Makanan Produksi Industri

Ultra-processed food addiction in a nationally representative sample of older adults in the USA

Lucy K Loch, Matthias Kirch, Dianne C Singer, Erica Solway, J Scott Roberts, Jeffrey T Kullgren, Ashley N Gearhardt

Abstrak

Tujuan Penelitian: Ultra-processed foods (UPFs; makanan produksi industry yang umumnya mengandung kadar karbohidrat olahan dan/atau lemak tambahan dengan kadar yang sangat tinggi) mulai diperkenalkan secara luas di lingkungan pangan AS pada tahun 1980-an dan terus berkembang pesat sejak saat itu. UPFs telah terbukti memicu respon serupa dengan adiksi. Penelitian ini meneliti prevalensi adiksi UPF pada orang dewasa lanjut di AS dan hubungannya dengan berbagai aspek kesehatan.

Disain Penelitian: Pada bulan Juli 2022, survei potong-lintang melalui telepon dan online dilaksanakan menggunakan the University of Michigan National Poll on Healthy Aging (NPHA). Analisis stratifikasi gender meneliti hubungan antara UPF dan persepsi mengenai kesehatan fisik dan mental, serta isolasi sosial. Rasio prevalensi dihitung, tanpa penyesuaian dan disesuaikan berdasarkan usia, ras/etnis, edukasi, dan pendapatan.

Setting Penelitian: Sampel perwakilan secara nasional pada orang dewasa lanjut (usia 50 – 80 tahun) di AS.

Partisipan Penelitian: Sampel penelitian melibatkan 2.038 orang dewasa lanjut (49,4% berusia 50-64 tahun dan 50,6% berusia 65-80 tahun, 51,2% wanita, M usia = 63,6, deviasi standar = 8,1).

Pengukuran: The modified Yale Food Addiction Scale 2.0 (ukuran tervalidasi yang menerapkan kriteria diagnostik gangguan penyalahgunaan narkoba pada konsumsi UPF yang berlebihan) digunakan untuk menilai kriteria diagnostik adiksi UPF. Beragam item yang dilaporkan-sendiri digunakan untuk menilai domain kesehatan (yaitu, kesehatan fisik dan mental, isolasi sosial).

Hasil Penelitian: Prevalensi adiksi UPF secara keseluruhan 12,4%, lebih tinggi pada perempuan (16,9%) dibandingkan laki-laki (7,5%), dengan angka tertinggi pada perempuan usia 50-64 tahun (21%). Laki-laki yang melaporkan kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 19,14 (95% confidence interval [CI] [5,26-69,66]) kali lebih besar untuk memenuhi kriteria adiksi UPF. Perempuan yang melaporkan kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 11,44 (95% CI [4,56-28,71]) kali lebih besar untuk memenuhi kriteria adiksi UPF. Perempuan dan laki-laki yang melaporkan kesehatan fisik yang lebih buruk memiliki kemungkinan masing-masing 1,93 (95% CI [1,26-2,98]) kali dan 2,99 (95% CI [1,70-5,26]) kali lebih besar untuk memenuhi kriteria adiksi UPF. Demikian pula, perempuan yang melaporkan kesehatan mental yang lebih buruk memiliki kemungkinan 2,78 (95% CI [1,79-4,32]) kali lebih besar untuk memenuhi kriteria adiksi UPF, sementara laki-laki memiliki kemungkinan 4,02 (95% CI [2,19-7,38]) kali lebih besar. Terakhir, perempuan dan laki-laki yang melaporkan perasaan terisolasi secara sosial memiliki kemungkinan 3,40 (IK 95% [2,16-5,34]) kali lebih besar dan 3,35 (IK 95% [1,83-6,14]) kali lebih besar untuk memenuhi kriteria adiksi UPF.

Kesimpulan: Adiksi UPF tampak lebih prevalen pada kelompok usia dewasa lanjut di AS, khususnya pada wanita yang pada masa remaja dan dewasa muda berada di era kualitas gizi dari suplai makanan di AS memburuk. Pola adiktif dari intake UPF tampaknya berkaitan dengan buruknya kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesejahteraan sosial.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41017504/           

Kalimat Kutipan: Loch LK, Kirch M, Singer DC, Solway E, Roberts JS, Kullgren JT, Gearhardt AN. Ultra-processed food addiction in a nationally representative sample of older adults in the USA. Addiction. 2025 Sep 29. doi: 10.1111/add.70186. Epub ahead of print. PMID: 41017504.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *