
Benjamin P Kay, Muriah D Wheelock, Joshua S Siegel, Ryan V Raut, Roselyne J Chauvin, Athanasia Metoki, Aishwarya Rajesh, Andrew Eck, Jim Pollaro, Anxu Wang, Vahdeta Suljic, Babatunde Adeyemo, Noah J Baden, Kristen M Scheidter, Julia S Monk, Forrest I Whiting, Nadeshka Ramirez-Perez, Samuel R Krimmel, Russell T Shinohara, Brenden Tervo-Clemmens, Robert J M Hermosillo, Steven M Nelson, Timothy J Hendrickson, Thomas Madison, Lucille A Moore, Óscar Miranda-Domínguez, Anita Randolph, Eric Feczko, Jarod L Roland, Ginger E Nicol, Timothy O Laumann, Scott Marek, Evan M Gordon, Marcus E Raichle, Deanna M Barch, Damien A Fair, Nico U F Dosenbach
Abstrak
Stimulan resep (mis. metilfenidat) dikira dapat meningkatkan atensi, namun bukti ilmiah dari penelitian fMRI sebelumnya menunjukkan hasil berbeda. Kami menggunakan data fMRI saat-istirahat dari the Adolescent Brain Cognitive Development Study (n = 11.875; usia 8-11 tahun) dan memvalidasi temuan konektivitas fungsional dalam uji klinis obat pencitraan presisi dengan sampel yang banyak (n = 5, masing-masing 165-210 menit) pada orang dewasa sehat (metilfenidat 40 mg). Perbedaan konektivitas stimulan pada wilayah sensorimotor sama dengan pola fMRI saat kewaspadaan di siang hari, durasi tidur yang lebih lama di malam hari, dan ekspresi transporter norepinefrin.
Mengonsumsi stimulan membalikkan efek kurang tidur terhadap konektivitas dan nilai sekolah. Konektivitas juga berubah pada jaringan salience dan memori parietal, yang penting untuk pembelajaran yang dimediasi dopamin dan didorong oleh penghargaan, tetapi tidak pada sistem perhatian otak (misalnya, jaringan perhatian dorsal). Efek gabungan noradrenergik dan dopaminergik dari stimulan dapat mendorong organisasi otak menuju konfigurasi yang lebih terjaga dan termotivasi oleh penghargaan, meningkatkan upaya dan ketekunan dalam mengerjakan tugas tanpa memengaruhi jaringan perhatian.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41448140/
Kalimat Kutipan: Kay BP, Wheelock MD, Siegel JS, Raut RV, Chauvin RJ, Metoki A, Rajesh A, Eck A, Pollaro J, Wang A, Suljic V, Adeyemo B, Baden NJ, Scheidter KM, Monk JS, Whiting FI, Ramirez-Perez N, Krimmel SR, Shinohara RT, Tervo-Clemmens B, Hermosillo RJM, Nelson SM, Hendrickson TJ, Madison T, Moore LA, Miranda-Domínguez Ó, Randolph A, Feczko E, Roland JL, Nicol GE, Laumann TO, Marek S, Gordon EM, Raichle ME, Barch DM, Fair DA, Dosenbach NUF. Stimulant medications affect arousal and reward, not attention networks. Cell. 2025 Dec 24;188(26):7529-7546.e20. doi: 10.1016/j.cell.2025.11.039. PMID: 41448140.

