Relapse Prevention Group Therapy in Indonesia Involving Peers via Videoconferencing

Relapse Prevention Group Therapy in Indonesia Involving Peers via Videoconferencing for Substance Use Disorder: Development and Feasibility Study

Kristiana SisteYoudiil OphinniEnjeline HanafiChika YamadaReza NovalinoAlbert P LimawanEvania BeatriceVania RafeliaPeter AlisonToshihiko MatsumotoRyota Sakamoto

Abstrak

Latar Belakang: Gangguan penyalahgunaan narkoba (substance use disorders; SUDs) merupakan masalah kesehatan yang besar di Indonesia, dimana sejumlah hambatan ke pengobatan masih ada, termasuk ketidaktersediaan akses ke layanan pengobatan, stigma, dan kriminalisasi isu narkoba. Keterlibatan teman sebaya dan penggunaan telemedisi dalam memberikan psikoterapi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan pengembangan psikoterapi kelompok yang baru dan diberikan secara bersama oleh tenaga kesehatan dan teman sebaya, dan (2) mengevaluasi penerimaan, kepraktisan, dan hasil awal dari program ini, yang diberikan melalui video konferensi di Indonesia.

Metode Penelitian: Berdasarkan terapi pencegahan relaps yang telah mapan di Jepang, kami mengembangkan modul terapi kelompok mingguan selama 3 bulan dalam bahasa Indonesia. Penyesuaian modul dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus dengan para pemangku kepentingan lokal terkait jenis narkoba, pemahaman, bahasa yang inklusif, dan relevansi budaya. Sebuah studi percontohan telah dilakukan untuk menguji modul baru yang diberikan oleh rekan sejawat dan seorang psikiater melalui konferensi video, yang disebut Program Pencegahan Kekambuhan Kecanduan Narkoba tele-Indonesia (tele-Indonesia Drug Addiction Relapse Prevention Program; tele-Indo-DARPP), dengan desain pra-kontrol dan pasca-kontrol. Kami menganalisis data dari wawancara umpan balik semi-terstruktur dan pengukuran luaran, termasuk jumlah hari penggunaan narkoba dan kualitas hidup, serta membandingkan kelompok intervensi (tele-Indo-DARPP yang ditambahkan ke pengobatan seperti biasa [treatment as usual; TAU]) dan kelompok kontrol (hanya TAU).

Hasil Penelitian: Secara total, 8 orang yang didiagnosis dengan SUD berpartisipasi dalam studi percontohan dengan usia rata-rata 37 (SD 12,8) tahun. Semuanya laki-laki, dan 7 (88%) menggunakan obat penenang sebagai zat utama. Secara kolektif, mereka menghadiri 44 dari 48 sesi tele-Indo-DARPP. Sebanyak 3 dari 4 (75%) lebih memilih telemedisin daripada terapi tatap muka. Penerimaan dan kepraktisan yang positif ditunjukkan dari umpan balik kualitatif, di mana para partisipan yang bergabung dengan tele-Indo-DARPP melaporkan bahwa mereka menyukai kenyamanan bergabung dari rumah dan bahwa mereka dapat terbuka tentang masalah pribadi, menerima saran yang bermanfaat dari teman sebaya, dan menerima dukungan dari partisipan lainnya. Penyedia layanan kesehatan melaporkan bahwa mereka merasa modul tersebut ramah bagi tenaga kesehatan, dan sesi tersebut nyaman untuk diikuti tanpa mengurangi hubungan baik. Sementara itu, masalah dengan koneksi internet dan kesulitan dalam memahami beberapa terminologi dalam buku kerja dilaporkan. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih baik dalam kesehatan psikologis dan gejala kecemasan.

Kesimpulan: Psikoterapi kelompok melalui video konferensi yang diberikan bersamaan oleh tenaga kesehatan dan teman sebaya dapat diterima dan merupakan metode praktis bagi partisipan dengan SUD dan bagi penyedia layanan kesehatan dalam penelitian ini. Studi berskala besar diperlukan untuk menguji efektivitas modul yang baru dikembangkan di Indonesia.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38888959/      

Kalimat Kutipan: Siste K, Ophinni Y, Hanafi E, Yamada C, Novalino R, Limawan AP, Beatrice E, Rafelia V, Alison P, Matsumoto T, Sakamoto R. Relapse Prevention Group Therapy in Indonesia Involving Peers via Videoconferencing for Substance Use Disorder: Development and Feasibility Study. JMIR Form Res. 2024 Jun 18;8:e50452. doi: 10.2196/50452. PMID: 38888959; PMCID: PMC11220436.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *