Gangguan Bipolar (Sesi 1)

Pendahuluan

Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kondisi emosional bersifat periodik dan intense yang mempengaruhi suasana hati, energi, dan kemampuan untuk berfungsi seseorang. Periode-periode tersebut dapat berlangsung mulai dari hitungan hari hingga minggu, yang disebut dengan episode suasana hati. Episode suasana hati dikategorisasikan sebagai (1) episode manik/hipomanik ketika suasana hati yang paling menguasai adalah rasa senang atau mudah terganggu yang berlebihan, atau (2) episode depresif ketika suasana hati sedih menguasai secara berlebihan atau hilangnya kemampuan untuk merasa senang. Orang dengan gangguan bipolar umumnya juga memiliki episode suasana hati yang netral. Ketika diobati, orang dengan gangguan bipolar dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Orang tanpa gangguan bipolar juga dapat mengalami fluktuasi suasana hati, yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari pada umumnya dan berlangsung selama beberapa jam – bukan berhari-hari dan tidak disertai dengan perubahan perilaku atau fungsi yang ekstrim, seperti kesulitan menjalani rutinitas harian dan interaksi sosial. Gangguan bipolar dapat menganggu hubungan individu dengan orang yang disayanginya dan menimbulkan kesulitan dalam bekerja atau sekolah.

Gangguan bipolar terdiri dari kategori berikut: bipolar I, bipolar II, dan gangguan siklotimik.

Gangguan bipolar umumnya menurun di keluarga: 80 – 90% orang dengan bipolar memiliki kerabat dengan gangguan bipolar atau depresi. Faktor lingkungan seperti stres, gangguan tidur, narkotika, serta alkohol dapat memicu episode suasana hati pada orang yang rentan. Meskipun penyebab khususnya masih belum jelas, terdapat dua faktor yang meningkatkan risiko gangguan bipolar, yaitu (1) faktor biologis (riwayat keluarga berupa gangguan suasana hati, gangguan psikotik, dan penyalahgunaan narkotika), serta (2) faktor lingkungan. Usia awal munculnya gangguan ini biasanya pada pertengahan 20-tahunan.

Orang dengan gangguan bipolar I seringkali mengalami gangguan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, gangguan penyalahgunaan narkotika, dan/atau ADHD. Risiko bunuh diri secara signifikan lebih tinggi pada orang dengan gangguan bipolar I dibandingkan pada populasi umum.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/Patients-Families/Bipolar-Disorders

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *