Tren Insiden Kanker Pada Orang Dengan HIV

Sebuah Penelitian Berskala Besar tentang HIV dan Kanker Memberi Kesempatan Langka untuk Melihat Trend an Nuansanya

Huge Study on Cancer and HIV Gives Us a Rare Chance to See Trends and Nuances

Studi kohort nasional ini menganalisis tren insiden kanker pada orang dengan HIV di AS Studi ini menggunakan data dari Studi HIV/AIDS Cancer Match (HACM), sebuah kumpulan registri HIV dan kanker dari 12 negara bagian (Colorado, Connecticut, Florida, Georgia, Louisiana, Massachusetts, Maryland, Michigan, North Carolina, New Jersey, New York, dan Texas), serta Washington, D.C., dan Puerto Rcko, antara tahun 2001 dan 2019.

Tujuan dari penelitian tersebut adalah mengevaluasi angka kasus kanker yang terdefinisi dan tidak terdefinisi AIDS. Angka insidens yang disesuaikan dengan usia dan rasio tingkat insidens dari waktu ke waktu dihitung dan dikelompokkan berdasarkan kelompok demografi, kategori penularan HIV, dan periode calendar (dalam peningkatan empat-tahun).

Hasil Penelitian:

  1. Di antara 847.107 ODHIV, tingkat insiden kanker yang terdefinisi AIDS (limfoma non-Hodgkin, sarkoma Kaposi, limfoma Hodgkin), serta kanker paru-paru dan hati, secara konsisten menurun dari tahun 2001 hingga 2019.
  2. Sebaliknya, terdapat penurunan yang lebih kecil dalam insiden kanker yang terkait dengan human papillomavirus seperti kanker serviks dan anus, serta kanker yang umum terjadi pada populasi umum, termasuk kanker payudara, prostat, dan usus besar.
  3. Kanker yang paling umum adalah prostat, paru-paru, anus, dan limfoma sel B. Kanker dengan rasio insiden tertinggi yang disesuaikan dengan usia adalah kanker payudara pada wanita, prostat, paru-paru, serviks, dan anus. Penelitian ini juga mencatat peningkatan kanker vulva.

Data tersebut  menekankan pentingnya  penerapan skrining kanker yang sesuai usia dan spesifik organ pada setiap pasien. Selain itu, meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam publikasi penelitian ini, hasil penelitian menekankan pentingnya mengeksplorasi intervensi pencegahan kanker (misalnya, vaksinasi HPV dan hepatitis B) dan menangani faktor risiko yang dapat dimodifikasi (merokok, konsumsi alkohol berlebihan) pada pasien kami. Selain itu, kanker dengan beban tertinggi—payudara, anus, paru-paru, dan prostat—semuanya memiliki intervensi yang dapat mencegah atau mengurangi keparahan penyakit.

Tautan ke berita lengkap: Huge Study on Cancer and HIV Gives Us a Rare Chance to See Trends and Nuances

Tautan ke penelitian terkait: Cancer Incidence and Trends in US Adults With HIV

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *