Bradley E Aouizerat, Josephine N Garcia, Carlos V Domingues, Ke Xu, Bryan C Quach, Grier P Page, Deborah Konkle-Parker, Hector H Bolivar, Cecile D Lahiri, Elizabeth T Golub, Mardge H Cohen, Seble G Kassaye, Jack DeHovitz, Mark H Kuniholm, Nancie M Archin, Phyllis C Tien, Dana B Hancock, Eric Otto Johnson
Abstrak
Latar Belakang: Kokain – salah satu zat ilegal yang paling sering disalahgunakan pada orang dengan HIV (ODHIV) – memperlambat penurunan produksi virus setelah dimulainya terapi antiretroviral dan dikaitkan dengan viral load HIV yang tinggi, perkembangan infeksi HIV yang lebih cepat, dan peningkatan mortalitas.
Setting: Kami meneliti dampak penggunaan kokain pada reservoir laten HIV (HLR) sel T CD4+ pada ODHIV yang mengalami supresi virus dengan berpartisipasi dalam studi kohort longitudinal nasional tentang riwayat alami dan pengobatan HIV di Amerika Serikat.
Metode Penelitian: DNA genom sel T CD4+ dari 434 wanita dengan berbagai keturunan (yaitu, 75% kulit hitam, 14% Hispanik, 12% kulit putih) yang melaporkan penggunaan kokain (yaitu, 160 pengguna kokain, 59 mantan pengguna, 215 bukan pengguna) yang dianalisa menggunakan the Intact Proviral HIV DNA Assay, yang mengukur provirus utuh per 106 sel T CD4+.
Hasil Penelitian: Ukuran HLR berbeda berdasarkan penggunaan kokain (ie, median [interquartile range]: 72 [14-193] untuk partisipan yang tidak pernah menggunakan kokain, 165 [63-387] untuk partisipan yang pernah menggunakan kokain, 184 [28-502] untuk partisipan yang sedang menggunakan kokain), yang secara statistik lebih besar secara signifikan baik pada partisipan yang pernah (P = 0,023) maupun sedang menggunakan kokain (P = 0,001) dibandingkan dengan partisipan yang tidak pernah menggunakan kokain.
Kesimpulan: Penggunaan kokain berkontribusi terhadap replikasi HLR yang lebih besar pada sel T CD4+ pada wanita dengan HIV yang mengalami supresi virus. Hasil penelitian kami berarti penting karena wanita kurang terwakili dalam penelitian mengenai reservoir HIV dan dalam studi mengenai dampak penggunaan kokain pada hasil pengobatan pada ODHIV.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39250649/
Kalimat Kutipan:
Aouizerat BE, Garcia JN, Domingues CV, Xu K, Quach BC, Page GP, Konkle-Parker D, Bolivar HH, Lahiri CD, Golub ET, Cohen MH, Kassaye SG, DeHovitz J, Kuniholm MH, Archin NM, Tien PC, Hancock DB, Johnson EO. Frequent Cocaine Use is Associated With Larger HIV Latent Reservoir Size. J Acquir Immune Defic Syndr. 2024 Oct 1;97(2):156-164. doi: 10.1097/QAI.0000000000003472. PMID: 39250649.

