Apakah yang dimaksud dengan IMS?
IMS merupakan singkatan dari infeksi menular seksual. IMS merupakan infeksi yang menyebar dari orang ke orang melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, anal, atau oral. IMS disebabkan oleh bakteri, parasit, dan virus.
Sebelumnya, istilah IMS lebih dikenal dengan nama penyakit menular seksual. Namun, kata IMS lebih tepat digunakan karena seseorang dengan infeksi mungkin tidak menunjukkan gejala, namun tetap memerlukan pengobatan. Ketika tidak diobati, IMS dapat berkembang menjadi penyakit.
HIV merupakan salah satu bentuk IMS, namun infeksi ini dapat berkembang menjadi penyakit yang disebut dengan AIDS, ketika tidak diobati dengan obat HIV. Contoh IMS lainnya adalah klamidia, gonore, infeksi human papillomavirus (HPV), dan sifilis.

Apa hubungan antara HIV dan IMS lainnya?
Perilaku sama yang meningkatkan risiko penularan HIV juga dapat meningkatkan risiko tertular IMS lainnya. Perilaku tersebut mencakup berikut ini:
- Berhubungan seks tanpa kondom
- Berhubungan seks dengan banyak pasangan, khususnya pasangan yang tidak dikenal
- Berhubungan seks ketika berada dalam pengaruh alkohol atau narkoba, yang dapat mempengaruhi penilaian seseorang mengenai perilaku seks yang aman.
Jika seseorang tertular IMS, orang tersebut dapat dengan mudah tertular atau menularkan HIV. Contoh, IMS seperti herpes simplex virus dapat mengakibatkan luka atau robekan di kulit, yang dapat menjadi jalan masuk HIV ke dalam tubuh seseorang. Jika seseorang terinfeksi HIV dan IMS lainnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan HIV.
Bagaimana caranya mengurangi risiko tertular IMS?
Pantang hubungan seksual (sexual abstinence; tidak melakukan hubungan seks melalui vagina, anal, atau pun oral) merupakan satu-satunya cara untuk sepenuhnya menghilangkan risiko penularan IMS. Namun, langkah-langkah di bawah ini dapat mengurangi risiko tertular IMS, termasuk HIV.
Perilaku seks aman
- Gunakan kondom secara benar setiap berhubungan seks
- Batasi jumlah pasangan seks
- Jangan minum alkohol atau menggunakan narkoba sebelum dan selama berhubungan seks
- Batasi hubungan seks hanya dengan pasangan yang melakukan tes dengan rutin
Lakukan vaksinasi
- Vaksinasi tersedia untuk sejumlah IMS, seperti HPV dan virus Hepatitis B. Vaksin juga tersedia untuk infeksi lainnya yang dapat menyebar selama kontak fisik dekat, seperti mpox. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda mengenai vaksin untuk IMS.
Lakukan tes secara rutin
- Meskipun melakukan tes dengan rutin tidak dapat mencegah IMS, bagi orang yang berhubungan seks secara reguler dengan banyak pasangan, melakukan tes secara rutin merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi dan mengobati IMS sebelum infeksi tersebut berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
Orang tanpa infeksi HIV dapat melakukan langkah tambahan untuk mencegah penularan HIV. Pre-exposure prophylaxis (PrEP) merupakan pilihan pencegahan HIV bagi orang tanpa infeksi HIV namun berisiko tinggi tertular HIV. PrEP melibatkan minum obat HIV tertentu pada jadwal dosis teratur untu mengurangi risiko penularan HIV melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba suntik. Untuk mempelajari lebih lanjut di laman HIVinfo mengenai “Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) fact sheet” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/pre-exposure-prophylaxis-prep) (terjemahan artikel terkait: https://yayasanabhipraya.com/2024/06/13/pre-exposure-prophylaxis-prep-profilaksis-pra-pajanan/).
Orang tanpa infeksi HIV juga dapat minum post-exposure prophylaxis (PEP) sesegera mungkin setelah kemungkinan terjadinya paparan terhadap HIV untuk mencegah penularan infeksi tersebut. Baca lebih lanjut di laman HIVinfo mengenai “Post-Exposure Prophylaxis (PEP) fact sheet” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/post-exposure-prophylaxis-pep) (terjemahan artikel terkait: https://yayasanabhipraya.com/2024/06/21/post-exposure-prophylaxis-pep-profilaksis-pasca-pajanan/).
Bagaimana cara ODHIY mencegah penularan HIV ke orang lain?
Minum obat HIV sesuai anjuran dokter. Pengobatan dengan obat HIV (disebut terapi antiretroviral atau ART) membantu ODHIV hidup lebih sehat dan lebih lama. Salah satu tujuan ART adalah menurunkan angka viral load seseorang menjadi tidak terdeteksi. ODHIV yang mempertahankan jumlah viral load tidak terdeteksi secara efektif tidak berisiko menularkan HIV melalui hubungan seksual kepada pasangannya yang tanpa HIV.
Jika viral load seseorang tidak tak terdeteksi – atau tidak selalu tak terdeteksi – penggunaan kondom dan perilaku seks aman dapat membantu mencegah penularan HIV ke orang lain. Selain itu, orang tanpa infeksi HIV dapat minum obat untuk mencegah penularan HIV.
Apa saja gejala IMS?
Gejala IMS bergantung pada jenis IMS yang dialami, dan tidak setiap orang mengalami gejala yang sama. Contoh gejala IMS yang mungkin dialami adalah rasa nyeri ketika buang air kecil, keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina atau penis, atau demam.
IMS tidak selalu menunjukkan gejala. Bahkan jika orang yang mengalami IMS tidak menunjukkan gejala, orang tersebut tetap dapat menularkan IMS yang dideritanya ke orang lain. Contoh, sejumlah orang tidak menunjukkan gejala HIV namun dapat menularkan HIV ke orang lain sekitar satu bulan setelah terinfeksi HIV.
Orang yang dapat memperoleh manfaat dari program pencegahan IMS (dan pasangan mereka) sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan tes IMS.
Apakah IMS dapat diobati?
IMS yang disebabkan oleh bakteri atau parasit yang dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Tidak ada obat untuk IMS yang disebabkan oleh virus, namun pengobatan dapat meringankan atau menghilangkan gejala dan membantu mengendalikan IMS.
Pengobatan untuk IMS yang disebabkan oleh virus juga mengurangi risiko penularan IMS ke orang lain. Contoh, meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan HIV, obat HIV membantu mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS dan hampir menghilangkan kemungkinan penularan HIV jika diminum sesuai anjuran dokter.
IMS yang tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi yang serius. Contoh, gonore yang tidak diobati pada wanita dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan kemandulan. Tanpa pengobatan, HIV secara bertahap menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia dan berkembang menjadi AIDS.
Karena sejumlah IMS dapat tidak terdeteksi sebelum berkembang menjadi kondisi yang parah, penting bagi orang yang aktif secara seksual untuk melakukan tes.
| Poin-Poin Penting: Sexually transmitted infections (STI) atau infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi yang menyebar dari orang ke orang melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, anal, atau oral. Ketika infeksi ini tidak diobati, IMS berkembang menjadi penyakit menular seksual (PMS).HIV merupakan IMS yang dapat berkembang menjadi AIDS, jika tidak diobati.IMS dapat meningkatkan risiko penularan HIV dari atau ke orang lain, seringkali disebabkan oleh luka atau robekan kecil di kulit yang dapat menyebabkan seseorang terpapar virus tersebut.Perilaku seks yang aman, seperti menggunakan kondom dengan tepat setiap kali berhubungan seks, dapat mencegah IMS. |
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-sexually-transmitted-infections-stis

