AIDS 2024 dipenuhi dengan terobosan ilmiah yang mengesankan serta inovasi-inovasi yang dipimpin oleh komunitas, aktivisme penuh semangat yang menyuarakan isu-isu besar terkait akses ke perkembangan terkini, dan komitmen politik baru untuk mempertahankan respons efektif terhadap HIV – semuanya serentak mengutamakan Put People First!
Berikut ini adalah sejumlah pelajaran yang dapat diambil dari AIDS 2024:
Pengobatan
Informasi detail ditampilkan mengenai “The Next Berlin Patient”, yang menjadi orang ke-tujuh yang sembuh dari HIV: lelaki dewasa berusia 60 tahun yang menerima transplantasi sel punca untuk pengobatan leukimia pada tahun 2015, berhenti minum obat HIV pada tahun 2018, dan tetap dalam remisi HIV lebih dari lima tahun kemudian. Detail tersebut diikuti dengan informasi mengejutkan: untuk pertama kalinya, pendonor hanya memiliki satu mutasi CCR5-delta32, bukan dua mutasi, faktor genetik yang terkait dengan resistensi HIV. Hal ini memberikan implikasi menjanjikan untuk strategi penyembuhan HIV yang lebih terukur berdasarkan terapi gen.
Teknologi yang bekerja dengan durasi lebih panjang
“Alat Pencegahan Ajaib” merupakan ekspresi dari Direktur Eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima yang menjelaskan tentang lenacapavir, produk Gilead, yang disuntikkan dua kali setahun sebagai pencegahan HIV. Hasil penelitian lengkap dari studi PURPOSE 1 ditampilkan di AIDS 2024, mengonfirmasi bahwa lenacapavir memberikan perlindungan 100% terhadap penularan HIV pada wanita cisgender, antara 1 – 2% pada wanita yang menggunakan F/TAF atau F/TDF setiap hari tertular HIV.
Kepemimpinan, kebijakan, dan pendanaan
Lebih dari 370 anggota parlemen (AP) dari lebih dari 45 negara bergabung untuk mengutamakan masyarakat dalam membangun kembali dukungan politik untuk mengakhiri epidemic HIV sebagai bagian dari deklarasi pendirian Global Parliamentary Platform on HIV and AIDS. AP dari Argentina, Jerman, Inggris, dan Zimbabwe berkumpul untuk membahas memudarnya komitmen politik terhadap respons HIV.
AIDS masih ada di sekitar kita
UNAIDS membagikan data HIV global terbaru. Data tersebut menunjukkan langkah besar yang telah dilakukan, dengan jumlah kasus baru HIV turun hingga 39% sejak 2010 – dan 56% di Afrika bagian tengah, timur, selatan, dan barat. Namun, terdapa kekhawatiran nyata bahwa dunia tidak akan dapat memenuhi target UNAIDS tahun 2030: 95-95-95. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 39,9 juta orang hidup dengan HIV di tahun 2023 (dari 39 juta di tahun 2022). Sekitar 1,3 juta orang terinfeksi HIV di tahun 2023 – lebih dari tiga kali lipat target tahun 2025 sebesar 370.000. sekitar 630.000 orang meninggal akibat penyakit terkait AIDS di seluruh dunia pada tahun 2023 – 1 kematian per 1 menit dan jauh di atas target tahun 2025 yaitu 250.000. Dibandingkan dengan target 95-95-95, kemajuan yang ada berada pada angka 86-89-93.
DoxyPrEP dan DoxyPEP
AIDS 2024 menandai dimulainya istilah “DocyPrEP” (doxycycline pre-exposure prophylaxis untuk menggambarkan penggunaan antibiotik sebelum berhubungan seks), yang bergabung dengan istilah yang sudah lebih dikenal “DoxyPEP” (doxycycline post-exposure prophylaxis). Tanda tanya besar muncul mengenai potensi resistensi antimikroba (AMR) akibat penggunaan doksisiklin dalam jangka panjang. Pengawasan skala besar dan berkelanjutan sangat penting untuk mendapatkan bukti lebih lanjut seputar AMR.
Stigma, diskriminasi, dan kriminalisasi
Kendala utama untuk kemajuan dalam respons HIV belum kunjung mereda. Sebaliknya. Analisa terhadap data dari 842.169 orang, termasuk 70.109 orang yang hidup dengan HIV, di 33 negara Afrika menghubungkan stigma dengan keterlibatan yang berkurang di setiap tahap perawatan HIV. Para peneiliti menganalisis tiga ukuran stigma, yang semuanya terkait dengan angka tes HIV yang lebih rendah di tahun lalu: sikap diskriminatif terhadap orang yang hidup dengan HIV (dilaporkan oleh 36% orang); rasa malu bergaul dengan orang yang hidup dengan HIV (18%); dan stigma HIV yang dirasakan (79%). Ketika sikap diskriminatif di tingkat masyarakat meningkat sebesar 50%, ODHIV 17% mengalami 17% lebih kecil kemungkinannya untuk menjalani ART dan memiliki supresi viral load 15% lebih rendah.
Tautan ke berita lengkap: https://www.iasociety.org/blog/takeaways-from-aids-2024

