Prevalence, incidence, and risk factors for dermatologic conditions in people with HIV in the modern antiretroviral era: A cohort study in Washington, DC
Yagiz Matthew Akiska, Morgan Byrne, Mana Nasseri, Adeline Koay, Michael A Horberg, Anne Monroe, Adam Friedman, Natella Rakhmanina; DC Cohort Executive Committee

Abstrak
Latar Belakang: Penyakit dermatologis (dermatologic disease; DD) masih menjadi penyebab morbiditas yang signifikan pada ODHIV, namun data epidemiologis pada era terapi antiretroviral (ART) modern masih terbatas.
Tujuan Penelitian: Untuk mengkarakterisasikan prevalensi, insidens, dan faktor-faktor risiko DD pada ODHIV.
Metode Penelitian: Uji kohort longitudinal ini melibatkan 11.738 orang dewasa yang berada dalam DC Cohort pada tahun 2011 hingga 2023. DD diidentifikasi menggunakan kode ICD-9/10 dan dikategorisasikan sebagai dermatosis infeksius, dermatosis inflamasi, atau keganasan kulit (cutaneous malignancies; CM). Prevalensi, tren insidens, dan multivariable logistic regression digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko.
Hasil Penelitian: Di antara para peserta, 49,4% memiliki ≥1 diagnosis dermatologis, dengan kondisi infeksi sebagai yang paling umum (41,4%). Insidens menurun dari tahun 2011 hingga 2024 di seluruh kategori: kasus infeksi (463 menjadi 41), inflamasi (306 menjadi 62), dan keganasan (31 menjadi 6) per 1.000 (semuanya P < 0,0001). Perempuan cisgender memiliki peluang lebih dari enam kali lipat lebih tinggi untuk mengalami CM. Jumlah CD4 nadir yang lebih rendah, usia yang lebih tua, asuransi publik, dan riwayat infeksi oportunistik sebelumnya dikaitkan dengan risiko DD yang lebih tinggi.
Keterbatasan Penelitian: Penggunaan kode ICD dapat mengakibatkan kesalahan klasifikasi, akses ke spesialis dermatologi cenderung beragam di seluruh pusat penelitian.
Kesimpulan: Insiden DD telah mengalami penurunan seiring waktu, menggambarkan kemajuan di bidang pengobatan dan pelayanan HIV. Namun diluar dari terapi ART modern, DD tetap terjadi. Faktor-faktor seperti demografi, imunitas, struktural, dan perilaku merupakan risiko DD pada ODHIV, yang menekankan kebutuhan akan layanan yang terencana dan bertarget.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41085508/
Kalimat Kutipan: Akiska YM, Byrne M, Nasseri M, Koay A, Horberg MA, Monroe A, Friedman A, Rakhmanina N; DC Cohort Executive Committee. Prevalence, incidence, and risk factors for dermatologic conditions in people with HIV in the modern antiretroviral era: A cohort study in Washington, DC. J Am Acad Dermatol. 2026 Jan;94(1):128-142. doi: 10.1016/j.jaad.2025.09.020. Epub 2025 Oct 14. PMID: 41085508; PMCID: PMC12717840.

