Pubertal Hormones and the Early Adolescent Female Brain: A Multimodality Brain MRI Study

Muskan Khetan, Nandita Vijayakumar, Ye Ella Tian, Megan M Herting, Michele O’Connel, Marc Seal, Sarah Whittle

Abstrak

Pubertas merupakan proses perkembangan yang kritis yang berhubungan dengan perubahan pada tingkat hormon pubertas (atau steroid), yang diyakini mempengaruhi perilaku remaja melalui efek hormon tersebut terhadap otak remaja yang sedang berkembang.  Sejauh ini, hasil penelitian mengenai hubungan antara hormon steroid dan struktur serta fungsi otak pada gadis remaja masih sangat terbatas dan tidak konsisten, dimana banyak penelitian hanya melibatkan jumlah sampel penelitian yang sedikit.

Oleh karenanya, dalam penelitian ini, kami meneliti hubungan antara estradiol (E2), testosteron (Tes), dan dehidroepiandrosteron (DHEA) serta struktur (volume materi abu-abu, kedalaman sulkus, ketebalan kortikal, dan struktur mikro materi putih) dan fungsi (konektivitas dalam kondisi istirahat, fungsi yang berkaitan dengan tugas) otak pada 3024 gadis remaja (usia 8,92–13,33 tahun; rerata usia (SD) = 10,37 (0,94) tahun) dari studi Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD). Kami menggunakan regresi elastic-net dengan validasi-silang untuk menyelidiki asosiasi antara hormone dan fenotipe otak yang diperoleh dari berbagai modalitas imaging (pencitraan).

Kami menemukan bahwa tampilan struktur otak, seperti ketebalan kortikal, kedalaman sulkus, mikrostruktur materi putih, dan konektivitas dalam kondisi istirahat antara jaringan kortikal dan wilayah sub-kortikal, merupakan tampilan penting yang berkaitan dengan hormon. E2 sangat berhubungan dengan wilayah prefrontal dan premotor yang melibatkan memori kerja serta pemrosesan emosi, sementara Tes dan DHEA sangat berhubungan dengan wilayah parietal dan oksipital yang berperan dalam fungsi visuospasial. Ketiga hormon tersebut juga berkaitan dengan korteks prefrontal, persimpangan temporoparietal (temporoparietal junction), dan insula.

Dengan demikian, melalui pendekatan metodologis yang canggih, penelitian ini menunjukkan adanya korelasi saraf yang bersifat unik dan tumpang-tindih dari hormon pubertas pada gadis remaja serta memberikan pencerahan mengenai mekanisme pubertas mempengaruhi perkembangan dan perilaku gadis remaja.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41556185/                           

Kalimat Kutipan: Khetan M, Vijayakumar N, Tian YE, Herting MM, O’Connell M, Seal M, Whittle S. Pubertal Hormones and the Early Adolescent Female Brain: A Multimodality Brain MRI Study. Hum Brain Mapp. 2026 Feb 1;47(2):e70451. doi: 10.1002/hbm.70451. PMID: 41556185; PMCID: PMC12817136.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *