Pasca persalinan, apakah bayi yang terlahir dari ibu dengan HIV menerima obat HIV untuk mencegah penularan HIV perinatal?
Terapi antiretroviral (ART) adalah penggunaan kombinasi obat HIV (antiretroviral) untuk mengobati infeksi HIV. Pasca persalinan, semua bayi yang terlahir dari ibu dengan HIV harus diberikan obat HIV. Obat tersebut harus diberikan sesegera mungkin pasca persalinan, sebaiknya dalam periode 6 jam pasca persalinan, untuk mencegah penularan HIV perinatal (penularan HIV dari ibu yang melahirkan ke anaknya). Obat HIV yang diberikan kepada bayi pasca persalinan melindungi bayi dari infeksi HIV yang dapat ditularkan dari ibu dengan HIV yang melahirkan selama kehamilan atau persalinan. Obat HIV disebut dengan antiretroviral.
Obat HIV apa yang diberikan ke bayi pasca persalinan untuk mencegah penularan HIV perinatal?
Obat HIV yang diterima bayi bergantung pada viral load ibu dan faktor lainnya.
Bayi yang berisiko tinggi penularan HIV perinatal menerima 3 obat HIV hingga 6 minggu pasca persalinan. Obat HIV juga diberikan pada bayi yang terlahir dari ibu yang memiliki viral load tidak tersupresi menjelang persalinan.
Seberapa dini pasca persalinan bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HIV perlu melakukan tes HIV?
Tes HIV direkomendasikan bagi semua bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HIV pada usia 14 – 21 hari kehidupan, pada usia 1 hingga 2 bulan, dan pada usia 4 – 6 bulan. Tes tambahan pada saat persalinan dan waktu lainnya direkomendasikan bagi bayi yang berisiko tinggi mengalami penularan HIV perinatal. Tes HIV (disebut dengan tes virology) untuk melihat HIV dalam darah.
Jika tes tersebut menunjukkan bayi mendapat infeksi HIV, bayi tersebut diberikan obat HIV. ART membantu ODHIV hidup lebih sehat dan lebih lama.
Apa langkah lainnya yang dapat dilakukan untuk melindungi bayi terinfeksi HIV?
Ibu hamil dengan HIV disarankan untuk berkonsultasi dengan tim medis/dokter mereka terkait pilihan makanan bagi bayi mereka pasca persalinan. Dengan penggunaan obat HIV yang konsisten dan viral load yang tidak terdeteksi selama kehamilan dan menyusui, risiko penularan ke bayi yang minum ASI menjadi rendah: kurang dari 1%, tapi bukan 0%. Alternatifnya, susu formula yang disiapkan dengan benar dan ASI donor yang dipasteurisasi dari bank susu merupakan pilihan-pilihan yang mengeliminasi risiko penularan ke bayi pasca persalinan. Ibu hamil dengan HIV dapat berkonsultasi dengan dokter mereka untuk menentukan metode pemberian makanan yang tepat untuk bayi mereka.
Sebagai tambahan, bayi tidak boleh memakan makanan yang sebelumnya dikunyah oleh ODHIV.
Untuk mempelajari lebih lanjut, baca lembaran fakta HIVinfo:
- Preventing Perinatal Transmission of HIV: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/preventing-perinatal-transmission-hiv (terjemahan artikel: https://yayasanabhipraya.com/2024/12/12/mencegah-penularan-hiv-perinatal/)
- HIV Medicines During Pregnancy and Childbirth: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-medicines-during-pregnancy-and-childbirth (terjemahan artikel: https://yayasanabhipraya.com/2024/12/27/obat-hiv-selama-kehamilan-dan-persalinan/)
Poin-Poin Penting:
Penularan HIV perinatal berarti menularkan HIV dari ibu hamil atau yang melahirkan ke anaknya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui (melalui ASI).Terapi antiretroviral (ART) adalah penggunaan kombinasi obat HIV (antiretroviral) untuk mengobati infeksi HIV. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HIV harus diberikan ART sesegera mungkin pasca persalinan (sebaiknya dalam periode 6 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan HIV perinatal. Obat HIV melindungi bayi dari infeksi HIV yang dapat ditularkan dari ibu dengan HIV yang melahirkan ke anaknya selama kehamilan atau persalinan.
Tes HIV direkomendasikan bagi semua bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HIV pada usia 14 – 21 hari kehidupan, pada usia 1 hingga 2 bulan, dan pada usia 4 – 6 bulan. Tes tambahan pada saat persalinan dan waktu lainnya direkomendasikan bagi bayi yang berisiko tinggi mengalami penularan HIV perinatal. Jika tes HIV menunjukkan bayi terinfeksi HIV, bayi tersebut akan diberikan ART.
Meskipun HIV dapat ditularkan melalui ASI, minum obat HIV dan memiliki viral load tidak terdeteksi selama kehamilan dan menyusui menurunkan risiko penularan HIV menjadi kurang dari 1%. Ibu hamil dengan HIV harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan pilihan makanan bagi bayi mereka.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/preventing-perinatal-transmission-hiv-after-birth

