Prevalence of Illicit Drug Detection in 5 US Cities Among Out-of-Treatment People Who Inject Drugs

Nabila El-Bassel, Steven Shoptaw, Timothy Skalland, Brett Hanscom, William Clarke, Mark A Marzinke, Jessica M Fogel, Paul Richardson, Rahul Paul Choudhury, Cecile Denis, David Goodman-Meza, Irene Kuo, Jordan E Lake, Ellen A B Morrison, Amy M Richards, Jayla Harris-Wisecarver, Melissa Cummings, Redonna Chandler, Philip Andrew; HPTN 094 Study Team
Abstrak
Nilai Penting: Di AS, krisis overdosis terus berlanjut yang digerakkan oleh narkotika seperti fentanil, xylazine, campuran narkotika yang mengandung stimulan pada pengguna narkotika suntik, khususnya pada mereka yang tidak masuk dalam layanan medis.
Tujuan Penelitian: Untuk mengestimasi prevalensi narkotika terlarang yang dideteksi pada pengguna narkotika suntik di 5 kota di AS berdasarkan kota, karakter sosiodemografi serta menilai tren deteksi narkotika dalam periode 2 tahun.
Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Studi potong-lintang ini mengumpulkan data dari individu yang berpartisipasi dalam studi HIV Prevention Trials Network (HPTN) 094, uji klinis acak yang bertujuan mengevaluasi unit kesehatan bergerak yang terintegrasi yang ditujukan bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang menggunakan narkotika suntik untuk mendapatkan layanan HIV dari bulan Juni 2021 hingga September 2023 di kota New York City; Houston, Texas; Los Angeles, California; Philadelphia, Pennsylvania; dan Washington, DC. Seluruh analisis diselesaikan antara bulan Agustus 2021 dan Agustus 2025.
Hasil dan Pengukuran Utama: Prevalensi baseline deteksi toksikologi dinilai menggunakan cairan chromatography-high-resolution mass spectrometry. Perbedaan dalam deteksi toksikologi berdasarkan karakteristik sosiodemografi (usia, ras dan etnis, status perumahan, dan riwayat pemenjaraan), site penelitian, dan jenis narkotika ilegal sepanjang waku dianalisis menggunakan generalized linear model.
Hasil Penelitian: Dari 444 partisipan, 303 orang (68,2%) berjenis kelamin laki-laki, 267 orang (60,1%) berusia 30 – 49 tahun, 203 dari 440 orang (46,1%) tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan 91 dari 442 orang (20,6%) memiliki riwayat pemenjaraan baru-baru ini. Secara keseluruhan, 414 partisipan (93,2%) dinyatakan positif menggunakan fentanil, 328 orang (73,9%) positif kokain, 299 orang (67,3%) positif stimulan jenis amfetamin, dan 234 orang (52,7%) positif xylazine. Hampir seluruh partisipan (421 orang [94,8%]) dinyatakan positif menggunakan lebih dari satu jenis zat (polisubstansi)—yaitu fentanil atau opioid yang dikombinasikan dengan stimulan, benzodiazepin, kokain, dan/atau xylazine. Deteksi fentanil tercatat tinggi di semua lokasi; xylazine paling banyak ditemukan di New York City (68 dari 94 orang [72,3%]), Philadelphia (111 dari 112 orang [99,1%]), dan Washington, DC (31 dari 41 orang [75,6%]). Setiap 6 bulan, tingkat deteksi xylazine di New York City meningkat sebesar 10,3% (CI 95%, 4,0%–16,5%; P = 0,001), sementara prevalensinya tetap tinggi di Philadelphia. Deteksi stimulan jenis amfetamin di Washington, DC meningkat sebesar 15,0% (CI 95%, 2,9%–27,1%) setiap 6 bulan selama periode perekrutan partisipan (P = 0,02). Di seluruh lokasi, prevalensi penggunaan kokain lebih tinggi pada peserta yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dibandingkan mereka yang memiliki tempat tinggal (selisih 11,4%; CI 95%, 3,6%–19,2%; P = 0,004), dan deteksi stimulan lebih tinggi pada mereka yang baru saja menjalani masa hukuman penjara dibandingkan mereka yang tidak (selisih 9,9%; CI 95%, 1,4%–18,5%; P = 0,02).
Kesimpulan dan Relevansi: Studi potong-lintang ini menemukan deteksi fentanil dan polisubstansi secara luas, dengan peningkatan deteksi xylazine dan stimulan berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan kerentanan struktural, yang mungkin disebabkan oleh pencampuran zat-zat terlarang dari pasokan narkotika ilegal yang tidak teregulasi. Hasil temuan ini menyoroti kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak akan adanya surveilens pasokan narkotika yang tepat waktu (real time), layanan harm reduction yang terarah, serta pendekatan perawatan yang terintegrasi untuk mengurangi risiko overdosis serta menjawab kerentanan sosial dan struktural.
Registrasi Penelitian: Nomor identifikasi ClinicalTrials.gov: NCT04804072
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41642627/
Kalimat Kutipan: El-Bassel N, Shoptaw S, Skalland T, Hanscom B, Clarke W, Marzinke MA, Fogel JM, Richardson P, Choudhury RP, Denis C, Goodman-Meza D, Kuo I, Lake JE, Morrison EAB, Richards AM, Harris-Wisecarver J, Cummings M, Chandler R, Andrew P; HPTN 094 Study Team. Prevalence of Illicit Drug Detection in 5 US Cities Among Out-of-Treatment People Who Inject Drugs. JAMA Netw Open. 2026 Feb 2;9(2):e2555882. doi: 10.1001/jamanetworkopen.2025.55882. PMID: 41642627; PMCID: PMC12878425.


