkan tindakan impulsif dan masalah dalam hubungan. Seorang terapis yang terlatih dalam DBT dapat membantu seseorang mengenali saat perasaan atau tindakan mereka menjadi berlebihan dan mengajarkan orang tersebut keterampilan yang dapat membantu mereka mengatasi situasi yang menjengkelkan dengan lebih efektif.
Tautan ke artikel ilmiah: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29926087/
Pengobatan
Sejumlah orang yang berisiko bunuh diri dapat memperoleh manfaat dari pengobatan. Mereka dapat bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan dalam menemukan pengobatan atau kombinasi pengobatan terbaik, serta dosis yang tepat. Banyak orang yang berisiko bunuh diri terkadang memiliki masalah penyakit jiwa atau penyalahgunaan narkoba dan dapat memperoleh manfaat dari pengobatan yang disertai dengan intervensi psikososial.
Clozapine merupakan obat antipsikotik yang umumnya digunakan untuk mengobati penderita skizofrenia. Hingga kini, obat tersebut merupakan satu-satunya pengobatan dengan indikasi khusus FDA untuk mengurangi risiko perilaku bunuh diri yang berulang pada pasien dengan skizofrenia atau gangguan skizoafektif.
Jika Anda diresepkan obat oleh dokter, pastikan Anda:
– Konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa Anda memahami risiko dan manfaat dari obat yang diresepkan.
– Jangan berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Berhenti minum obat secara mendadak dapat mengakibatkan gejala yang memburuk. Selain itu, hal tersebut dapat mengakibatkan efek putus obat yang tidak nyaman ataupun berpotensi berbahaya.
– Laporkan kekhawatiran Anda akan efek samping apapun kepada dokter Anda sesegera mungkin. Dokter Anda dapat membantu menentukan apakah Anda perlu mengganti dosis ataupun obat yang digunakan.
Layanan kolaboratif
Layanan kolaboratif merupakan pendekatan berbasis tim bagi layanan kesehatan jiwa. Manajer layanan kesehatan perilaku akan bekerja sama dengan pasien, penyedia layanan kesehatan primer, dan spesialis kesehatan jiwa mengembangkan rencana perawatan. Layanan kolaboratif telah terbukti sebagai cara efektif untuk mengobati depresi dan mengurangi pikiran bunuh diri.
Bagaimana cara mendapatkan bantuan untuk masalah kesehatan jiwa?
Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa profesional, seperti psikolog, psikiater, atau tenaga sosial klinis
Dimana saya dapat mempelajari lebih lanjut mengenai penelitian NIMH tentang bunuh diri?
NIMH mendukung penelitian yang memberikan dampak dalam mengurangi angka bunuh diri di Amerika Serikat. Penelitian membantu meningkatkan kemampuan kita mengidentifikasi orang yang berisiko bunuh diri dan mengembangkan serta meningkatkan pengobatan yang efektif. Para peneliti NIMH terus meneliti mengenai bunuh diri dan cara terbaik untuk menerapkan program intervensi dan pencegahan bunuh diri dalam berbagai konteks, termasuk layanan kesehatan, komunitas, sekolah, dan sistem peradilan.
Tautan ke artikel asli: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/suicide-prevention

