Terapi Antiretroviral Kerja Lama Menunjukkan Kesuksesan di Tengah Viremia dan CD4 Rendah dalam Sebuah Studi di AS
Long-Acting Antiretroviral Therapy Shows Success Amidst Viremia and Low CD4 in U.S. Study
Para peneliti dari Ponce De Leon Center, klnik yang didanai oleh Ryan White di Atlanta, melaksanakan tinjauan rekam medis retrospektif terhadap orang dengan HIV (ODHIV) yang mengalami viremia dan memulai terapi antiretroviral kerja lama (long-acting antiretroviral therapy; LA-ART). Kebanyakan pasien memulai rejimen cabotegravir/rilpivirine (CAB/RPV), namun ada yang memulai lenacapavir (LEN) atau bahkan ibalizumab (IBA).

Dari 81 partisipan penelitian yang memenuhi kriteria, 93% diidentifikasi sebagai perempuan kulit hitam; 40% adalah perempuan cisgender atau transgender. Usia rata-rata adalah 38 tahun (IWR 30-49) dan pendapatan tahunan rata-rata adalah USD 25.000 USD (IQR: USD 20.000 – USD 33.000). Waktu rata-rata sejak diagnosis HIV adalah 15,5 tahun, dan 46% memiliki riwayat infeksi oportunistik sebelumnya.
Hasil Penelitian:
- Dari 645 suntikan LA-CAB/RPV (500 per bulan, 145 dua bulan), 98% diberikan tepat waktu. Semua suntikan LEN (43/43) dan IBA (37/37) diberikan tepat waktu.
- 73/79 (92%) mencapai supresi virus setelah median dosis tunggal LA-ART (IQR 1-2).
- Peningkatan jumlah CD4 median mencapai 353 sel/uL (IQR: 187-501).
- Dua orang mengalami kegagalan virologi dengan resistensi obat yang muncul.
- Empat orang mengalami viremia persisten tanpa resistensi (dua dengan >200c/mL; dua dengan 50–200c/mL).
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan kembali perspektif awal bahwa LA-ART hanya tepat diberikan pada pasien yang patuh minum obat dan sudah mencapai kondisi supresi virus. Sebaliknya, LA-ART dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memulai kembali pengobatan bagi individu yang mengalami viremia dan hambatan lainnya dalam perawatan HIV.
Tautan ke berita lengkap: Long-Acting Antiretroviral Therapy Shows Success Amidst Viremia and Low CD4 in U.S. Study
Tautan ke penelitian terkait: Long-acting cabotegravir/rilpivirine, lenacapavir, and ibalizumab use among persons with HIV-1 viremia at a Ryan White-funded clinic in the urban U.S. South

