Antibodi Penetral: Perkembangan Pengobatan HIV

Broadly neutralizing antibodies are back in the conversation about how HIV treatment will evolve

Hasil penelitian dari studi RIO memberikan optimisme mengenai pertanyaan “apakah kita akan melihat antibodi penetral skala luas digunakan sebagai metode pengobatan HIV?”

Publikasi ilmiah terkait melaporkan hasil penelitian studi RIO yang berlangsung selama 20 minggu. Penelitian tersebut merupakan studi double-blind, randomisasi, dan plasebo terkendali yang mengevaluasi  apakah 2 jenis antibodi penetral skala luas (broadly neutralizing antibodies; bNAbs) dapat menunda HIV rebound setelah partisipan berhenti minum obat ARV. Kedua antibodi tersebut, yang disebut 3BNC117-LS dan 10-1074-LS menargetkan wilayah pada glikoprotein selubung HIV dan dapat menetralisasi beragam strain HIV. Penelitian ini melibatkan orang dewasa berusia 18 – 60 tahun dari berbagai site di dua negara, Inggris dan Denmark, yang memenuhi syarat penelitian.

Hasil Penting

Pada minggu ke-20, 8 partisipan di kelompok bNAB dan 30 partisipan di kelompok plasebo mengalami viral rebound, berdasarkan definisi yang digunakan oleh penelitian tersebut. Sebanyak 75% partisipan tidak mengalami rebound di kelompok bNAB, dibandingkan dengan 11% partisipan pada kelompok plasebo. Partisipan pada kelompok bNAB mengalami 91% risiko viral rebound  lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo (HR 0.09, 95% CI 0.04-0.21; P<0.0001).

Tautan ke berita lengkap: Broadly Neutralizing Antibodies Are Back in the Conversation About How HIV Treatment Will Evolve    

Tautan ke artikel ilmiah terkait: Time to HIV rebound after infusion of long-acting broadly neutralising antibodies 3BNC117-LS and 10-1074-LS and analytical treatment interruption (the RIO trial): a double-blind, randomised, placebo-controlled trial

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *