Guest Editorial – Integrating Mental Health Into Primary Healthcare
Michelle Funk, Benedetto Saraceno, Natalie Drew, Edwige Faydi
Pendahuluan
Gangguan jiwa sangat banyak muncul di berbagai negara dan menyebabkan penderitaan yang sangat berat, kualitas hidup yang rendah, peningkatan angka kematian, serta biaya ekonomi dan sosial yang sangat besar. Oleh karenanya, masalah ini tidak dapat lagi diabaikan.
Meskipun editorial ini berfokus pada layanan kesehatan primer, penting untuk ditekankan bahwa layanan kesehatan jiwa yang diberikan pada level ini akan lebih efektif dan bertahan jika dilengkapi dengan layanan tingkat sekunder yang kokoh dimana tenaga kesehatan primer dapat merujuk kasus terkait, serta untuk dukungan dan supervisi. Dengan memiliki layanan kesehatan jiwa komunitas yang kuat dan kelompok dukungan, yang dijalankan oleh LSM serta lembaga keagaaman, juga dapat melengkapi dan memperkuat layanan kesehatan jiwa yang diberikan di layanan kesehatan primer.
Mengapa perlu intergrasi?
> Akses lebih baik ke layanan
Layanan kesehatan jiwa, yang diberikan di setting layanan kesehatan primer, akan lebih mudah diakses, lebih terjangkau dan dapat diterima oleh masyarakat.
> Hasil kesehatan yang lebih baik
Terkait dengan hasil klinis ditemukan bahwa, untuk banyak kasus gangguan jiwa, layanan kesehatan primer dapat memberikan layanan yang lebih baik dari yang diberikan di rumah sakit jiwa.
Rekomendasi WHO
WHO mengelurkan sejumlah rekomendasi spesifik yang penting bagi suksesnya pelaksanaan integrasi kesehatan jiwa ke dalam layanan kesehatan primer.
> Undang-undang, kebijakan, dan rencana
> Pengembangan dan pelatihan SDM
> Supervisi, dukungan, dan rujukan
Laporan Gabungan WHO/WONCA Tentang Integrasi
WHO dan WONCA menerbitkan Report on Integrating Mental Health into Primary Health Care. Laporan tersebut memberikan landasan dan cara bagi pembuat kebijakan dan perencana layanan kesehatan untuk berpindah dari institutional model of mental healthcare menuju layanan komprehensif yang terintegrasi. Dengan studi kasus akan praktik-praktik terbaik dari seluruh dunia, laporan tersebut memberikan informasi, arahan, dan rekomendasi spesifik dalam menjalankan integrasi yang efektif di berbagai negara dengan berbagai kondisi.
Institutional model masih menjadi sebuah norma di banyak tempat di negara dengan sumber daya terbatas. Dengan memberikan bimbingan yang jelas dan komprehensif terkait isu ini diharapkan lebih banyak negara yang akan mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke dalam layanan kesehatan primer, sehingga mempromosikan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan jiwa yang menghargai HAM, dan pada akhirnya, hasil kesehatan “jiwa” dan “fisik” yang lebih baik.
Tautan ke artikel lengkap: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2777555/
Kalimat kutipan: Funk M, Saraceno B, Drew N, Faydi E. Integrating mental health into primary healthcare. Ment Health Fam Med. 2008 Mar;5(1):5-8. PMID: 22477840; PMCID: PMC2777555.

