Reduced drug use as an alternative valid outcome in individuals with stimulant use disorders: Findings from 13 multisite randomized clinical trials
Masoumeh Amin-Esmaeili, Mehdi Farokhnia, Ryoko Susukida, Lorenzo Leggio, Renee M Johnson, Rosa M Crum, Ramin Mojtabai

Abstrak
Latar Belakang dan Tujuan: Total abstinens pada awalnya merupakan tujuan pengobatan bagi gangguan penyalahgunaan narkoba; namun demikian, semakin banyak pengakuan mengenai manfaat kesehatan terkait dengan pengurangan penggunaan sebagai tindakan pengurangan bahaya dalam pengobatan gangguan penggunaan stimulant. Kami bertujuan untuk menilai validitas pengurangan penggunaan stimulan sebagai hasil dalam randomized controlled trials (RCTs) dari intervensi farmakologis untuk gangguan penyalahgunaan stimulan.
Disain Penelitian: Kami melaksanakan analisa sekunder dataset dari 13 RCT.
Setting dan Partisipan Penelitian: Partisipan merupakan individual yang mencari pengobatan untuk gangguan penggunaan kokain atau metamfetamin (N = 2062) di berbagai fasilitas perawatan di Amerika Serikat.
Pengukuran: Kami memvalidasi pengurangan penggunaan stimulan terhadap sejumlah indikator klinis yang diperoleh dari pengukuran yang diselaraskan, termasuk tingkat keparahan masalah yang disebabkan oleh penggunaan narkoba, depresi komorbid, tingkat keparahan global penggunaan zat dan perbaikannya, tingkat keparahan perilaku mencari narkoba, craving dan perilaku berisiko tinggi, semuanya dinilai di akhir penelitian, demikian juga dengan tindak lanjut toksikologi urin. Serangkaian model regresi efek campur dilaksanakan untuk memvalidasi pengurangan dalam frekuensi penggunaan dibandingkan dengan tidak adanya pengurangan dalam penggunaan serta abstinens.
Hasil Penelitian: Lebih banyak partisipan penelitian yang mengurangi frekuensi penggunaan narkoba primer daripada yang mencapai abstinens (18% vs. 14,2%, berurutan). Pengurangan penggunaan secara signifikan dikaitkan dengan penurunan craving narkoba primer [60.1%, 95% confidence interval (CI) = 54.3%-64.7%], perilaku mencari narkoba (41.0%, 95% CI = 36.6%-45.7%), tingkat keparahan depresi (39.9%, 95% CI = 30.9%-48.3%), serta berbagai ukuran peningkatan global dalam fungsi psikososial dan tingkat keparahan masalah terkait penggunaan narkoba, meskipun kurang kuat dibandingkan dengan abstinens. Selain itu, pengurangan penggunaan dikaitkan dengan manfaat klinis berkelanjutan saat tindak lanjut, seperti yang dikonfirmasi oleh hasil tes urin negatif (adjusted odds ratio dibandingkan dengan tidak adanya pengurangan penggunaan: 0.50, 95% CI = 0.35-0.71).
Kesimpulan: Pengurangan frekuensi penggunaan stimulan tampaknya dikaitkan dengan peningkatan bermakna dalam berbagai indikator klinis pemulihan. Penilaian pengurangan penggunaan, selain abstinens, dapat memperluas cakupan hasil yang diukur dalam RCT gangguan penggunaan stimulan dan memfasilitasi perkembangan pendekatan pengobatan yang lebih beragam.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38197836/
Kalimat Kutipan:
Amin-Esmaeili M, Farokhnia M, Susukida R, Leggio L, Johnson RM, Crum RM, Mojtabai R. Reduced drug use as an alternative valid outcome in individuals with stimulant use disorders: Findings from 13 multisite randomized clinical trials. Addiction. 2024 May;119(5):833-843. doi: 10.1111/add.16409. Epub 2024 Jan 10. Erratum in: Addiction. 2024 Oct;119(10):1849-1852. doi: 10.1111/add.16590. PMID: 38197836; PMCID: PMC11009085.

