Forecasting future HIV infection cases: evidence from Indonesia

Maria Dyah Kurniasari, Andrian Dolfriandra Huruta, Hsiu Ting Tsai, Cheng-Wen Lee 

Abstrak

Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghadapi masalah kompleks yang terkait dengan insiden dan prevalens kasus HIV. Hal ini terjadi meskipun telah ada upaya bersama dari sejumlah pemerintah daerah di sejumlah propinsi di Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI untuk memberantas praktik prostitusi. Terdapat banyak sub-tipe HIV di Indonesia seperti HIV-1 (CRF01_AE dan B). Proyeksi ini dilakukan dengan menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average. ARMA (1,1) teramati sebagai model terbaik dalam meramalkan jumlah pasien HIV di Indonesia. Proyeksi ini telah dilakukan sejak tahun 2019. Berdasarkan proyeksi dinamis menggunakan ARMA (1,1), penelitian ini membuktikan bahwa jumlah pasien HIV positif di Indonesia, sejak tahun 2019 hingga tahun 2030, mengalami peningkatan dari 22.679 menjadi 36.255, hampir 37% dalam 12 tahun. Indonesia mengalami tren peningkatan jumlah kasus HIV baru hingga tahun 2030, yang disebabkan oleh pasien HIV yang tidak melakukan pengobatan lanjutan atau pasien HIV yang berhenti minum obat ARV meskipun pemerintah Indonesia telah menyediakan jaminan kesehatan nasional yang mencakup obat ARV dan terbatasnya jumlah layanan kesehatan yang menyediakan terapi ARV. Oleh karenanya, penelitian yang berfokus pada estimasi jumlah pasien HIV di Indonesia merupakan temuan yang penting. Informasi ini dapat digunakan sebagai sumber rujukan bagi kebijakan dan pengambilan keputusan bagi rencana dan program terkait.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33272146/                                     

Kalimat Kutipan: Kurniasari MD, Huruta AD, Tsai HT, Lee CW. Forecasting future HIV infection cases: evidence from Indonesia. Soc Work Public Health. 2021 Jan 2;36(1):12-25. doi: 10.1080/19371918.2020.1851332. Epub 2020 Dec 3. PMID: 33272146.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *