Integrated Care for Depression Yields Extended Benefits, Malawi Study Shows
Incorporating depression treatment into care for chronic health conditions improved well-being for both patients and their families
Di sebagian besar negara berkembang, sumber daya kesehatan masyarakat yang penting ditujukan untuk mengatasi kondisi kesehatan seperti HIV dan malaria, namun banyak orang dengan masalah depresi dan gangguan kesehatan jiwa lainnya tidak memperoleh pengobatan bagi masalah kesehatan jiwa tersebut.
Menggabungkan layanan kesehatan jiwa ke dalam layanan medis rutin memberikan pendekatan yang menjanjikan dalam menjembatani kesenjangan dalam perawatan ini, menurut penelitian yang dipimpin oleh para peneliti RAND Ryan K. McBain, Sc.D., Sc.M., dan Glenn Wagner, Ph.D. Pendekatan terintegrasi tersebut juga dapat meningkatkan kondisi kesehatan lainnya dari pasien serta kesejahteraan keluarga mereka, manfaat yang terkadang dipandang remeh dalam evaluasi efektivitas biaya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan layanan untuk masalah depresi ke dalam layanan bagi kondisi kesehatan kronis meningkatkan kesejahteraan, baik bagi pasien maupun keluarganya dan dapat menjadi pendekatan yang efektif-biaya bagi layanan di negara-negara berkembang
Tautan ke berita lengkap: Integrated Care for Depression Yields Extended Benefits, Malawi Study Shows
Tautan ke artikel terkait: Effectiveness, cost-effectiveness, and positive externalities of integrated chronic care for adults with major depressive disorder in Malawi (IC3D): a stepped-wedge, cluster-randomised, controlled trial

