Bagaimana ODHIV mempersiapkan diri untuk bepergian?
Persiapkan obat HIV yang cukup untuk masa inap, termasuk kemungkinan penundaan
Penting bagi ODHIV untuk terus minum obat HIV sesuai anjuran dokter, bahkan ketika bepergian. Membawa obat HIV dalam jumlah yang cukup selama masa bepergian Anda, serta jumlah ekstra untuk beberapa hari jika terjadi penundaan. Dalam sejumlah kasus, Anda perlu menghubungi dokter Anda untuk mendapatkan obat HIV dari fasilitas kesehatan lain.
Ketika bepergian menggunakan pesawat atau melakukan perjalanan internasional, semua obat resep harus disimpan dalam kemasan aslinya, diberi label dengan dosis, nama, dan tanggal lahir Anda. Simpan obat HIV Anda dalam bagasi kabin agar jika bagasi yang didaftarkan (check-in baggage) hilang, Anda tetap dapat minum obat HIV tepat waktu.

Lakukan riset tentang tempat tujuan Anda
Jika Anda bepergian ke luar negeri, perhatikan pembatasan perjalanan terkait HIV. Jenis pembatasan berbeda-beda di tiap negara.
Sejumlah negara melarang ODHIV untuk masuk ke negaranya dan dapat mendeportasi pendatang berdasarkan status HIV mereka. Meskipun Anda tidak perlu membuka status HIV Anda di negara-negara tersebut, membawa obat HIV dapat mengindikasikan status HIV Anda dan mengakibatkan deportasi.
Negara-negara lainnya tidak melarang ODHIV masuk dan tinggal di negaranya selama kurang dari 90 hari, namun mensyaratkan tes HIV atau pembukaan status HIV untuk tujuan bekerja, sekolah, atau izin tinggal.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pembatasan perjalanan berdasarkan HIV status, cek website CDC mengenai “Travellers with HIV” (https://www.cdc.gov/yellow-book/hcp/travelers-with-additional-considerations/travelers-with-hiv.html).
Selain itu, ketahui aturan lokal serta perilaku budaya terhadap hubungan dan pernikahan sesama jenis.Menurut The US Department of State, lebih dari 60 negara memandang hubungan sesama jenis yang konsesual sebagai kejahatan. Untuk pertimbangan lain terkait orientasi seksual, lihat rekomendasi The US Department of State untuk pelancong gay dan lesbian (https://travel.state.gov/en/international-travel/planning/personal-needs/gay-lesbian.html).
Diskusikan rencana perjalanan Anda dengan dokter Anda
Beberapa bulan sebelum perjalanan, konsultasikan rencana perjalanan Anda dengan dokter Anda, seperti tempat tujuan, lama perjalanan, dan rencana kegiatan Anda di tempat tujuan. Bergantung pada tempat tujuan, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan vaksinasi atau obat untuk mencegah penyakit seperti kolera atau malaria.
Anda harus mengingatkan dokter Anda mengenai obat HIV yang sedang Anda konsumsi dan obat-obatan lainnya yang akan Anda bawa sehingga dokter Anda dapat memeriksa kemungkinan interaksi obat-obat jika vaksinasi tambahan atau obat lainnya diperlukan.
Dokter Anda juga dapat membantu memastikan bahwa Anda terus minum obat HIV selama bepergian. Jika Anda bepergian melintasi zona waktu, Anda perlu menyesuaikan waktu minum obat HIV Anda.
Tanyakan pada dokter Anda mengenai cara mengatur waktu pemberian dosis saat bepergian, terutama jika Anda melakukan penerbangan jarak jauh. Dalam sejumlah kasus, dokter Anda juga dapat membantu Anda mendapatkan obat HIV di lokasi lain di tempat tujuan Anda.
Jika Anda khawatir mengenai membawa obat HIV, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai peralihan sementara ke obat HIV kerja lama (long-acting). Obat HIV jenis ini dapat diberikan dalam bentuk suntikan setiap satu atau dua bulan. Obat tersebut tidak cocok untuk perjalanan lebih dari dua bulan, kecuali dokter Anda dapat mengatur pemberian obat HIV suntikan berikutnya saat diperlukan ketika Anda sedang bepergian.
Jika Anda melakukan perjalanan luar negeri, Anda mungkin perlu membawa surat keterangan medis untuk obat-obatan yang Anda bawa. Minta dokter Anda untuk memberikan surat keterangan medis yang berisi informasi mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi (termasuk nama generik dan dosisnya) serta informasi Anda.
Jelajahi pilihan asuransi kesehatan atau asuransi perjalanan tambahan
Layanan kesehatan di luar negeri umumnya tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan standar, seperti Medicare dan Medicaid (untuk penduduk AS). Periksa dengan dokter Anda untuk menentukan jika layanan kesehatan di luar negeri ditanggung. Anda perlu mempertimbangkan membeli asuransi perjalanan tambahan yang akan menanggung layanan kesehatan untuk kondisi yang telah ada seperti HIV atau evakuasi medis dalam kejadian darurat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai asuransi perjalanan, kunjungi website The US Department of State (https://travel.state.gov/en/international-travel/planning/guidance/insurance.html).
Bagaimana caranya agar ODHIV tetap aman selama perjalanan?
Tetap minum obat HIV sesuai anjuran dokter
Perubahan zona waktu, jet lag, penerbangan jarak jauh, dan jadwal yang sibuk dapat membuat Anda lupa untuk minum obat HIV tepat waktu. Melewati dosis obat HIV dapat menimbulkan resistensi obat HIV, kegagalan pengobatan, dan penularan HIV ke orang lain. Hal tersebut juga dapat membuat Anda rentan terhadap penyakit lainnya, seperti infeksi oportunistik.
Oleh karenanya, penting untuk terus minum obat HIV tepat waktu dan sesuai dengan anjuran dokter. Jika Anda terlewat dosis normal, segera minum dosis tersebut, kecuali jika sudah tiba waktunya untuk minum dosis berikutnya. Untuk kiat lebih lanjut dalam mematuhi pengobatan HIV, lihat lembar fakta HIVinfo “Following an HIV Regimen: Steps to Take Before and After Starting HIV Medicine” (https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/following-hiv-treatment-regimen-steps-take-and-after-starting-hiv) (tautan ke terjemahan lengkap: https://yayasanabhipraya.com/2024/08/05/mematuhi-rejimen-pengobatan-hiv/).
Ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penyakit lainnya
Penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air dapat menjadi penyakit berat dan berlangsung lebih lama pada ODHIV dibandingkan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit yang ditularkan melalui makanan dengan berhati-hati dalam makan dan minum.
- Air: Hindari minum air keran, minum dari air keran yang belum direbus matang, dan minum es dari area dimana air keran mungkin terkontaminasi. Dalam kebanyakan kasus, air kemasan lebih aman dibandingkan air keran.
- Makanan mentah: Hindari makan daging atau makanan laut mentah atau setengah matang. Hati-hati ketika mengonsumsi sayuran dan buah mentah (dan makanan yang mengandung sayuran dan buah mentah) yang tidak Anda siapkan sendiri.
- Susu: Hindari mengonsumsi susu atau produk olahan susu seperti keju atau yoghurt yang tidak dipasteurisasi.
- Daging buruan: Hindari menangani atau memakan daging buruan (daging hewan liar, seperti kelelawar, hewan pengerat, dan monyet). Daging buruan dapat mengandung kuman yang menyebabkan penyakit berat, seperti Ebola.
Serangga seperti nyamuk dan kutu dapat menyebarkan penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti malaria, dengue, dan demam kuning. Penyakit-penyakit tersebut menjadi lebih berat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jika Anda akan bepergian ke wilayah yang endemik dengan penyakit-penyakit tersebut, ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari gigitan serangga dengan cara –
- Mengenakan kemeja longgar berlengan panjang dan celana panjang
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Tidur di bawah kelambu
Jika Anda melakukan perjalanan di dalam AS, kunjungi website CDC tentang “Where Ticks Live” (https://www.cdc.gov/ticks/about/where-ticks-live.html) dan “Where Mosquitoes Live” (https://www.cdc.gov/mosquitoes/about/where-mosquitoes-live_1.html) untuk mempelajari dimana dan kapan penyakit-penyakit tersebut umum terjadi. Jika Anda bepergian ke luar negeri, kunjungi website CDC tentang “Destinations” (https://wwwnc.cdc.gov/travel/destinations/list) untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penyakit-penyakit yang umum di negara yang akan Anda tuju.
Apa yang harus dilakukan ODHIV jika obat HIV mereka hilang atau rusak?
Jika obat HIV Anda hilang atau rusak ketika Anda bepergian di dalam AS (bagi penduduk AS), kunjungi apotik di dekat Anda dengan membawa salinan resep.
Jika Anda melakukan perjalanan internasional ke negara-negara berkembang, Anda mungkin akan mendapatkan obat palsu atau tiruan. Meskipun terlihat seperti obat asli, obat palsu dapat mengandung jumlah obat yang tidak efektif dan/atau zat yang salah atau berbahaya.
Cara terbaik menghindari obat palsu adalah membawa obat Anda. Namun demikian, jika obat HIV Anda hilang atau rusak, ikuti langkah-langkah berikut untuk menghindari obat palsu:
- Beli obat HIV dari sumber yang terpercaya, seperti apotik yang berlisensi.
- Periksa kemasan obat untuk detail yang mencurigakan. Kesalahan eja atau kualitas cetak yang buruk dapat menjadi tanda obat palsu.
| Poin-Poin Penting: Dengan persiapan dan tindakan pencegahan yang tepat, ODHIV dapat bepergian dengan aman, baik di dalam maupun ke luar negeri.Beberapa bulan sebelum perjalanan, ODHIV sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mereka untuk merencanakan persiapan vaksinasi, perubahan obat, atau dokumen medis yang diperlukan.ODHIV harus tetap mengonsumsi obat HIV sesuai anjuran dokter, bahkan ketika bepergian. |
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/traveling-safely-hiv


