Pada penelitian yang didanai NIMH, peneliti mengidentifikasi perbedaan pada cara otak anak muda dengan iritabilitas bereaksi terhadap rasa frustrasi. Hasil penelitian tersebut dipublikasi di The American Journal of Psychiatry, dapat memberikan cara baru bagi pengembangan pengobatan untuk anak-anak dan remaja dengan iritabilitas yang berat.
Para peneliti menemukan bahwa ketika muncul rasa frustrasi, anak-anak dengan tingkat iritabilitas tinggi menunjukkan aktivasi syaraf di wilayah frontal-stiatal yang mengatur atensi, inhibisi, kontrol impuls, dan pemrosesan penghargaan serta masukan.
“Tujuan kami adalah untuk memahami bagaimana otak anak-anak bereaksi terhadap kejadian yang memicu rasa frustasi, dan bagaimana reaksi tersebut berbeda antara anak dengan iritabilitas tinggi dengan anak dengan tingkat iritabilitas normal. Lebih khusus, sejumlah anak mungkin sulit untuk fokus pada tugas ketika mereka merasa frustasi, yang dapat menyulitkan mereka untuk berfungsi dengan baik di rumah maupun di sekolah,” ujar Wan-Ling Tseng, Ph.D, peneliti di NIMH dan penulis utama dari penelitian tersebut.
Tautan ke berita lengkap: Understanding the Brain Mechanisms of Irritability in Youth
Tautan ke artikel terkait: Brain Mechanisms of Attention Orienting Following Frustration: Associations With Irritability and Age in Youths

