Internet Addiction among Youth Across 26 Countries: Psychological, Personality, and Socioeconomic Determinants

Noha Fadl, Assem Gebreal, Shaimaa Abdelaziz Abdelmoneim, Fatima Asim Abdelmoneim, Maryam Khalil E Jasim, Achref Jebnouni, Mohamed Ayoub Tlili, Layan Saeed Alshmrani, Taif Ali A Almazni, Slimane Mehdad, Ayoub Ait Lahcen, Marwa Ashraf Alzoubi, Husam Aldean Hatem Khrais, Mohammed Omer Elbadawi Elhassan, Alaa El Moghrabi, Omar Alwakaa, Moaz Abouelmagd, Armara M Galwab, Samhitha Vadlamudi, Agus Fitriangga, Abdul Mohsin Ashraf Mohammad, Edie Mesumbe Borisgoden Ngeh, Sarah Khaled Hasan, Safiullah Soomro, Ahmad El Khatib, Matthew Roble Matacho, Ahmad Alwakaa, Yerson Alberca-Naira, Hamzah Mohammad Alghzawi, Alpha Umaru Bai-Sesay, Tabraiz Amin Malik, Aml Emran Khalleefah Alwirfili, Omelhassan Abdelgader Alawad Abdelgader, George Jabrieh, Aesha L E Enairat, Khlood Saleh Mohammed Al-Ansi, Sarah Abdulelah Yahya Al-Fadhel, Nathan Ezie Kengo, Mark Anum Nortey, Ibrahim Mutwakil Gamal Ahmed, Ukamaka Gladys Okafor Ramy Mohamed Ghazy

Abstrak

Tujuan Penelitian: Adiksi internet (AI) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada kaum muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti prevalensi global dan determinan AI pada kaum muda.

Disain Penelitian: Penelitian potong-lintang

Metode Penelitian: Sebanyak 26 negara dipilih menggunakan stratified random sampling berdasarkan tingkat pendapatan. Kaum muda berusia  15 -24 tahun direkrut sebagai partisipan melalui metode snowball sampling dan convenience (n =12.449). Compulsive Internet Use Scale, Strength and Difficulties Questionnaire, dan Big-Five Inventory-2 Extra-Short Form digunakan untuk mengukur AI, masalah internalisasi dan eksternalisasi, serta ciri kepribadian. Penelitian ini menggunakan regresi linear dan analisis mediasi untuk menganalisis data yang diperoleh.

Hasil Penelitian: Rata-rata usia adalah 20,41 ± 2,53 tahun dan 58,2% di antaranya adalah perempuan. Prevalensi keseluruhan AI yang dibobotkan adalah 38,4% [confidence interval (CI) 95%: 37,0%–39,8%], dengan rentang dari 24,0% di Kamerun hingga 62,4% di Vietnam. AI lebih banyak ditemukan pada partisipan berusia 15–19 tahun, perempuan, penduduk perkotaan, mereka yang ibunya memiliki latar belakang pendidikan SMA atau universitas, serta mereka yang memiliki pengawasan orang tua yang terbatas terhadap penggunaan internet. Gejala internalisasi, emosionalitas negatif yang tinggi, ekstraversi yang rendah, dan keterbukaan pikiran yang rendah meningkatkan risiko AI. Tinggal di negara berpenghasilan lebih tinggi serta perilaku prososial terbukti menurunkan risiko AI. Analisis mediasi menunjukkan bahwa tingkat pendapatan negara berhubungan dengan AI baik secara langsung maupun tidak langsung melalui karakteristik psikologis dan kepribadian; terdapat efek negatif langsung di semua model, efek tidak langsung positif yang signifikan melalui ekstraversi dan emosionalitas negatif, serta efek tidak langsung negatif yang signifikan melalui perilaku prososial.

Kesimpulan: Hasil penelitian ini menekankan kebutuhan untuk menyeleksi masalah internalisasi dan eksternalisasi, mempertimbangkan ciri kepribadian, dan memahami peran keluarga dalam mengatasi isu AI.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41207258/                       

Kalimat Kutipan: Fadl N, Gebreal A, Abdelmoneim SA, Abdelmoneim FA, Jasim MKE, Jebnouni A, Tlili MA, Alshmrani LS, Almazni TAA, Mehdad S, Lahcen AA, Alzoubi MA, Hatem Khrais HA, Elbadawi Elhassan MO, El Moghrabi A, Alwakaa O, Abouelmagd M, Galwab AM, Vadlamudi S, Fitriangga A, Ashraf Mohammad AM, Borisgoden Ngeh EM, Hasan SK, Soomro S, El Khatib A, Matacho MR, Alwakaa A, Alberca-Naira Y, Alghzawi HM, Bai-Sesay AU, Malik TA, Khalleefah Alwirfili AE, Alawad Abdelgader OA, Jabrieh G, Enairat ALE, Al-Ansi KSM, Yahya Al-Fadhel SA, Kengo NE, Nortey MA, Gamal Ahmed IM, Okafor UG, Ghazy RM. Internet addiction among youth across 26 countries: psychological, personality, and socioeconomic determinants. Public Health. 2025 Dec;249:106037. doi: 10.1016/j.puhe.2025.106037. Epub 2025 Nov 8. PMID: 41207258.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *