Gangguan Bipolar Tipe II & Siklotimik
Untuk mendiagnosisi gangguan bipolar tipe II pada individu, orang tersebut harus mengalami setidaknya satu episode depresif dan setidaknya satu episode hipomanik yang berat (lihat Gangguan Bipolar Sesi-2: https://yayasanabhipraya.com/2026/08/26/gangguan-bipolar-sesi-2/). Dengan bipolar tipe II, orang kembali ke fungsi harian mereka di antara episode merupakan hal yang biasa. Orang dengan bipolar tipe II seringkali mencari perawatan untuk episode depresif, karena episode hipomanik seringkali lebih menyenangkan bagi mereka dan bahkan meningkatkan performa di tempat kerja atau sekolah.
Orang dengan gangguan bipolar II seringkali memiliki penyakit mental lainnya seperti gangguan kecemasan atau gangguan penyalahgunaan narkotika, gangguan terakhir dapat memperparah gejala depresi atau hipomania.
Perawatan
Perawatan bagi gangguan bipolar tipe II serupa dengan bipolar tipe I: obat-obatan dan psikoterapi. Obat yang paling umum digunakan untuk tipe II adalah penyeimbang suasana hati (mood stabilizers). Antidepresan digunakan secara hati-hati untuk mengobati depresi yang terkait dengan bipolar dan hanya dilanjutkan dalam waktu singkat setelah depresi membaik karena antidepresan meningkatkan risiko peralihan dari depresi ke hipomania dan mania. Jika gejala depresif bersifat parah dan obat-obatan tidak berhasil, ECT (lihat Gangguan Bipolar Sesi-2: https://yayasanabhipraya.com/2026/08/26/gangguan-bipolar-sesi-2/) dapat dilakukan. Pengobatan untuk setiap individu tidaklah sama.
Gangguan Cyclothymic (Siklotimik)
Gangguan siklotimik merupakan bentuk ringan dari gangguan bipolar yang melibatkan banyak “mood swings”, dengan gejala hipomania dan depresif yang sering terjadi. Orang dengan gangguan ini mengalami kondisi emosional yang naik-turun, namun dengan gejala yang tidak terlalu parah dibandingkan kedua tipe gangguan bipolar.
Gejala gangguan siklotimik meliputi:
- Selama setidaknya dua tahun, mengalami banyak episode hipomania dan depresif, namun gejala-gejala tersebut tidak memenuhi kriteria untuk episode hipomanik atau depresif.
- Selama periode dua tahun, gejala (mood swing) berlangsung selama setidaknya setengah dari periode tersebut dan tidak pernah benar-benar berhenti selama lebih dari dua bulan.
Perawatan
Pengobatan bagi gangguan siklotimik dapat mencakup obat-obatan dan psikoterapii. Untuk kebanyakan orang, terapi bicara dapat membantu mengatasi stres akibat mood swings. Menulis dalam jurnal mood dapat menjadi cara yang efektif untuk mengobservasi pola fluktuasi suasana hati. Orang dengan gangguan siklotimia dapat memulai dan menghentikan pengobatan seiring dengan berjalannya waktu.
Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/Patients-Families/Bipolar-Disorders


