HIV dan Human Papillomavirus (HPV)

HIV dan Human Papillomavirus (HPV)

Apa itu human papillomavirus (HPV)?

HPV merupakan virus yang menyebar melalui kontak intim kulit-ke-kulit. Terdapat banyak jenis HPV yang dapat dibagi ke dalam dua kategori:

  • HPV risiko rendah, yang menyebabkan kutil di mulut, anus, dan/atau kelamin.
  • HPV risiko tinggi, yang menyebabkan berbagai jenis prakanker (sel abnormal yang dapat menyebabkan kanker) dan kanker, seperti serviks, vagina, penis, anal, dan orofaring (belakang tenggorokan).

ODHIV cenderung lebih mudah tertular kedua jenis HPV.

Bagaimana HPV menyebar dari orang ke orang?

HPV digolongkan sebagai penyebab infeksi menular seksual. Anda dapat tertular HPV melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut meskipun mereka tidak menunjukkan gejala atau tanda apapun. Seseorang dapat terinfeksi HPV selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala. Untuk informasi lebih lanjut mengenai IMS, lihat lembar fakta HIVinfo “HIV and Sexually Transmitted Diseases” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-sexually-transmitted-infections-stis) (tautan ke terjemahan bahasa Indonesia: https://yayasanabhipraya.com/2025/05/16/hiv-dan-infeksi-menular-seksual-ims/)

Apa hubungan antara HIV dan HPV?

Baik HIV maupun HPV menular melalui hubungan seksual. Perilaku yang menyebabkan orang mengalami peningkatan risiko tertular HIV juga meningkatkan risiko tertular HPV dan jenis IMS lainnya. Perilaku tersebut adalah:

  • Berhubungan seks tanpa kondom
  • Berhubungan seks dengan banyak pasangan, khususnya dengan pasangan seks yang tak dikenal
  • Berhubungan seks ketika berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.

Karena HIV menargetkan sel CD4  (limfosit T CD4) dalam sistem imun yang bertugas melawan infeksi, tubuh menjadi lebih sulit melawan infeksi dan penyakit. HPV merupakan infeksi oportunistik, yang berarti ODHIV lebih mungkin tertular HPV. Dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi HIV, ODHIV mungkin memiliki kutil yang lebih besar atau lebih banyak jumlahnya dan lebih mungkin mengalami kutil, prakanker, dan kanker yang terkait dnegan HPV.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai infeksi oportunistik, lihat lembar fakta HIVinfo “What is an Opportunistic Infection?” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/what-opportunistic-infection) (tautan ke terjemahan bahasa Indonesia: https://yayasanabhipraya.com/2025/04/23/infeksi-oportunistik-io/).

Bagaimana caranya mengurangi risiko tertular HPV?

Vaksinasi

Vaksin HPV dapat melindungi banyak jenis HPV yang menyebabkan penyakit. Mendapatkan vaksinasi HPV dapat menurunkan risiko mengalami kutil di kelamin dan mengalami kondisi prakanker serta kanker.

CDC merekomendasikan agar ODHIV menerima vaksin HPV, dimulai pada usia 9 tahun. ODHIV biasanya menerima 3 dosis vaksin dalam periode 6 bulan. Vaksin HPV lebih efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual atau terpapar virus tersebut.

Untuk informasi mengenai imunisasi lainnya, lihat lembar fakta HIVinfo “HIV and Immunizations” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-immunizations) (tautan ke terjemahan bahasa Indonesia: https://yayasanabhipraya.com/2024/08/16/hiv-dan-immunisasi/).

Lindungi diri Anda ketika berhubungan seks

Jika Anda aktif secara seksual, batasi jumlah pasangan seks Anda dan menghindari hubungan seks dengan orang yang memiliki banyak pasangan seks dapat menurunkan risiko Anda tertular HPV. Penggunaan kondom dengan benar setiap kali Anda berhubungan seks juga mengurangi risiko Anda tertular HPV dan IMS lainnya. Kunjungi laman CDC untuk mengetahui “How To Use Condoms Correctly” (https://www.cdc.gov/condom-use/).

Bagaimana cara mencegah munculnya masalah kesehatan terkait HPV?

Mendeteksi dini lebih dini, pada tahap yang dapat diobati dapat berarti perawatan yang lebih efektif. Oleh karenanya, NIH merekomendasikan agar ODHIV (bahkan yang sudah divaksinasi) menjalani skrining anal dan skrining kanker serviks secara rutin.

Skrining kanker anus

Setiap orang dewasa dengan HIV harus diperiksa untuk mengetahui abnormalitas anus (seperti nyeri, rasa terbakar, atau benjolan) dan menjalani pemeriksaan anorektal digital (digital anorectal exam; DARE) setiap tahun. Selama DARE, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa bagian luar anus dan menggunakan jari yang bersarung tangan dan dilumasi ke dalam rektum untuk memeriksa adanya temuan abnormal. Jika terdapat temuan abnormal, sel anus dikumpulkan dan diperiksa untuk  mengetahui tanda-tanda prakanker atau kanker. Usia saat skrining anus dimulai  bergantung pada risiko masing-masing individu. Kebanyakan ODHIV harus memulai skrining kanker anus pada usia 45 tahun. Orang lainnya, seperti laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, memiliki peningkatan risiko kanker anus dan harus memulai skrining kanker anus mulai usia 35 tahun.

Skrining kanker serviks

Ketika seseorang yang berusia 21 tahun ke atas didiagnosis HIV, mereka harus menjalani skrining kanker serviks setiap tahun, yang mencakup tes HPV untuk mengetahui jenis HPV yang dialami dan Pap smear dengan mengambil sel serviks untuk memeriksa tanda-tanda prakanker atau kanker. Jika ditemukan tanda-tanda prakanker atau kanker atau risiko tinggi HPV, penyedia layanan kesehatan memerlukan tes tambahan, seperti kolposkopi untuk memeriksa serviks, vagina, dan vulva secara lebih seksama.

Faktor-faktor seperti usia dan ketersediaan tes mempengaruhi jenis tes yang dilakukan.

Apa saja pengobatan untuk HPV?

  • Kutil oral atau kelamin dapat diobati dengan salep atau gel di rumah atau dengan pembedahan atau krioterapi (pembekuan) di klinik, bergantung pada lokasi, ukuran, dan jumlahnya.
  • Prakanker dapat diangkat, dilaser, atau dibekukan sebelum berubah menjadi kanker.
  • Pengobatan kanker dapat berupa pembedahan, kemoterapi, dan/atau radiasi.

ODHIV menerima perawatan untuk kutil, prakanker, dan kanker seperti pada orang tanpa HIV dengan kondisi tersebut.

  Poin-Poin Penting: ODHIV lebih mungkin tertular human papillomavirus (HPV), IMS yang umumnya dapat menyebabkan kutil dan beberapa jenis kanker.ODHIV harus diberikan vaksinasi terhadap HPV dan menjalani skrining rutin untuk kanker anus dan kanker serviks.  

Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-human-papillomavirus          

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *